
Serira
Aku membereskan buku - buku ku dan menyimpannya ke dalam tas.
"Ra, mau makan di sini apa di kantin?" tanya Kani.
"Ohiya, Kan. Aku di siapin makan sama mama aku, jadi kita makan di sini aja ya?" jawabku.
"Yaudah, tapi anter aku dulu beli makan ya, nggak bawa makan aku." Balas Kani.
"Oke. Hayu."
Aku dan Kani pergi ke kantin yang tak jauh dari kelas.
Di sekolah kami ada empat kantin. Dan tiga kantin diantaranya itu di pisah untuk kelas sepuluh, sebelas, dan dua belas. Satu lagi kantin umum yang biasa di pakai oleh kariawan sekolah. Tapi bisa juga di pakai oleh murid sekolah.
Makanan di kantin terbesar lebih lengkap dari pada yang lain, namun letaknya yang lumayan jauh dengan letak kelas kami membuat kami malas sendiri ke sananya.
Aku dan Kani memasuki kantin dan mencari warung nasi.
Karena Kani belum sarapan, jadi dia lebih memilih makan nasi.
Aku menunggu Kani di tempat duduk yang tak jauh dari warung nasi dan membuka hp.
Ada satu pesan tak terlihat oleh ku. Aku membukanya dan membaca pesan tersebut.
'Udah di sekolah?'
Aku tersenyum melihat pesan itu karena pesan tersebut berasal dari kak Reo.
'Maaf baru bales, Kak. Aku udah di sekolah kok dari tadi.'
Aku mengirim balasan tersebut dan menenggakan kepalaku karena Kani sudah selesai.
"Ayok, Ra." Ajak Kani.
"Ayo." Balas ku.
Kami pun pergi dari kantin dan berjalan menuju kelas.
"Eh, ada neng Kani." Panggil seseorang.
Aku melirik ke sumber suara sedangkan Kani tetap berjalan acuh.
"Sombong banget ih. Cantik juga." Sautnya lagi.
"Kan, ada yang manggil tuh!" seru ku. Kani melirik ke arah ku.
"Biarin aja, itu setan yang ngomong." Jawab Kani yang masih melanjutkan perjalanan.
"Kok gitu?" tanya ku.
"Nggak penting, Ra." Jawab Kani.
Aku memilih untuk diam dari pada kena amuk Kani.
^^^
Reo
__ADS_1
Gue melirik ke arah nakas yang di sana tersimpan hp gue.
Kedenger notif yang nandain ada pesan masuk.
Sebenernya agak males buat ngeliatnya, palingan grup.
Tapi seingat gue, terakhir itu gue ngachat Serira, mungkin aja baru bisa dia bales sekarang.
Gue buru - buru ambil hp itu dan lihat bahwa emang bener kalo itu adalah balasan dari Serira.
Gue baca balasannya.
'Maaf baru bales, Kak. Aku udah di sekolah kok dari tadi.'
Gue ngetik balesannya dan mengirimnya saat itu juga.
'Belajar yang rajin.'
Gue keluar dari aplikasi WhatsApp dan beralih ke aplikasi game.
Nggak lama dari waktu gue main game, ada balasan lagi dari Rira.
Gue ngelirik ke arah jam dan ternyata ini jam istirahat dia.
Gue liat balasan pesannya dan langsung gue bales lagi.
'Aku selalu rajin kok, Kak.'
'Iya, lanjutin aja istirahat lo, ntar pulang kabarin lagi.'
Gue langsung matiin hp biar dia nggak ngechat - chat gue lagi.
Tok tok tok
"Masuk." Jawab gue sambil ganti - ganti saluran tv.
"Assalammu`alaikum." Ucap seseorang, yang udah gue tau kalo itu adalah mama.
"Wa`alaikumsalam." Jawab gue.
"Reo, gimana keadaan kamu sekarang?" tanya mama, gue tersenyum.
"Baikan kok, Ma." Jawab gue kembali.
"Nggak ada yang sakit - sakit kan?" tanya mama lagi, gue geleng kepala.
"Kalo ada yang sakit bilang ya." Pesan mama.
"Iya, Ma."
Mama nyimpen barang - barangnya dan ngeberesin beberapa barang yang berantakan.
"Ma, Reo kapan pulang?" tanya gue yang udah jenuh diem di rumah sakit.
Mama ngelirik ke arah gue dan mendekati gue.
"Dokter bilang, sebulanan lagi kamu udah bisa pulang. Yang sabar ya." Jawab mama ngelus kepala gue.
"Iya, Ma."
__ADS_1
Gue kembali lagi ke layar tv dan mengganti stasiun nya.
"Kalau kamu jenuh di rumah sakit, kamu mau di rawat di rumah?" tawar mama.
"Mau, Mah. Biar mama nggak cape juga bulak balik terus." Jawab gue.
Mama anggukin kepalanya.
"Ntar mama coba tanya ke dokternya ya." Ucap mama, gue ngangguk.
"Eh, iya nih Reo, mama bawa kue yang pernah di ajarin sama Rira. Mungkin rasanya nggak bakal sama, tapi semoga kamu suka." Ucap mama. Gue tersenyum semangat dan membenari posisi tidur gue menjadi duduk.
"Mana, Ma. Reo coba."
Mama ngasih gue sekotak kue dan membuka tutupnya.
Mama ngambil sendok dan nyiuk kue itu lalu nyuapin ke gue.
"Enak nggak?" tanya mama.
"Enak, Ma. Mirip sama buatan Riranya." Jawab gue sambil minta lagi kuenya.
Mama senyum sambil nyuapin gue.
"Reo." Panggil mama.
"Apa.Ma?" saut gue.
"Kamu suka sama Rira?" tanya mama, gue melirik.
"Iya, emang kenapa?" tanya balik gue.
"Bukannya mama udah pernah bilang mau jodohin kamu ya?"
Gue pura - pura berfikir.
"Udah." Jawab gue.
"Terus?"
"Jodohin aja Reo sama Rira, sama aja kan?" jawab gue kembali. Mama terkekeh.
"Bisa ya kamu ngelesnya." Ucap mama sambil ngusap rambut gue.
"Rio udah nyaman, Ma. Jangan di ganggu." Ucap gue.
"Tapi dia udah ngerasain bahagia terus - terusan, Reo." Balas mama.
"Terus di sini mama ngarep bahagia siapa?" tanya gue.
"Kamu lah."
"Mama pikir Reo bahagia gitu sama Ririn?"
Mama terdiam.
"Mungkin mama cuman mau Rio nggak bahagia, gitu kan?"
"Reo, mama."
__ADS_1
"Jangan lakuin itu, Ma. Reo nggak sebahagia yang mama pikirkan."