
Hari yang di nantikan Tania pun tiba. Dengan mengenakan gaun pengantin yang begitu mewah, Tania melangkah anggun menuju lantai bawah dimana pernikahannya dengan Kenzo akan segera di langsungkan.
Seluruh pasang mata tertuju pada Tania, Tak terkecuali Kenzo.
Namun itu hanya beberapa detik karena tatapan mata Kenzo beralih pada Nasywa yang baru datang menggandeng mesra Edward.
"Apa kamu sudah benar-benar melupakan ku Nasywa." batin Kenzo yang tak melepaskan pandangannya.
Melihat tatapan itu membuat Tania kesal dan langsung berjalan menghampirinya. Ia langsung menggandeng tangan Kenzo begitu Nasywa sampai di hadapannya.
"Hai Nasywa, Kamu terlihat lebih bahagia sekarang," ucap Tania yang sengaja memanas-manasi Kenzo.
Nasywa hanya tersenyum tipis dan melirik Kenzo sesaat.
"Tentu, Semoga kalian juga bahagia seperti kami." saut Edward.
"Terimakasih Edward, Tentu kami akan sangat bahagia, Iya kan Ken?"
"Ya." saut Kenzo datar.
Melihat Kenzo yang terus menatap ke arah tangannya. Nasywa melepaskan pegangan tangannya pada Edward. Namun dengan cepat Edward kembali menarik tangan Nasywa untuk kembali menggandengnya. Hal itu membuat Kenzo tidak tahan dan menarik tangan Tania untuk segera melangsungkan pernikahannya.
"Kami tinggal dulu, Penghulu sudah datang," ucap Kenzo yang langsung pergi dari hadapan mereka.
Nasywa terdiam menatap punggung Kenzo yang terus menggenggam tangan Tania. Meskipun kini ia sudah cukup bahagia dengan pernikahannya. Namun hati kecilnya masih tersisa kenangannya bersama Kenzo.
"Saudara Kenzo, Apakah Anda sudah siap?" tanya Pak Penghulu.
"Ya." saut Kenzo singkat.
"Saudari Tania?"
"Ya."
"Bismillahirrahmanirrahim... Saya nikahkan dan saya kawinkan..."
__ADS_1
"Taniaaaa!" ucapan Pak Penghulu terhenti saat Ibunda Tania berteriak dan berlari ke arah Tania yang hampir terjatuh dari kursinya.
Kedua keluarga menjadi merasa panik melihat kondisi Tania yang kini terlihat begitu pucat.
"Ada apa dengan mu sayang? Sebelumnya kamu terlihat baik-baik saja?"
"Aku tidak papa Moms, Suruh penghulu melanjutkan pernikahannya."
"Tapi kamu terlihat tidak sehat?" tanya Sekar.
"Aku tidak papa Tante, Lanjutkan saja pernikahannya."
Namun baru saja Pak Penghulu membaca basmalah, Tania tidak bisa lagi menahan rasa lemasnya dan tiba-tiba jatuh pingsan hingga membuat Pak Penghulu kembali menghentikan akadnya.
Tak kalah khawatir, Kenzo pun ikut melihat kondisi calon istrinya tersebut.
"Kita bawa ke rumah sakit," ucap Kenzo.
"Tapi pernikahannya?" Tanya ibunda Tania.
"Tante... Bukankah kesehatan Tania jauh lebih penting?"
Nasywa dan Edward melihat kepergian mobil mereka, Meninggalkan pernikahan yang belum sempat di langsungkan begitu saja tanpa menghiraukan tamu yang masih berkumpul.
Dengan batalnya pernikahan Kenzo, Ada sedikit kekhawatiran di hati Edward, Ia menatap sang istri yang masih menatap mobil yang semakin menghilang dari pandangan.
"Apa yang kamu pikirkan Nasywa?"
Pertanyaan itu membuat Nasywa tersentak dan menoleh kearah Edward.
"Apa kamu merasa di untungkan dengan batalnya pernikahan Kenzo dan Tania?"
"Apa yang kamu pikirkan Edward, Bukankah kamu tau, Aku tidak punya hubungan apa-apa lagi dengan Ken?"
"Raga mu memang tidak lagi berhubungan dengan nya, Tapi hati mu siapa yang tau?"
__ADS_1
Nasywa terdiam dan mengejar Edward yang pergi meninggalkannya.
Sementara di rumah sakit, Kenzo langsung menemui Dokter yang menangani Tania. Meskipun ia tidak mencintai Tania. Namun Kenzo cukup punya hati untuk mengetahui kondisi Tania yang tiba-tiba jatuh pingsan padahal sebelumnya terlihat begitu sehat.
"Bagaimana keadaannya Dok?"
"Jangan khawatir Tuan, Hal ini biasa terjadi pada ibu hamil di trimester pertama."
"Apa! Hamil?"
"Loh memangnya, Nyonya Tania belum memberitahukan kepada?"
Dengan perasaan yang masih tak percaya, Kenzo hanya menggelengkan kepalanya.
"Padahal saya sudah menyarankan untuk segera memberitahukan kepada Anda, Karena kadar gula darah rendah dan bisa membuatnya merasa pusing dan tiba-tiba pingsan."
"Jadi sebelumnya dia sudah periksa kemari?"
"Ya, Kebetulan saat dia memeriksakan kandungannya saya yang menanganinya."
"Mungkinkah secepat itu." batin Kenzo yang meragukan kehamilan Tania.
"E... Dokter, Berapa usia kehamilannya?"
"Sepuluh minggu lebih."
"Sepuluh minggu?"
"Benar Tuan."
"Ini tidak mungkin, Kami melakukannya baru sebulan yang lalu." batin Kenzo.
"Maaf, Saya jadi merusak rencana kejutan yang akan Nyonya Tania berikan pada Anda, Tapi ini ke-tiga kalinya Nyonya Tania pingsan, Sehingga saya merasa perlu untuk menyampaikan ini pada Anda."
"Ya tidak masalah, Terimakasih."
__ADS_1
Setelah Dokter pergi, Kenzo masuk ke ruangan dan melihat Tania yang masih belum sadarkan diri.
Bersambung...