Cinta Yang Haram

Cinta Yang Haram
Hamil


__ADS_3

Perlahan Tania membuka matanya, Samar-samar ia menatap langit-langit ruangan sembari memegangi kepalanya yang terasa begitu berat. Di lihatnya sang ibunda yang nampak begitu khawatir dengan keadaannya.


"Tania..."


"Moms..."


"Bagaimana keadaan mu sayang?"


Tania terdiam dan mengingat apa yang terjadi sehingga sekarang ia berada di rumah sakit. Melihat hanya kedua orang tuanya yang mendampinginya. Tania langsung panik dan menanyakan keberadaan Kenzo.


"Kenzo di mana Moms?!"


"Sayang, Kenzo sudah pulang, Dia telah membatalkan pernikahannya."


"Apa?!" Tania yang mendengar langsung menyingkap selimut yang menutupi tubuhnya. Kemudian ia mencoba turun dari ranjang. Namun niatnya itu di halangi oleh ibunya.


"Kamu mau kemana Sayang, Kamu belum pulih?"


"Aku harus menemui Kenzo Moms, Dia tidak boleh lari dari tanggung jawab, Dia harus menikahi ku!" tanpa mempedulikan kedua orang tuanya, Tania berlari meninggalkan ruangan. Ia menghentikan taksi setelah beberapa meter dari rumah sakit. Kemudian ia menyuruh supir taksi untuk mengantarnya ke apartemen Kenzo.


Sesampainya di apartemen Kenzo. Tania langsung menerobos masuk begitu asisten rumah tangga Kenzo membukakan pintu untuknya.


"Kenzo... Kenzo..." pekik Tania yang langsung masuk ke kamar Kenzo.


Kenzo yang tersentak dari lamunannya, Langsung melangkah mendekati Tania.


"Lancang sekali kamu masuk ke kamar ku tanpa mengetuk pintu!"

__ADS_1


"Maafkan Aku Kenzo, Tapi Aku harus segera memastikan apa benar kamu membatalkan pernikahan kita?"


"Kamu dengan tidak tau malunya masih berani mempertanyakan itu?"


"Ken...!"


"Jika kamu masih memiliki rasa malu maka pergilah dari sini karena Aku tidak sudi menikah dengan penipu seperti mu!"


"Kau harus tetap menikahi ku Ken, Karena jika tidak..."


"Jika tidak apa?! Pergilah dari sini Tania! Aku benar-benar merasa muak dengan mu!" tanpa mau mendengar apa yang coba ingin Tania katakan. Kenzo langsung menyeret tangan Tania dan menghempasnya dengan kasar keluar dari apartemennya.


Tanpa memberinya kesempatan lagi Kenzo membanting pintu dengan begitu kerasnya.


Tania yang belum menyerah, Kembali berlari ke dekat pintu dan kembali menggedor-gedor pintu tersebut. Namun Kenzo yang langsung ke kamarnya tidak lagi mendengar ancaman yang Tania lontarkan.


"Baiklah Ken, Jika ini yang kau inginkan. Maka bersiaplah melihat Nasywa menderita!"


Perlahan Nasywa membuka mata dan melihat Dokter yang tersenyum ramah padanya.


"Selamat malam Nona, Apa yang Anda rasakan saat ini?"


"Aku.... Aku hanya merasa lemas Dok, Memang apa terjadi dengan ku Dok?"


"Tidak ada yang perlu di khawatirkan, Kondisi seperti ini wajar terjadi pada trimester pertama kehamilan."


"Apa? Hamil?!"

__ADS_1


"Benar Nona dan di lihat dari pemeriksaan Ultrasonografi


saat ini usia kehamilan Anda berusia 7 minggu, 2 hari."


Nasywa yang mendengarnya tersenyum bahagia, Rasanya sudah tidak sabar memberitahukan kabar ini kepada Edward sang suami.


Sementara Dokter yang sudah menyelesaikan pekerjaannya keluar dan berganti dengan Edward yang menjenguknya.


Melihat Edward datang, Nasywa semakin tersenyum lebar dan ingin segera menyampaikan kabar kehamilannya.


Hingga pada saat Edward sampai ke hadapannya, Nasywa langsung meraih tangan Edward dan mengabarkan kabar kehamilannya dengan sangat antusias.


"Edward... Apa Dokter sudah menyampaikannya pada mu?"


Edward hanya mengedipkan kedua matanya sesaat untuk mengiyakan pertanyaan Nasywa.


"Aku tidak menyangka ini Edward, Kita akan di anugerahi kepercayaan secepat ini, Kita akan segera memiliki momongan."


"Ya kamu benar, Aku juga benar-benar tidak menyangka akan secepat ini, Padahal kita menikah belum genap satu setengah bulan."


Mendengar hal itu Nasywa yang sebelumnya terlihat begitu bahagia, Langsung terdiam menatap Edward.


"Apa maksud mu mengatakan ini?"


"Sebelum kita melakukannya kamu juga menemui Kenzo kan?"


Mendengar pertanyaan itu, Nasywa semakin tergagap.

__ADS_1


Ia tidak bisa mengelak dari pertanyaan Edward karena itulah kenyataannya.


Bersambung...


__ADS_2