
"Nasywaaaaaa...!!! Prankkkkk..." Kenzo melempar gelas minuman di tangannya dan membuat pengunjung lain menoleh ke arahnya.
Tania yang menemani Kenzo segera mendekati Kenzo untuk mengajaknya pulang.
"Kenzo ayo kita pulang, Kamu sudah begitu mabuk." tanpa menunggu Kenzo menjawab, Tania memapah Kenzo meninggalkan club dan langsung mengantar Kenzo ke apartemennya.
Tania yang menopang tubuh jangkung Kenzo yang sempoyongan, Akhirnya dengan susah payah berhasil membawa Kenzo ke kamarnya.
"Berbaringlah Ken..." Tania melepaskan tangan Kenzo dari pundaknya. Namun tubuhnya yang tak seimbang membuat Tania ikut terjatuh di atas tubuh Kenzo.
"Aowhhh..." keduanya meringis bebarengan karena benturan yang cukup keras di kepala mereka.
Kemudian mereka terdiam dan saling menatap dengan sangat lekat, Kenzo mencoba menyingkap rambut Tania yang menjuntai menutupi wajahnya. Lalu Kenzo mengusap wajah Tania dengan lembut, Perlahan ia mengangkat kepalanya dan meraih bibir Tania yang terlihat begitu menggodanya.
"Eummmhhh..." Ciu'man itu semakin lama semakin panas hingga membuat Kenzo bangkit dan membalikan tubuh Tania kemudian kembali melum'atnya dengan bringas.
"Akhhhhh.... Hhhhhh...." desah'an Tania serta nafasnya yang bergemuruh, Membuat Kenzo semakin bernaf'su melakukannya lebih dari itu. Di bukalah dress yang Tania kenakan hingga menyisakan kain terakhir yang menutupi bagian inti nya.
__ADS_1
Entah kebetulan atau tidak, Malam itu Tania memang tidak menggunakan penyangga payu'daranya sehingga Kenzo langsung bisa menikmati kedua bulatan kenyal itu.
Tania semakin di buat kelo'jotan hingga ia tak berhenti menjambak-jambak rambut Kenzo yang semakin intens mempermainkan area sensitifnya.
"Akhhhhh Ken...." Tania terus meracau saat Kenzo mulai berpacu di atas tubuhnya.
"Aggghhhh... Ssshhhhh..." tak hanya Tania, Kenzo pun begitu menikmati permainan itu hingga tubuh keduanya menegang dan meledakkan cai'ran hangat yang membuat Kenzo tumbang di atas tubuh Tania.
"Hhhhh... Hhhhh..." hanya nafas yang memburu dari keduanya menikmati sisa-sisa kenikmatan yang baru saja mereka raih.
Dengan senyum penuh kepuasan Tania mengecup pundak Kenzo yang masih menin'dih tubuhnya.
Bagai disambar petir di siang bolong Tania begitu terkejut mendengar apa yang baru saja Kenzo ucapkan. Dengan kesal Tania mendorong tubuh Kenzo hingga tumbang di sebelahnya. Tania ingin meluapkan amarahnya kepada Kenzo. Namun Kenzo tak lagi sadarkan diri.
Dengan penuh kekecewaan, Tania kembali terduduk kemudian meringkuk menutupi tubuh polosnya dengan selimut.
•••
__ADS_1
"Edward... Maafkan Aku, Aku tidak bermaksud menyakiti hati mu." sesal Nasywa sembari menghentikan Edward yang ingin turun dari ranjang.
"Apa kamu membayangkan saat pertama kali Kenzo menyentuh mu?!"
"Edward maafkan Aku, Ini di luar kendali ku."
"Jangan gunakan air mata mu Nasywa! Itu tidak akan bisa mengobati luka yang kamu gores di hatiku!" Edward menghempaskan tangan Nasywa dan meraih kaos oblongnya.
"Edward... Aku minta maaf, Aku benar-benar tidak sengaja melakukannya..." Nasywa mencoba mengikuti Edward yang bersiap meninggalkan kamar.
"Aku sudah pernah mengatakannya Nasywa, Aku menerima apapun masa lalu mu, Tapi jangan pernah menaruh perasaan lagi pada Kenzo, Tapi apa yang kamu lakukan Nasywa, Kamu melukai harga diri ku di malam pertama kita!"
"Aku tidak akan melakukan kesalahan lagi Edward, Aku janji." Nasywa terus memelas memohon maaf pada Edward, Ia tidak ingin masalah berlarut-larut apalagi di malam pertama mereka menikah.
Melihat kesungguhan Nasywa dan air mata yang terus mengalir deras di wajah cantiknya membuat Edward luluh dan meraih tubuh Nasywa ke pelukannya. Nasywa menjadi semakin terisak di pelukan Edward.
Meskipun ia masih belum bisa mencintai Edward. Namun Ia merasa begitu malu dan bersalah kepada Edward karena menyebutkan pria lain di malam pertama mereka.
__ADS_1
Bersambung...