Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Dua Pilihan


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Tania kembali ke apartemen Kenzo.


Ia memang sudah menyiapkan rencana cadangan jikalau pada akhirnya Kenzo mengetahui jika bayi yang ia kandung bukanlah darah dagingnya. Dengan penuh percaya diri Tania mengetuk pintu apartemen Kenzo yang kebetulan Kenzo juga akan segera meninggalkan Apartemen nya.


"Kau?!"


"Berrani sekali kau kembali datang kemari?"


"Ken, Kamu akan berterimakasih pada ku jika kamu mendengar kabar yang akan ku sampaikan."


Kenzo terdiam mengernyitkan kening menunggu kabar apa yang ingin Tania sampaikan.


"Kamu lihat ini." Tania menunjukkan layar ponselnya.


"Nasywa..." lirih Kenzo.


Namun belum jelas Kenzo melihatnya, Tania langsung mengambil kembali ponselnya.


"Tania, Apa yang terjadi dengan Nasywa?!"


Tania tersenyum smirk melihat Kenzo yang begitu khawatir melihat keadaan Nasywa.


"Akan ku beritahu, Tapi dengan satu syarat."


"Katakan!"


"Nikahi Aku."

__ADS_1


"Hhm! Jangan mimpi!"


"Baiklah kalau begitu bersiaplah melihat Nasywa menderita lebih dari ini!"


"Apa maksudmu? Apa yang sudah kamu lakukan pada Nasywa?!"


"Nasywa tengah mengandung, Dan Edward meragukannya. Ia bersikap sama seperti apa yang kamu lakukan pada ku, Kamu bisa bayangkan betapa sedih dan menderitanya Nasywa jika bayinya tidak di akui oleh suaminya?"


"Bagaimana kamu tau semua tentang ini?" tanya Kenzo penuh selidik.


"Itu tidak penting, Yang jelas kini Nasywa sendirian di rumah sakit, Karena Edward meninggalkannya dengan penuh kemarahan."


Mendengar hal itu Kenzo langsung berlari pergi menuju rumah sakit yang Tania sebutkan.


Sesampainya di sana, Kenzo bergegas menuju ruangan dimana Nasywa di rawat.


"Nasywa..."


Nasywa terkesiap melihat kedatangan Kenzo yang langsung menerobos masuk ke ruangannya tanpa mengetuk pintu terlebih dahulu. Rasa senang sedih dan khawatir bercampur menjadi satu. Terlebih saat Kenzo terus melangkah mendekati nya, Membuat Nasywa semakin merasa tegang di buatnya.


"U-untuk apa kamu keaini Ken?"


"Apa yang terjadi dengan mu Nasywa, Kamu terlihat begitu menyedihkan?"


Mendengar pertanyaan Kenzo membuat tangis Nasywa pecah dan langsung memeluknya.


"Ken... Edward meragukan ku, Dia meragukan anak ini." tangisnya.

__ADS_1


"Bagaimana bisa dia meragukan mu, Berapa usia kehamilan mu?" tanya Kenzo yang juga merasa penasaran bayi siapa yang tengah Nasywa kandung.


"Tujuh minggu dua hari, Lebih tua dari usia pernikahan kita, Maka dari itu dia meragukan bayi ini dan menganggap ini bayi mu."


"Andai saja Nasywa, Andai saja itu benar, Aku akan sangat bahagia," ucapan itu hanya sampai di tenggorokan Kenzo tanpa berani mengucapkannya.


"Ken... Jika ini bayi mu, Pasti usia kehamilan ku sudah lebih dari tiga bulan, Tapi Edward tidak mau mendengar penjelasan ku sama sekali, Dia menuduhku melakukan itu kembali setelah Aku menikah dengan nya."


"Nasywa, Ikutlah dengan ku, Kita tinggalkan semua ini dan memulai hidup baru tanpa ada orang yang mengenal kita?"


Nasywa tertegun sejenak mendengar apa yang Kenzo katakan. Rasanya ia sudah terlalu lelah menghadapi dunia yang terlalu kejam padanya.


Kenzo yang membungkuk sembari menangkup kedua sisi pipi Nasywa menganggukkan kepalanya menunggu kata iya keluar dari Nasywa. Namun belum sempat Nasywa menjawabnya, Mereka di kagetkan oleh suara pintu yang terbuka.


Secara berbarengan, Kenzo dan Nasywa menoleh ke arah pintu. Mereka yang melihat kedatangan Edward langsung mengikis jarak satu sama lain.


Kenzo mengepalkan kedua tangannya melihat Edward yang telah menyengsarakan Nasywa. Ingin rasanya ia langsung menghajar sahabatnya itu. Namun Nasywa menggelengkan kepala dan menghentikan langkahnya.


Sementara Edward dengan sikap tenangnya mendekati Nasywa, Tanpa mempedulikan kehadiran Kenzo. Ia meraih tangan Nasywa dan memintanya pulang bersamanya.


"Maukah kamu memaafkan dan pulang dengan ku?"


Nasywa merasa bingung dengan sikap Edward yang tiba-tiba berubah. Kemudian Nasywa menatap Kenzo yang juga mengajaknya pergi meninggalkan semuanya, Melepaskan segala penderitaan yang ia alami tanpa mempedulikan aturan aga'ma dan budaya.


Kini secara terang-terangan Kenzo dan Edward sama-sama mengulurkan tangannya menunggu Nasywa memilih diantara keduanya, Membuat Nasywa semakin bingung memutuskan dengan siapa ia akan pergi


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2