Cold Boy

Cold Boy
Tiga Puluh Empat


__ADS_3

Reo


"Mama pulang aja, Reo bisa sendiri." Ucap gue ngelihat mama yang udah kecapean.


"Mama telepon Rio, ya?" balas mama. Gue menggeleng.


"Dia kan lagi jalan sama Ririn, nggak usah di ganggu, Mah." Jawab gue menolak.


"Nggak ada yang nungguin kamu, Reo. Mama khawatir." Jelas mama.


"Reo nggak bakal mau apa - apa kok, Mah. Cuman butuh hp doang." Balas gue.


"Yaudah mama kasih hp. Tapi kalo ada apa - apa kasih tau mama, ya?"


"Iya, Mama. Reo kabarin nanti." Jawab gue.


"Oh! Rira aja ya suruh ke sini?" saran mama. Gue menggeleng lagi.


"Dia juga pasti lagi jalan - jalan, Ma. Nggak usah di ganggu." Jawab gue.


"Yaudah deh. Kalo gitu mama pulang ya. Assalammu`alaikum." Pamit mama.


"Wa`alaikumsalam." Jawab gue sambil nyalamin tangan mama. "Hati - hati di jalan ya, Mah."


"Iya sayang. Dah."


Mama pun keluar dari ruangan.


Gue aktivin hp gue dan buka aplikasi instagram.


Gue lihat Serira bikin instastory dan langsung gue lihat.


Di sana ada foto sama boomerang dia yang nunjukin kalo sekarang dia lagi main sama Kani, seperti tebakan gue sebelumnya.


Lagian mana ada orang mau libur sekolah diem aja di rumah.


Gue lanjutin instastory itu ke akun Lea, dan sama kayak Rira, dia juga lagi main.


Gue hanya meratapi nasib yang jalan aja belom bisa karena patah.


Dari pada gue bersedih gara - gara nggak bisa main keluar, gue mencoba menghilangkan kegabutan gue dengan bermain game di hp.


Game yang mungkin bisa ngoilangin kejanuhan gue.


Gue main ff biar ada tantangannya sedikit, bukan main cacing.


Gue match solo dan hanyut dalam permainan.


Serira


"Puas nggak, Ra?" tanya Kani.


"Puas banget, Kan! Nanti kita gini lagi ya?!" jawabku sambil mengajak kembali.

__ADS_1


"Hayu." Jawab Kani.


Aku tersenyum senang sambil melihat hp.


Tanpa aku sadari, ada dua pesan dari nomor asing yang belum aku lihat.


Tanpa menunggu lama, aku langsung melihat isi pesan itu kemudian membacanya.


'Rira, ini Tante Jessica. Tante mau minta tolong sama kamu buat jagain Reo sebentar ya? Soalnya tante mau urus pekerjaan rumah dulu nih.'


'Kalo nggak bisa nggak papa kok. Tante cuman nawarin aja. Makasih Rira.'


Aku langsung terhenti dari jalanku yang di ikuti dengan Kani.


"Kenapa, Ra?" tanya Kani. Aku melirik ke arah Kani.


"Aku di suruh jagain kak Reo sama mamanya, Kan." Jawab ku.


"Owh, yaudah ayo, aku anter." Ucap Kani. Aku menggeleng.


"Nggak usah, Kan. Aku ke sana sendiri aja. Mama kamu juga pasti udah nugguin kamu loh!" balas ku.


"Iya juga sih, tapi mending aku yang nganter kamu, Ra, biar aku nggak khawatir sendiri." Tegas Kani.


"Yaudah deh, kalau gitu aku di anter kamu." Jawab ku pasrah.


"Yaidah ayok, ke mobil aku." Ajak Kani yang berjalan terlebih dahulu. Aku pun berjalan mengikutinya.


^^^


"Iya, Kani. Sahabatku, aku bisa sendiri kok. Lagian ntar pulangnya juga aku bakal di jemput sama kak Leo." Jelasku, Kani mengangguk.


"Yaudah kalo gitu aku duluan ya. Bye." Pamit Kani melambaikan tangan.


"Iya, bye!" balas ku yang ikut melambaikan tangan juga.


Tak lama dari itu, Kani meninggalkan halaman rumah sakit.


Aku yang sudah tidak melihat keberadaan mobil Kani langsung angkat kaki untuk masuk ke dalam gedung rumah sakit.


Aku berjalan menuju ruang kak Reo yang sudah ku hafal letak keberadaannya.


Sambil berjalan juga aku melihat beberapa orang yang berlalu lalang untuk menjenguk atau pun menemani pasiennya.


Tak butuh waktu yang lama untuk aku menempuh perjalanan ke kamar kak Reo, hingga akhirnya aku sampai di ruangannya.


Aku mengetuk pintu itu dan terdengar jawab dari dalam, yaitu "Masuk."


Perlahan aku membuka pintu itu dan langsung melirik ke arah ranjang dan melihat keberadaan kak Reo seorang diri yang sedang bermain hp.


Aku memasuki ruangan itu dan mendekati ke arah ranjang kak Reo.


"Kakak lagi main apa?" tanya ku sambil melihat ke arah hp yang sedang di pegang oleh kak Reo.

__ADS_1


Tak ada sautan dari kak Reo.


Aku pun melirik ke arah kak Reo yang ternyata sedang memperhatikan ku.


"Lo? Ngapain kesini?" tanya kak Reo. Aku tersenyum.


"Kata mama kak Reo, kak Reo sendirian di rumah sakit, jadi aku langsung otw deh ke sini, hehe." Jelas ku.


"Gue udah bilang ke ibu gue nggak usah masih tetep aja." Balas kak Reo, aku mengerutkan dahi.


"Emang kenapa, Kak?" tanya ku. Kak Leo melirik kembali.


"Tadi kan lo lagi main, pasti ke ganggu gara - gara gue kan?" tanya balik kak Reo.


"Nggak kok, Kak! Aku pas lihat pesan tante juga sedikit telat, jadi aku bacanya pas aku udah waktu mau pulang, jadi nggak ngeganggu sama sekali deh." Jelas ku kembali agar tidak terjadi kesalah pahaman.


"Bener?"


"Bener, Kak. Buktinya aku di sini." Ucap ku. Kak Reo mengangguk.


"Yaudah kalo gitu."


Aku duduk di sebelah kak Reo dan membuka tas ku.


"Kak Reo, aku bawa oleh - oleh." Ucapku, kak Reo mematikan hpnya dan melirik ke arah ku.


"Oleh - oleh apa?"


"Ini! Aku bawa cupcake buat kak Reo, rasa vanila! Kak Reo suka kan?" tanya ku kembali sambil membuka tutup dari cupcake itu.


"Mau apa pun dari lo, gue bakal tetep suka." Jawab kak Reo, aku pun tersenyum senang sakaligus malu.


"Ini, Kak, udah aku bukain." Ucapku memberikannya ke kak Reo.


"Suapin dong." Pinta kak Reo dengan wajah menggoda.


Aku pun menunduk malu.


"Kok lo malah malu?" tanya kak Reo.


"Abis kan ini pertama kalinya kakak minta itu." Jawab ku. Kak Reo pun terkekeh.


"Bakal di kabulin nggak kalo pertama?" tanya kak Reo kembali. Aku mengangkat kepala dan mengangguk semangat.


"Yaudah kalo gitu suapin sebelum mati kelaparan."


Aku terkekeh pelan dan langsung mengambil sesendok cupcake dan menyuapinya ke mulut kak Reo.


"Enak, Kak?" tanya ku.


"Enak."


"Kakak suka nggak?" tanya ku kembali.

__ADS_1


"Suka buat yang nyuapinnya."


__ADS_2