Cold Boy

Cold Boy
Tiga Puluh Tiga


__ADS_3

Seperti tawaran Kani kemarin, aku dengan dia sekarang akan pergi bermain ke mall sepuasnya.


Kita tidak hanya berdua, Kani bilang dia akan mengajak temannya Lea yang juga adalah sepupunya kak Reo.


"Ra, udah siap?" tanya kak Leo. Aku melirik ke arah pintu dan melihat kak Leo yang sudah rapih dengan pakaiannya.


"Kakak mau kemana?" tanyaku.


"Ikut lo lah." Jawab dia pede.


"Idih! Siapa yang ngajak lo!" seru ku.


"Pacar gue."


Aku ngerutin jidatku.


"Siapa pacar Kakak?" tanyaku memastikan.


"Lea."


Aku membelakkan mataku tak percaya dengan pernyataan dari kak Leo.


"Lea sepupunya kak Reo?!"


"Iya dong."


"Kok dia mau sih sama kakak?"


"Ck! Jangan gitu dong, lo. Gini - gini juga gue ganteng tau!" sela kak Leo.


Memang, kak Leo ini parasnya memang sangat tampan. Mungkin itu efek bantuan dari ayah kami yang bule, jadi mengangkat aura ke gantengan yang plus.


"Cepet deh lo, nggak mandi nggak makan nggak dandan, lama banget buset." Cerocos kak Leo.


"Ck! Sabar kalo mau nunggu jangan banyak bicara!" seruku.


Kak Leo langsung tediam dan aku melanjutkan aktivitas skincare rutinku.


^^^


Aku sampai lebih dulu di mall bersama kak Leo.


Kita menunggu di salah satu tempat kopi dan duduk di outdor.


Aku memainkan hpku dan membuka aplikasi instagram lalu mengscrollnya ke atas bawah sambil melihat beberapa vidio yang melewat.


Sedangkan kak Leo sibuk dengan kegabutannya yaitu mengaduk - aduk kopinya.

__ADS_1


"Hey!" panggil seseorang. Kami melirik dan melihat ada dua orang gadis sedang berjalan ke arah kami.


"Kani!" balas ku.


"Maaf nunggu lama, ya." Ucap Lea.


"Nggak lama, kok." Balas ku.


"Ayok, Ra. Mau nonton atau makan dulu?" tanya Kani.


"Em.., nonton dulu mau?" tawarku.


"Setuju, yuk!" ajak Kani menarik tangan ku.


"Eh, Lea nggak di ajak, Kan?" tanya ku.


"Kan ada pacarnya, ngapain di ajak?" tanya balik Kani. "Ohiya ya."


"Jahat banget lo." Ucap Lea.


"Barin."


Aku dan Kani langsung pergi meninggalkan mereka berdua dan berjalan menuju ke sebuah bioskop.


Kami melihat tampilan display untuk melihat film yang menarik perhatian kami.


"Masa?!" balasku.


"Iya tuh!" tunjuk Kani, aku tersenyum histeris.


"Mau?" tawar Kani, aku mengangguk semangat.


"Kamu tunggu di sini, aku beli tiketnya." Ucap Kani, aku mengangguk lagi dan duduk di kursi yang ada di dekat sana.


Aku menunggu Kani sambil melirik ke kanan dan kiri.


Banyak orang yang berjalan bersama dengan pasangannya ataupun teman dan keluarga, sangat bervariasi.


Tak lama dari aku menunggu, Kani datang dengan membawa dua tiket, satu popcorn, dan dua minuman favoritku, red valvet.


Aku bangkit dari duduk ku dan membantu Kani untuk membawa bawaan yang di pegang Kani.


"Filmnya bentar lagi mulai, kita tunggu di dalam aja, yuk!" ajak Kani, aku mengangguk lalu berjalan beriringan dengan Kani.


Kami memasuki studio bioskop dan duduk sesuai nomor angka yang sudah di tentukan.


Butuh waktu sekitar lima belas menit akhirnya film pun di mulai. Aku dan Kani pun mulai sibuk memperhatikan layar film.

__ADS_1


^^^


Leo dengan Lea berjalan mengitari toko buku yang kini sedang mereka kunjungi.


"Lo mau beli apa?" tanya Leo.


"Gue mau beli buku." Jawab Lea.


"Yaiyalah sayang beli buku masa beli helm." Cerca Leo.


"Kalo tau ngapain nanya?"


"Gue kan nanya aja, lo mau buku novel, pelajaran, agama, atau apa?" tanya balik Leo.


"Gue pengen novel tapi nggak bucin." Jawab Lea sambil sibuk membaca sinopsis salah satu buku.


"Lah? Napa? Biasanya kan cewek baca novel karena mau ngebucin?" tanya Leo kembali.


"Gue kan udah bucin sama lo, kalo di tambah sama novel makin - makin jadinya."Jelas Lea membuat Leo terkekeh panjang.


"Ck! Malah ketawa bukannya bantuin!" seru Lea.


"Iya, Sayang. Sensi amat si." Goda  Leo sambil ikut memilih novel - novel yang terpajang si rak.


"Inget loh! Jangan yang bucin!" seru Lea kembali.


"Iya ih, bawel banget."


"Lo tuh kan harus di kasih tahu dulu beberapa kali baru narep!" cerca Lea.


"Ih, tau aja lo."


"Tau lah orang pacar lo!"


Leo tekekeh pelan lalu mengambil salah satu buku yang menurutnya menarik.


Leo membaca sinopsinya dengan serius membuat Lea ingin memunculkan sifat jahilnya.


Lea mendekati Leo dan memperhatikan wajahnya dengan sangat teliti.


Leo yang sadar mukanya di teliti oleh sang pacar langsung merasa merinding dan mengangkat kepalanya.


"Ish, negatifan banget!" seru Lea menjauhkan kembali wajahnya.


"Pasti kalo nggak ke grebek gue niat lo udah terlaksana kan?" tanya Leo dengan menggoda Lea yang sudah menahan malu.


"Ck! Diem ah!"

__ADS_1


Lea langsung pergi menjauh dari Leo yang sedang menertawakannya.


__ADS_2