Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Beberapa Bulan Kemudian


__ADS_3

Tania masih tersenyum menatap Kenzo yang masih terdiam setelah mendengar kata-kata yang ia lontarkan. Namun tidak seperti yang Tania harapkan, Kenzo langsung melangkah pergi dan tidak lagi menoleh ke belakang apa lagi menanggapi hasutan dari Tania.


Sejak hari itu, Kenzo tidak lagi mau tau tentang kehidupan Nasywa dan menyibukkan diri dengan pekerjaan. Ia juga tidak pernah lagi bertemu dengan Edward karena Edward menarik sahamnya dan bekerja di tempat lain. Sementara Tania yang tidak berhasil dengan semua rencananya, Kembali ke Singapura bersama kedua orang tuanya tanpa ada siapapun yang bertanggung jawab atas kehamilannya.


Hingga hari berganti Minggu, Minggu berganti bulan tak terasa kini kandungan Nasywa sudah menginjak usia 34 Minggu. Dan selama itu juga Nasywa menahan penderitaan batin atas sikap Edward yang masih belum mempercayai jika bayi yang ada dalam kandungannya adalah anaknya. Seperti sengaja ingin menyiksa Nasywa, Edward bukan hanya sering mengabaikan Nasywa yang tengah mengandung. Namun ia juga seringkali membawa wanita pulang ke rumah hingga tak segan-segan melakukan hubungan ba'dan di kamar pribadi mereka.


Tidak ada yang bisa Nasywa lakukan selain menerima apapun perlakuan Edward, Mengadu kepada Kenzo tidak mungkin. Ia sudah menolak dan mengecewakan Kenzo berkali-kali. Tidak mungkin ia datang padanya ketika ia sedang menderita dengan pilihannya sendiri.


Seperti pagi ini, Edward masih belum keluar dari kamarnya setelah semalam membawa wanita ke rumahnya dan menyuruh Nasywa tidur di kamar lain. Ini untuk kesekian kalinya Edward melakukan itu, Bercinta semalaman dan membuat Nasywa menagis mendengar desah'an jahanam mereka yang seolah sengaja ingin menyiksa batin Nasywa.


Ckleekkk...


"Praaankkk..." Nasywa langsung menjatuhkan gelas yang ada di tangannya karena kaget dengan suara pintu kamar yang tiba-tiba terbuka.


Nasywa menoleh ke arah Edward yang merangkul mesra wanitanya yang hanya memakai pakaian minim hingga memperlihatkan tubuhnya yang seksi. Jauh dari Nasywa yang kini tengah hamil besar seakan tak menarik lagi untuk di lihat.


"Hey! Kenapa diam saja? Rapikan itu dan siapkan sarapan untuk kami!" bentak Edward.


"Edward... Aku merasa tidak enak badan. Kandungan ku sejak semalam juga sering sakit, Bisakah kamu mengantar ku ke Dokter?"


"Jangan manja! Pergilah sendiri, Aku sibuk! Lagipula itu belum tentu Anak ku!"


"Edward kenapa kamu selalu mengatakan itu, Jika kamu merasa ragu kenapa kamu memintaku kembali pada mu, Kenapa kamu tidak lakukan tes DNA dan malah terus menyiksa ku seperti ini?"

__ADS_1


"Itu agar Aku bisa membalas penghianatan mu dan Kenzo kepada ku?!"


"Sudah berapa kali Aku bilang jika..."


"Ahhhh sudahlah, Menyingkir dari hadapan ku!" dengan kasar Edward mendorong tubuh Nasywa hingga perutnya membentur membentur meja dengan kerasnya.


Nasywa meringis kesakitan memegangi perutnya. Namun tak sedikit pun membuat Edward iba dan malah pergi meninggalkannya.


"Edward... Edward... Aowhhh..." Nasywa yang merasa rasa sakitnya tak biasa, Terseok-seok menghentikan Edward yang akan keluar rumah dengan wanitanya.


"Edward... Tolong antar Aku ke Dokter, Ini sakit sekali."


"Tidak perlu bersandiwara di hadapan ku!" lagi-lagi Edward kembali mendorong Nasywa hingga membuatnya tersungkur di lantai.


Kini Nasywa hanya bisa menahan rasa sakitnya seorang diri tanpa siapapun di sisinya. Nasywa berusaha bangkit. Namun ia di kejutkan oleh darah yang mengalir di celah kakinya.


"Darah?! Aowhhh sakit sekali." susah payah Nasywa mencoba berdiri, Berpegangan pada meja. Namun terjatuh kembali.


"Tolooooong...." jerit Nasywa yang semakin tidak tahan menahan rasa sakitnya. Darah yang mengalir pun semakin banyak. Tidak mau terjadi sesuatu dengan calon buah hatinya, Nasywa merangkak ke kamar untuk mencari ponselnya.


Setelah susah payah dengan sisa-sisa tenaganya akhirnya Nasywa menemukan ponselnya. Ia tidak ada pilihan lain selain menelpon Kenzo untuk pertama kalinya setelah perpisahannya di rumah sakit.


Dengan tubuh yang semakin melemah dan tangan gemetar,

__ADS_1


Nasywa menekan nama Kenzo bebarengan dengan tubuhnya yang kembali terjatuh ke lantai.


Cukup lama Nasywa menunggu Kenzo mengangkat ponselnya hingga saat Kenzo menjawabnya, Nasywa sudah begitu lemah dan hanya bisa mendengar suara Kenzo yang menyapanya.


"Hallo...."


Nasywa meneteskan air mata mendengar suara Kenzo. Suara pria yang begitu ia cintai, Yang sudah lama tidak ia dengar selama berbulan-bulan lamanya.


"Nasywa... Apa kamu baik-baik saja?" suara Kenzo berubah menjadi cemas tatkala tak mendengar jawaban dari Nasywa.


"Nasywa... Katakan sesuatu, Apa yang terjadi?"


"Keeen..." ucap Nasywa dengan lemah.


"Nasywa! Katakan padaku apa yang terjadi?"


"Selamatkan bayi ku Ken... Selamatkan bayi ku..."


Mendengar hal itu Kenzo tercengang. Ia begitu khawatir dengan kondisi Nasywa yang suaranya terdengar semakin menjauh dari telpon.


"Nasywa... Nasywa... Kamu mendengar ku?" berkali-kali kenxo memanggilnya. Namun Nasywa tak lagi menjawab panggilan darinya.


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2