
"Gimana, Kan?" tanya Serira melihat Kani yang baru beres mengchatting Vania dan Fanya itu.
"Mereka ikut, Ra, cuman jangan terlalu malam." Jawab Kani, Serira tersenyum senang.
"Yaudah, yuk! Siap - siap." Ajak Serira yang langsung di ikuti oleh Kani.
"Kamu duluan yang mandi, Ra. Aku siapin baju dulu." Ujar Kani.
"Sip, sekalian yang aku ya, hehe." Balas Serira.
"Iyaa." Jawab Kani sambil membuka lemari pakaiannya.
Rira mengacungkan jempolnya senang lalu pergi berlari menuju kamar mandi milik Kani yang berada di dalam kamarnya itu.
Kani memilih beberapa baju yang ia punya. Yaitu sebuah hodie berwarna maroon dengan levis berwarna hitam. Tak lupa skechers maroon yang baru saja ia beli bersama ibunya minggu lalu.
Setelah selesai menyiapkan baju untuk dirinya sendiri, Kani pun membuka tas Serira untuk menyiapkan bajunya.
Ia mengeluarkan kaos putih pendek dan jeans biru kemudian mengeluarkan jaket biru yang selalu Serira pakai kemana - mana juga.
Setelah selesai menyiapkan keduanya, Kani langsung mengambil baju miliknya dan berniat untuk mandi di kamar mandi yang berada di dekat dapur.
Ia keluar dari kamar dan menutup pintu itu lalu berjalan turun menuju kamar mandi dapur.
Butuh waktu sekitar setengah jam Serira menghabiskan waktunya di kamar mandi, akhirnya dia keluar dan sudah lengkap dengan baju yang tadi siapkan karena Serira sempat keluar setelah beres mandi.
Ia mengeringkan rambutnya dengan handuk sambil duduk di meja rias Kani yang berhadapan langsung dengan jendela.
Tak lama dari itu, Kani pun datang dengan keadaan yang sudah siap juga.
"Udah beres, Ra?" tanya Kani.
"Udah, aku tinggal keringin rambut." Jawab Serira.
"Itu, hairdryernya ada di laci bawah. Pake itu aja biar cepet." Ujar Kani, Serira pun langsung mengambil benda yang Kani maksud.
Ia menyalakan hairdryer itu dan mulai mengarahkan anginnya ke rambut panjangnya.
"Kamu kok udah kering, Kan?" tanya Serira yang melihat Kani sudah siap total.
"Tadi aku keringin rambut di kamar mama aku, biar cepet." Jawab Kani, Serira hanya mengangguk singkat dan melanjutkan kegiatannya.
"Kamu nggak bawa tas kecil, Ra?" tanya Kani.
"Ohiya, Kan! Aku lupa!" seru Serira yang baru ingat bahwa dia hanya membawa tas besar untuk bajunya.
"Yaudah, pake yang aku aja." Ujar Kani, ia pun memilih beberapa tas kecil yang cocok untuk oufit yang di gunakan oleh Serira saat ini.
"Biru, item, apa putih?" tawar Kani, Serira pun berfikir sambil mencocok - cocokannya dengan pakaian yang ia pakai.
"Aku pakai sepatu item, jadi tanya item aja." Jawab Serira, Kani pun menyimpan tas hitam itu di kasur lalu mengembalikan yang lainnya.
Drrt drrt
"Hallo?" panggil Kani.
*"Kan, kita udah otw mall nih, kamu dimana?" *tanya Fanya dari sebrang.
"Oh, iya Fan, kita otw bentar lagi." Balas Kani.
__ADS_1
"Oke, aku tunggu di Starbucks ya."
"Oke."
Fanya pun mematikan sambungannya.
"Ayo, Ra." Ajak Kani sambil mengambil tasnya.
"Gas kuy."
^^^
Seluruh siswa dan siswi kelas dua belas akhirnya telah meyelesaikan try out di hari kedua.
Mereka semua memilih untuk langsung pulang ke rumah dan belajar untuk mempelajari pelajaran yang akan di ujikan besok harinya. Begitu pun dengan Reo and the gang.
"Gue duluan." Pamit Vans yang membonceng Johan di motornya.
"Tumben, Jirt, si Vans mau nganter lo pulang." Nyinyir Exel.
"Mau modus biasa." Balas Johan.
"Oh, gitu." Ucap Tio.
Karena terlalu malas untuk menghadapi bullying yang sedang Vans hadapi itu, ia langsung menancapkan gasnya dan pergi dari hadapan mereka semua.
"Gue duluan juga ya, Re, Yo." Pamit Exel.
"Yoi." Jawab Tio.
"Hati - hati." Sambung Reo.
"Ayo, Re, bareng." Ajak Tio.
"Duluan aja, satu arah juga nggak." Jawab Reo.
"Hehe, gue kan nggak mau ninggalin lo kayak yang lain." Ucap Tio.
"Nggak apa, gue ada urusan bentar." Balas Reo sambil membawa hpnya.
"Oke, deh. Gue duluan." Pamit Tio yang langsung di balas oleh Reo. Ia pun melajukan motornya dan pergi meninggalkan Reo.
Drrt drrt
"Hallo, Re. Lo dimana?" sambut seseorang setelah Reo mengangkat teleponnya.
"Gue di parkiran, lo kesini aja." Tita Reo.
"Oke, gue otw."
Sambungan langsung diputuskan oleh penelpon.
Reo pun menaiki motor besarnya dan memakai helm, lalu menyalakan mesin dan melajukan motornya ke depan parkiran.
"Re!" panggil seseorang, Reo pun menengok.
"Gue nggak bawa helm." Ucap Reo.
"Nggak apa, lo trobos aja kalau ada polisi." Ujar Ririn yang di respon delekan dari Reo.
__ADS_1
"Abis dari mall langsung ke rumah lo kan?" tanya Reo ketika Ririn sudah berada di atas motornya.
"Iya, langsung pulang. Ayo jalan." Jawab Ririn sambil menepuk pelan pundak Reo.
Reo pun langsung menginjak gigi motornya dan berlaju pergi menuju mall yang ada di dekat sekolahannya.
^^^
Serira dengan Kani kini sudah sampai di tempat yang akan ia jelajahi untuk bermain hari ini.
Kani menyalakan hpnya dan menghubungi Fanya untuk bertanya apakah keberadaanya masih di tempat terakhir dia kabari.
"Masih di Starbucks, Fan?"
*"Iya, Kan, sini minum dulu bentar." *Jawab Fanya.
"Otw." Balas Kani yang langsung mematikan teleponnya dan berjalan menuju Starbucks bersama Serira.
Tak butuh waktu lama untuk mereka menempuh jalan menuju Starbucks, akhirnya Kani dan Serira bertemu dengan Fanya yang sedang bersama dengan Vania.
"Vania!" panggil Serira yang langsung mendekatinya.
"Rira!" balas Vania yang langsung membuka tangannya untuk berpelukan.
"Lama banget nggak ketemu!" seru Serira.
"Iya, kayaknya setahun yang lalu." Sambung Vania.
"Yah, kumat deh lebay mereka." Ledek Fanya, Kani terkekeh pelan.
"Haha, bercanda doang yekan, Van."
"Iya. Nih, kalian mau pesen apa biar aku yang bayar." Tawar Sania.
"Eh, jangan dong, kan aku yang ajak kalian main, jadi aku yang bayar." Sela Kani.
"Buat minum nggak apa kali. Udah sana pesen aja." Titah Vania.
"Makasi Vania!" seru Serira kembali.
"Oke, Ra."
Serira dengan Kani pun pergi bersama menuju para barista untuk memesan minuman yang akan mereka pesan.
"Kamu mau pesen apa, Ra?" tanya Kani, Serira melirik.
"Aku nurutin kamu aja, Kan. Aku jarang minum disini." Jawab Serira. Maklum, anak irit minumnya teh sisri.
"Yaudah mbak aku pesen.."
Selagi Kani memesan, Serira melihat pajangan - pajangan kue yang berada di hadapannya itu.
Ia juga sempat melihat keluar toko karena toko yang sedang ia kunjungi ini di lapisi kaca, sehingga bisa melihat keadaan luar.
Begitu ia melihat ke arah luar, Serira menangkap seorang lelaki bersama perempuan yang dari jauh saja sudah ia kenali style annya.
Serira langsung menyipitkan matanya dan mendekati pandangan itu untuk melihat jelas apakah yang ia lihat itu benar seperti dugaannya atau bukan.
Ketika Serira melihat semua itu dengan jelas.
__ADS_1
"Kak Reo sama kak Ririn?"