
Reo
Setelah bel pulang sekolah, gue langsung pulang ke rumah buat ngambil baju karena ada eskul dadakan.
Gue buru - buru ngemasin pakaian gue dan masukin semua nya ke dalam tas.
"Reo mau kemana?"
Gue melirik ke sumber suara yang baru saja manggil gue.
"Mau eskul, Ma." Jawab gue.
"Hari ini kok eskul?" tanya mama lagi.
"Latgab dadakan."
"Owh, kalau gitu hati - hati ya, Reo." Ucap terakhir mama sebelum meninggalkan kamar gue.
Gue udah selesai sama pengemasan gue, akhirnya turun ke bawah buat kembali ke sekolahan.
"Reo, pulangnya beliin mama kue bolu ya, kayak nya mama ngidam kue yang waktu itu kamu bawa," pinta mama ketika gue menghampiri dia yang lagi duduk di sofa sambil nonton tv.
"Iya, Ma. Pulang latgab Reo bawain kue coklat yang Mama mau." Jawab gue sambil mengambil tangannya untuk gue salami.
"Jangan pulang terlalu malem ya, mama sendirian di rumah." Pesan mama, gue mengangguk sambil ngelus pelan perut mama.
"Reo berangkat, assalamualaikum."
"Waalaikumsalam."
~~
"Re!"
Gue membalikkan badan ketika ada yang manggil gue dari arah belakang.
"Anak - anak nggak pada mau naek angkot, jadi mereka semua naik motor sama kakak kelasnya." Jelas Leo buat gue sedikit agak kebingungan.
"Trus?"
"Lo bonceng adik kelas." Perintah Leo, gue menggeleng dengan cepat.
"Gue nggak sembarang bawa orang."
"Ck! Waktu itu aja lo bawa adik gue di motor lo nggak papa!"
Gue melirik. "Itu adik lo."
"Yaudah, sekarang juga lo bonceng adik gue aja!"
Gue mengerutkan dahi.
"Adik lo box?"
"Nah kan! Saking tertutupnya mata lo sama cewek, nggak sadar sama sekali kalau adik gue itu se eskul sama lo!" sentak Leo, gue memutar mata malas.
"Le! Re! Cepet berangkat! Keburu ujan!" teriak seseorang dari arah gerbang buat Leo langsung pergi ke arah gedung sekolah.
__ADS_1
Gue yang posisinya masih di atas motor diem nunggu orang yang bakal gue bonceng itu datang.
Nggak lama gue nunggu, akhirnya orang yang di maksud tadi datang sama kakaknya.
"Nih gue titip Rira." Ucap Leo.
"Kenapa dia nggak sama lo?" tanya gue sambil angkat sebelah alis.
"Lo mau ngebonceng Vania?"
Dengan cepat gue pasang helm gue kembali dan menyalakan mesin motor. "Cepet naik."
Rira yang asalnya berdiri di samping Leo langsung jalan ke arah motor gue dan duduk di atasnya.
"Udah."
Tanpa nunggu ocehan Leo yang nggak berguna, gue langsung tancap gas dan keluar dari halaman sekolah.
^^^
Serira
Angin sepoi yang ku rasakan sekarang ini benar - benar terasa sejuk di wajahku.
Aroma farfum khas laki - laki yang ada di hadapanku ini tercium begitu jelas membuat aku merasa senang sendiri.
Entah kali keberapa aku di bonceng oleh Kak Reo. Yang jelas, nggak akan pernah sekali pun aku bosan karena di bonceng oleh gebetan yang aku harapkan dari jauh - jauh hari ini.
Motor Kak Reo berhenti di perempatan jalan karena lampu merah yang menyala pada lampu lalu lintas.
Karena perjalanannya juga yang jauh, jadi anak perempuan tidak boleh menyetir motor, melainkan di gantikan oleh anak laki laki.
"Kira kira sejauh apa ya?" gumam ku sendiri.
Tak lama dari itu, motor yang ku tumpaki ini melaju kembali dengan perlahan.
"Lo bisa bikin kue kan?"
Aku langsung tersadar dari lamunanku ketika Kak Reo membuka suara di tengah - tengah keheningan.
"Kenapa, Kak?" tanya ku sedikit grogi.
"Lo bisa bikin kue?" tanya Kak Reo.
Aku tersenyum geli ketika mendengar sebuah pertanyaan dari mulut Kak Reo.
"Aku bisa bikin kue, Kak." Jawab ku dengan malu - malu.
"Toko Pafilium Rira Cake itu punya lo?" tanya Kak Reo kembali, aku mengangguk dengan semangat.
"Toko itu jauh dari rumah gue, lo bisa bikin kue coklat?"
Deg.
Aku langsung merasa panas dingin ketika Kak Reo meminta sebuah pertolongan yang jarang sekali aku dengar dari orang lain. Ah, tepatnya dari dia sendiri.
Aku mencoba mengontrol diri buat tetap rilex dengan kondisi jantung yang udah berdetak kencang.
__ADS_1
"Nggak bisa?"
"Eh, em.. bisa kok, Kak. Mau, masak dimana?" tanya ku sedikit gugup.
"Rumah gue aja, ibu gue yang mau kue itu. Biar dia bisa makan pas lagi panas." Jelas Kak Reo begitu singkat namun terasa indah untuk di dengar.
"Eh, tapi aku belum izin sama mama aku, Kak." Jawab ku teringat pesan mama untuk langsung pulang ketika beres latgab.
"Lo telepon aja." Usul Kak Reo.
"Kakak lo juga ada kan?"
Ohiya! Baru baru saja teringat bahwa aku mempunyai kakak yang satu eskul dengan ku sekarang. Baiklah, itu mungkin pilihan terbaik untuk masa pdkt an ku.
"Iya, Kak. Nanti aku izin ke Kak Leo." Jawab ku sambil mengembangkan senyum senang ke arah Kak Reo.
Tidak ada jawaban lagi setelah itu, aku pun memalingkan wajahku melihat indahnya pemandangan di alam yang luas ini.
Terlihat sekilas Kak Reo membenarkan kaca sepion bagian kirinya. Namun aku tidak terlalu memperdulikan hal itu. Mungkin Kak Reo merasa kurang jelas melihat keadaan kendaraan yang ada di belakang kami.
Reo
Ini hal aneh yang pertama kali gue lakuin dalam sejarah hidup gue.
Entah dorongan atau pun ke inginan dari mana, tapi, rasanya raga gue pengen hal ini terjadi.
Gue membenarkan sepion. Bukan untuk melihat para pengendara yang ada di belakang gue, tapi orang yang kini ada di boncengan gue.
Nggak tau kenapa tapi gue menyadari, Rira itu cantik.
Dia punya kelopak mata yang indah, bulu mata yang lentik, hidung kecil yang mancung, bibir yang kecil dan merah alami.
Astagfirulloh, gue lagi apa.
Gue kembali fokus ke jalan raya sambil berusaha ngehilangin bayangan - bayangan yang terus menghantui gue.
Tapi itu sulit. Gue melirik lagi ke sepion gue yang sebelah kiri, dan kelihatan jelas di sana muka Rira yang lagi senyum ke arah depan.
"Kak Reo nggak tau sekolahannya? Kita udah kelewatan jauh loh."
Gue langsung rem mendadak saat itu juga.
Dan gue juga kaget, tiba - tiba ada tangan asing mengulur di pinggang gue.
"Hati - hati, Kak. Di belakang banyak kendaraan lain."
Gue terdiam. Masih asing sama ke adaan sekarang.
"Kak! Ntar keburu udahan loh latgab nya!" Seru Rira, nyadarin lamunan gue.
Gue menginjak gigi motor dan sensen kanan buat puter balik.
"Lo nggak mau nyingkirin tangan lo?" Tanya gue sedikit gugup sama pelukan Rira.
"Eh, iya, Kak, maaf. Aku baru sadar, hehe."
Rira langsung ngelepas pelukannya dan gue ngelajuin motor sedikit lebih tenang.
__ADS_1