
“Ish galak banget sumpah!” teriak Rio dari bawah tangga.
Reo hanya berjalan santai tanpa memperdulikan adiknya yang sedang kesakitan akibat dilempari sepatu oleh Reo.
Ia masuk kedalam kamarnya setelah ia sampai didepan pintu berwarna putih. Reo melepas seragam sekolahnya yang kini tinggal menyisakan boxer dan kaos putih pendek.
Reo duduk di sofa yang ada didekat kasur lalu membuka ponsel untuk melihat-lihat takut ada pesan penting dari ayahnya. Terlihat banyak pesan masuk dan ada nama ‘Tante Camila’ disana. Reo mengerutkan dahi lalu melihat pesan itu.
“Reo, kata Kani kamu udah ngerusakin hpnya dan ganti rugi ya? Kok belum juga?”
Reo langsung menepuk kasar jidatnya karena selalu lupa untuk beli handphone Kani.
Reo bergegas masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan diri.
Tak butuh waktu satu abad untuk menunggunya selesai mandi, Reo langsung pergi kebawah menuruni tangga untuk pergi ke toko handphone yang terkenal di kotanya.
“Mau kemana lo? Rapih amat kayak yang mau kencan?” tanya Rio ketika Reo melewati ruang tamu.
“Beli hp.” Jawab Reo sambil berjalan santai.
“Gue ikut!” Rio langsung lari ngikutin langkah Reo yang kini sedang berjalan dengan santai.
“Gue bakal pake motor.” Ucap Reo. “Terus?”
“Jijik gue.” Jawab Reo.
“Mobil gue nganggur kok! Lo bisa pake itu.” Tawar Rio, Reo mengangguk.
“Mana kunci mobilnya?” tanya Reo. Rio merongoh sakunya lalu mengambil kunci mobil dan memberikannya ke Reo.
Reo menerimanya lalu melanjutkan perjalanannya yang sempat terhenti itu dan diikuti oleh Rio dibelakang.
~~
Serira berjalan–jalan di mall dengan Kani setelah pulang sekolah. Mereka sengaja tidak pulang terlebih dahulu karena tadi sekolah dibubarkan sebelum waktu yang ditepatkan sehingga orang tua mereka tidak akan khawatir karena mereka tidak pulang tepat waktu.
Sebenarnya mereka ke mall hanya ingin mengadem saja, dan Kani juga ingin membeli beberapa buku novel untuk stok kegabutannya tanpa handphone.
Serira berjalan santai mengikuti langkah Kani yang sudah berjalan lebih dulu. Melihat kiri kanan, ada banyak orang yang sedang berjalan kesana–kemari mengikuti tujuan mereka. Sampai langkahnya terhenti ketika Kani juga terhenti.
“Kenapa Kan?” tanya Serira kepada Kani yang sedang melihat ke arah
kanannya.
Serira mengikuti tatapannya dan terkejut melihat Rio sedang menghampiri mereka.
Sebenarnya Serira tidak tahu pasti itu Rio atau Reo. Tapi dari ekspresi wajahnya ketika melihat Kani itu sangatlah ceria, sehingga meyakinkan Serira bahwa itu bukan Reo.
__ADS_1
“Kan lo juga lagi ngadem ya di sini?” tanya Rio.
“Iya Kak, sambil nyari buku novel juga.” Jawab Kani.
“Wah! Novel ya?” Kani mengangguk.
“Gue ikut boleh?” tanya Rio kembali.
“Boleh dong Kak!” jawab Kani dengan seru.
“Oke! Hay—“
“Lo masih mau disini atau balik?” tanya seseorang dengan suara khasnya.
Mereka semua melirik ke arah belakang dan mendapatkan Reo yang sedang menatap datar ke arah mereka semua. Serira langsung membalikkan badan kembali dan menahan nafas untuk beberapa detik agar mukanya tidak memerah untuk saat ini.
“Gue mau beli novel dulu buat Ririn bentar!” seru Rio.
“Lo beli sendiri, gue mau balik duluan.” Ucap Reo membalikkan badannya.
“Eh! Jangan tinggalin gue dong! Kalo lo balik gue sama siapa?” seru Rio sambil menahan kepergian Reo.
Tak ada sautan untuk beberapa saat.
“Disini juga ada Serira loh Kak! Masa lo nggak mau pdkt?”
Serira membalikkan badannya dan berusaha tersenyum walau kaku kepada Reo yang sedang menatapnya sangat datar.
“Lo masih alergi panas?” tanya Reo dengan polosnya.
“Alergi panas?” ucap kembali Rio.
“Kapan lo punya alergi panas Ra?” tanya Kani membuat muka Serira makin memerah.
“Disini perasaan adem deh Ra, kok alergi lo bisa kambuh?” tanya Rio.
“Em—i—itu kak—ak—aku,”
“Jadi nggak nih ikut ke toko bukunya? Kita lagi buru–buru.” Ucap Kani yang membantu Serirs menyelesaikan permasalahan absrak itu.
“Jadi dong! Kak ikut bentar ya! Bentar doang.” Pinta Rio kepada kakaknya. Reo menghembuskan nafas kasar lalu mengangguk.
Semua langsung tersenyum senang dan hendak melangkah menuju tempat para buku dijajarkan, namun tiba–tiba Reo menghela.
“Ini hp lo.” Ucap Reo kepada Kani sambil menyondorkan sebuah paperbag kecil.
Terlihatnya senyuman senang dari wajah Kani. Kani langsung mengambil paperbag yang diberikan Reo lalu membuka isinya.
__ADS_1
“Hah? Lo beli iP 11 itu buat Kani? Gue kira buat lo sendiri.” Seru Rio yang membuat Serira dan Kani terkejut.
Dan benar saja, ketika isinya dibuka, tergambar jelas hp iP 11 yang baru saja keluar beberapa bulan yang lalu.
“Makasih.” Ucap Kani yang duluan pergi masuk kedalam toko buku.
Serirs melirik kaku kepada kakak kelas yang melihat kepergian Kani begitu saja. Tak lama, ia menyusul Kani dengan langkah sedikit lebih cepat.
~~
Reo mengelap bibirnya menggunakan tisu setelah selesai melakukan kegiatan makan. Semua anggota keluarganya pun melakukan hal yang sama seperti
Reo.
Dan biasanya, mereka melakukan breafing sebentar untuk mendekatkan hubungan atau sekedar interaksi antara keluarga. Itu bisa di bilang tradisi sih bukan kebiasaan.
“Ri, Re, gimana sekolah kalian? Ada cerita menarik nggak?” tanya Putra membuka pembicaraan.
“Ada!” seru Rio, Reo memutar mata malas. Pasti Rio akan menceritakan hal receh seperti biasanya.
“Apa?” tanya Putra kembali. Rio melirik ke arah Reo membuat Reo ngerutin kening.
“Kakak punya pacar Yah!” Reo ngebelakkin mata sempurna pas Rio ngomong begitu kepada Putra. Reo langsung bangkit dan menarik rambut Rio yang ada disebrang meja makan dari Reo. Namun sialnya, Rio langsung menghindar sehingga serangan Reo tidak mengenai sasaran.
“Eh! Re! Siapa Ri? Pacar kakak kamu?” tanya Putra. Reo memutar mata malas.
“Kamu punya pacar Reo?” Jessica membuka suara membuat suasana sedikit horor.
“Nggak, Mah.” Jawab Reo seadanya. Jessica melirik ke arah Rio dengan tatapan yang sudah biasa gue lihat.
"Pasti kamu kan Rio, yang punya pacar?" tanya Jessica menggoda Rio.
"Ih nggak, Ma. Masa iya aku pacaran." Bela Rio mengalihkan pandangan.
"Halah, ayah tau kamu lagi suka sama cewek. Keliatan banget tuh dari muka kamu." Sambung Putra ikut menggoda anaknya.
"Ih kenapa jadi ke Rio, orang jelas-jelas kakak yang lagi dideketin sama cewek jadi salahin kakak tuh." Ketus Rio mulai bete.
"Halah gitu aja marah kamu. Terus selama ini kamu deket sama Ririn tuh sebatas teman?" tanya Jessica dengan menggoda.
"Iya lah, Mah. Masa iya aku."
"Yaudah bagus, kamu cari cewek lain aja buat kehidupan kamu jangan Ririn." Jelas Jessica membuat Rio sedikit tersinggung.
"Kenapa, Mah?" tanya Rio.
"Nggak pantes."
__ADS_1