Cold Boy

Cold Boy
Tiga Puluh Dua


__ADS_3

Tok tok tok


"Masuk." Jawab gue,


Pintu pun terbuka dan nunjukkin seorang wanita paruh baya sambil membawa banyak kresek di tangannya.


"Sini, Tante, biar Rira bantu." Tawar Rira sambil ngambil alih kresek dari tangan mama ke tangannya.


"Eh, kok ada Rira?" tanya mama.


"Iya, Tante, tadi Rira ngejenguk Kak Reo." Jawab Rira.


"Owh.., Ririnnya mana?"


"Tadi katanya mau ke bawah dulu sama Kani, tapi sampai sekarang belum kesini lagi." Jelas Rira.


"Owh gitu, yaudah makan dulu yu, Ra. Mama udah bawa banyak makanan nih." Ajak mama sambil ngebuka belanjaannya.


"Eh, nggak usah, Tante. Rira udah mau pamit pulang kok." Tolak Rira.


"Makan dulu sebelum pulang." Ucap gue.


Mama ngelirik ke arah gue kemudian tersenyum.


"Bener tuh kata Reo. Pasti kamu udah laper banget! Ayo sini!" ajak mama lagi.


Nggak ada pilihan lain buat Rira selain ikut makan.


"Reo, dokter bilang kamu boleh makan makanan luar, tapi nggak boleh pedes!"


"Iya, Mama." Jawab gue.


"Rira," panggil mama. Rira melirik.


"Iya, Tante?"


"Bantu tante jagain Reo bisa?" tanya mama, gue kerutin dahi.


"Ngapain, Ma?" tanya gue.


"Ya nunggu kamu kaya tadi lah, Re. Mama juga kan harus ngurus rumah." Jelas mama.


"Nggak papa, Ma. Reo bisa sendiri." Balas gue.


"Reo..,"


"Rira mau kok, Tante, ngejagain kak Reo. Kebetulan Rira juga suka jenuh kalo diem di rumah terus." Jawab Rira ngembangin senyum di wajah mama.


"Makasih banyak ya, Rira." Ucap mama.


"Sama - sama,Tante."


Tok tok tok


"Assalammu`alikum."


"Wa`alaikumsalam, eh ada Leo, sini." Ajak mama.

__ADS_1


"Makasih, Tante." Jawab Leo sambil masuk ke ruangan.


"Gimana kabar lo?" tanya Leo ke gue sambil salam.


"Baik." Jawab gue.


"Wi, strong kale."


"Yoi dong."


"Leo sini ikut makan." Ajak mama lagi.


"Eh, iya Tante makasih. Leo udah makan tadi sebelum ke sini." Jawab Leo.


"Oh gitu, yaudah."


Leo nganggukin kepalanya sambil senyum terus malik lagi ke arah gue.


"Gue masih ngakak sama si Rio, lo tahu ceritanya kan?"


Gue ngangguk sambil sedikit terkekeh.


"Bodonya adik lo, kwkw."


"Gue juga ngakak pas dia cerita." Ucap gue.


"Eh, katanya lo di operasi, udah mendingan?" tanya Leo, gue ngangguk.


"Menurut gue nggak ada yang kerasa apa - apa sih." Jawab gue.


"Idih."


"Oh, dah beres lu makannya?" tanya Leo.


"Udah."


"Yaudah kalo gitu gue duluan ya, Re. Cepet mati, eh, maksudnya sembuh, typo." Pamit Leo.


"Ya sana lo pergi." Balas gue.


"Tante, kak Reo, Rira sama kak Leo pamit ya. Assalammu`alaikum."


"Wa`alaikumsalam Rira, hati - hati di jalan." Jawab mama.


"Iya Tante."


^^^


Serira


"Ra," panggil kak Leo.


"Lo mau ke minimarket dulu nggak?" tanya kak Leo.


"Mau Kak!" jawab ku dengan seru.


"Buset, kalem aja kale."

__ADS_1


"Hehe, ini kan kebutuhan genting, Kak." Balasku.


"Beli apa emang?" tanya kak Leo.


"Kepo banget!" seru ku.


Kak Leo mendengus yang membuat aku makin terkekeh.


Tak lama dari itu, kak Leo minggirin motornya ke minimarket.


Aku turun dari motornya dan masuk lebih dulu dari pada kak Leo yang sedang mengoprek hpnya.


Aku berjalan ke rak yang berisi pembalut dan mencari pembalut yang di rekomendasikan oleh Kani.


Setelah aku mencari - cari dan mendapatkannya, aku mengambilnya dan hendak berjalan ke kasir.


"Itu doang?"


"Ih! Kakak ngangetin tau nggak!" seru ku kaget.


"Ya lagian lu malah ninggalin gue." Balas kak Leo.


"Iya udah nih." Ucapku memberikan belanjaan ku kepada kak Leo dan buru - buru berjalan ke rak makanan.


Aku memilih beberapa camilan yang menurutku menarik untuk di makan.


Dari yang pedes ke yang manis, aku memilih banyak sekali camilan untuk stok.


"Dah." Ucapku kepada kak Leo dan memberikan belanjaan ku kepadanya.


"Buset banyak banget lo belanja!" seru kak Leo.


"Serah gue lah!" balasku.


Kak Reo ngehembusin nafasnya pelan lalu tersenyum ke arahku. Aku membalas senyumannya lalu pergi keluar minimarket terlabih dahulu.


Aku menunggu kak Leo di dekatĀ  motornya dan membuka hp sebentar. Ternyata ada WhatsApp dari Kani.


Aku membuka dan membaca pesan tersebut.


'Ra, besok sekolah di lilburin. Cabut mall yuk!'


Aku tersenyum lalu membalas pesannya.


'Kuy!'


"Chattan sama siapa lu sampe senyum - senyum gitu?" tanya kak Leo tiba - tiba.


"Kani." Jawabku.


"Chattan apa sama dia sampe lo senyum - senyum?"


"Ck! Kepo banget si Kakak kayak Dora aja!" seru ku.


"Nanya doang ya ampun."


Aku langsung naik ke motornya tanpa dengerin lagi pertanyaan nggak penting dari kak Leo.

__ADS_1


Nggak terdengar lagi juga sautan dari kak Leo.


Kak Leo langsung bawa motornya pergi dari minimarket itu dan berjalan menuju arah pulang.


__ADS_2