Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Terlanjur


__ADS_3

Setelah merasa puas menghajarnya dan melihat mereka tidak lagi bangkit, Kenzo berlari mendekati Nasywa. Ia memeluknya sesaat dan menyuruhnya masuk ke mobil.


Di dalam mobil Nasywa baru merasakan dingin yang luar biasa. Begitupun dengan Kenzo yang baru menyadari jika Nasywa hanya mengenakan tanktop crop yang tidak menutup sempurna tubuhnya.


Kenzo jadi merasa bingung karena kemeja dan jaket yang ia kenakan pun basah kuyup.


"Nasywa kamu kedinginan?"


Dengan kedua tangan menyilang menutupi tubuhnya. Nasywa menganggukkan kepalanya. Sementara bibirnya terlihat pucat dan bergetar. Namun Kenzo tidak bisa berbuat apapun kecuali memintanya bertahan hingga mereka sampai di apartemen.


"Bertahanlah... Kita akan segera sampai," ucap Kenzo yang melihat Nasywa semakin menggigil kedinginan.


Setelah menempuh perjalanan lebih dari tiga puluh menit, Akhirnya Mereka sampai di Apartemen yang terletak di pusat kota.


Kenzo bergegas membuka pintu mobil dan menitah Nasywa masuk ke Apartemennya yang memiliki 4 kamar tidur. Begitu luas mengingat Kenzo hanya tinggal seorang diri.


"Tunggulah di sini, Aku akan mengambilkan handuk untuk mu."


Nasywa mengangguk dan melihat seluruh isi sudut kamar yang lengkap dengan fasilitas serba putih. Persis sesuai impian yang ia rancang bersama Kenzo saat mereka masih bersama sebagai sepasang kekasih. Namun semua impian itu telah musnah karena takdir yang tidak mengizinkan mereka bersama.


"Nasywa..."


"Hah!" Nasywa tersentak dari lamunannya.


"Pergilah mandi dengan air hangat, Kamu akan merasa lebih baik," ucap Kenzo sambil memberikan handuk padanya. Namun bukannya mengambil handuk tersebut. Nasywa malah menangis dan langsung memeluk Kenzo.


"Ken... Hiks... Hiks... Hiks..."


"Nasywa..."

__ADS_1


"Aku takut sekali Ken, Aku takut sekali."


Kenzo mendekap erat tubuh Nasywa dan merasa hatinya ikut merasa pilu melihat tangisan wanita yang begitu ia cintai.


"Apa kamu tau Ken, Sebelum Aku lari dari ketiga penjahat itu, Aku susah payah lari dari Bapak tiri ku yang juga ingin memperko'sa ku."


"Apa!" Kenzo yang begitu terkejut langsung mengurai pelukannya menatap Nasywa.


"Apa itu sebabnya kamu lari sampai ke Jakarta?"


"Ya, Aku bersembunyi di sebuah mobil yang mengangkut kerajinan tangan. Dan ketika Aku membuka mata Aku sudah berada di sini. Aku mencoba menghubungi mu, Tapi kamu tidak mengangkat ponsel mu hingga ke-tiga pria itu..." Nasywa tidak bisa lagi melanjutkan ceritanya karena tangisnya yang semakin sesenggukan.


Kenzo kembali mendekap tubuh Nasywa. Ia begitu merasa bersalah karena meninggalkan Nasywa begitu saja dan tak melindunginya hanya karena mereka tidak bisa menikah.


"Seharusnya Aku tidak membiarkan mu sendirian. Ini semua salah ku. Maafkan Aku Nasywa, Maafkan Aku."


menengadahkan kepala menatapnya.


Bibir pucat dan gemetar serta mata yang setengah terpejam membuat Kenzo tak berpikir dua kali untuk melum'at bibirnya.


Luma'tan lembut serta tangan yang mengusap-usap seluruh punggung Nasywa agar membuatnya merasa hangat berhasil membuat Nasywa membalas luma'tannya.


Mendapat balasan dari Nasywa, Kenzo semakin berga'irah dan menjatuhkan tubuh mereka di atas ranjang. Kasur yang empuk membuat keduanya terpental hingga ciu'man itu terlepas.


Keduanya saling menatap sesaat sebelum akhirnya kembali menautkan kembali bibir mereka.


Bukan sekedar luma'tan yang menggairahkan, Kenzo juga mulai berani melilitkan lidahnya dan memainkan lidahnya di dalam rongga mulut Nasywa. Nasywa yang masih terlihat begitu amatir hanya bisa menikmati permainan Kenzo yang nampak begitu lihai.


Seolah lupa jika cinta mereka terhalang oleh takdir. Kenzo semakin berani menurunkan ciuman ke kedua bukit kembar yang menampakkan belahan indahnya.

__ADS_1


Tangan kekar itu meremad bukit indah itu hingga si empunya memekik kecil merasakan sensasi yang baru pertama kali ia rasakan.


"Ken... Ahhh..." suara lembut itu lolos dari bibir Nasywa yang terlihat memejamkan mata menikmati setiap sentuhan yang Kenzo berikan.


Mendengar itu Kenzo semakin bersemangat dan menurunkan tali yang menyangga kedua bukit kembar itu. Dengan rakus Kenzo melahap kedua ujung bukit itu secara bergantian.


Nasywa semakin meliuk-liukkan tubuhnya dengan indah merasakan hangatnya sapuan lidah Kenzo yang semakin terasa membasahi ujung bukitnya. Sementara kedua tangannya meremad-remad rambut Kenzo hingga membuat Kenzo semakin terbenam di kedua bukitnya.


Dengan terus bermain di kedua bukit indah itu. Dengan gesitnya Kenzo membuka celana yang Nasywa kenakan hingga menyisakan pakaian terakhir yang menutupi bagian inti nya. Kemudian ia menurunkan ciu'man nya ke perut, Pusat dan berhenti di bagian intinya. Namun tiba-tiba Kenzo menghentikan aksinya karena mengingat perkataan Bu Hasna yang mengatakan jika mereka tidak bisa menikah. Ia juga mengingat bagaimana ia hampir khilaf dan membuat Nasywa marah dan memintanya berpisah darinya.


Tidak seperti sebelumnya saat di Pulau Cinta, Kini Nasywa nampak kecewa melihat Kenzo yang menghentikan aksinya.


Nasywa pun pun beranjak duduk dan melihat Kenzo yang masih terdiam di antara kedua pa'ha nya.


"Ken..."


"Hah!" Kenzo yang takut Nasywa kembali marah padanya beranjak bangun meraih selimut yang untuk menutupi tubuh Nasywa.


"Maafkan Aku Nasywa, Aku tidak bermaksud melakukannya. Tadi kamu begitu kedinginan, Jadi...."


Nasywa menggenggam pergelangan tangan Kenzo yang sibuk menutupi tubuhnya dengan selimut. Kedua netra itu saling memandang dengan begitu dalam. Hingga pandangan Kenzo teralihkan oleh tangan Nasywa yang membuang kembali selimut itu.


Kenzo menatap Nasywa bingung. Tatapan tajam Nasywa tidak dapat ia artikan hingga kedua tangan Nasywa menangkup kedua pipi Kenzo.


"Dunia ini terlalu kejam untuk ku, Begitu banyak orang yang mengincar tubuh ku. Aku tidak ingin seseorang yang tidak ku kenal merebutnya paksa dari ku, Jikapun Aku harus kehilangannya, Aku lebih rela jika pria yang ku cintai yang merenggutnya."


Mendengar hal itu Kenzo masih terdiam tak percaya hingga Nasywa sendiri yang meraih tubuh Kenzo hingga menindih tubuhnya.


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2