Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Dia Bukan Sekretarisku


__ADS_3

"Louis?"


Panggilan itu membuat Louis yang berdiri di depan pintu kamar hotel Ghina tersentak lalu tersenyum canggung dan mengajaknya untuk pergi ke restoran dimana mereka akan malam dengan rekan kerjanya. Malam ini Louis benar-benar dibuat terpana dengan penampilan Ghina yang memakai dress berwarna hitam dengan rambut bergelombang yang ia biarkan tergerai.


Wanita itu menggunakan make up tipis serta anting yang membuat Ghina terlihat semakin anggun dan tadi Louis benar-benar dibuat terpukau dengan penampilannya. Kecantikan yang sempurna dimatanya dan Louis benar-benar merutuki Alden yang bisa-bisanya meninggalkan wanita seperti Ghina seandainya itu dia maka Ghina tidak akan pernah dia lepaskan dari genggamannya meski hanya sesaat.


Mungkin masih ada banyak wanita yang lebih cantik dari Ghina, tapi bagi Louis baru dia yang mampu membuatnya terpana hingga diam untuk waktu yang cukup lama. Memasuki mobilnya Louis tanpa diminta memasangkan sabuk pengaman yang membuat Ghina terdiam dengan jantung berdegup kencang.


"Aku.. aku bisa sendiri Louis." Kata Ghina canggung


"Tidak masalah aku hanya ingin melakukannya." Kata Louis


Setelah mengatakan itu Louis memakai sabuk pengamannya lalu mulai melajukan mobilnya meninggalkan area hotel dan pergi ke restoran. Di tempatnya Ghina merutuki perbuatan Louis yang hampir membuatnya jantungan karena tadi jarak mereka sangat dekat.


"Kamu terlihat cantik malam ini Ghina." Kata Louis


Perkataan itu kembali membuat Ghina terdiam lalu sesaat setelahnya dia tersenyum dan sedikit bercanda untuk menghilangkan kegugupannya


"Jadi aku cantik hanya malam ini?" Tanya Ghina


"Tidak kamu cantik setiap saat, tapi malam ini kamu sangat cantik hingga membuat aku ingin menatap kamu terus." Kata Louis jujur


Sontak saja perkataan itu semakin membuat Ghina salah tingkah dia hanya tertawa kecil sambil mengusap tengkuknya.


"Kamu menggoda aku?" Tanya Ghina


"Aku bicara jujur." Kata Louis


"Baiklah terima kasih pujiannya." Kata Ghina sambil tersenyum dan mengalihkan pandangannya lagi


Louis meliriknya sebentar lalu tersenyum, dia jadi enggan mengajak Ghina ke restoran dan membiarkan pria lain menatapnya.


Dia benar-benar sudah jatuh cinta pada Ghina.


Sekitar lima belas menit perjalanan mobil Louis berhenti di salah satu restoran mewah dia kembali membuat Ghina terkejut ketika membuka pintu mobil untuknya. Saat Ghina bilang dia bisa melakukannya sendiri Louis malah tersenyum lalu meraih tangannya untuk digenggam.


Masuk ke dalam restoran Louis mengajak Ghina ke salah satu meja yang sudah ada beberapa orang disana dan begitu Ghina duduk tanpa diminta Louis melepas jasnya dan menyampirkan di bahu Ghina yang terbuka. Sekali lagi Ghina terdiam dan hanya bisa tersenyum sambil menatap atasannya yang duduk disampingnya.


"Selamat malam"

__ADS_1


Louis menyapa dengan ramah yang dibalas dengan ketiga orang itu dengan ramah pula.


Seingat Ghina yang makan malam bersama mereka adalah Mario, Anggara, dan Hans yang usianya tidak terlalu jauh dari mereka.


"Sepertinya ini akan menyenangkan karena ada wanita secantik sekretaris anda." Kata Mario sambil menatap Ghina dengan intens


Ghina hanya tersenyum tipis sambil meremas pelan dress yang dia kenakan.


"Anda salah Pak Mario dia bukan hanya sekretaris saya, tapi kekasih saya juga." Kata Louis membuat Ghina langsung menatapnya


Louis hanya tersenyum dan ketiga pria dihadapnnya hanya mengangguk singkat.


"Ah baiklah kita langsung makan malam saja." Kata Hans


Ghina masih tetap menatap Louis karena terkejut dengan apa yang tadi pria itu katakan, dia kekasihnya.


Kenapa Louis mengatakan hal seperti itu?


Setelah cukup lama berdebat dengan pikirannya Ghina memilih untuk tidak ambil pusing lalu mulai makan malam bersama yang lainnya juga. Belum sempat makan Ghina melihat Louis mengambil beberapa sayuran yang ada di piringnya sambil mengatakan sesuatu.


"Kamu gak suka selada"


Tapi, perkataan Louis selanjutnya membuat Ghina paham dan tersenyum padanya.


"Kakak kamu yang bilang"


Louis penuh dengan kejutan bahkan dia tau makanan yang tidak Ghina suka.


"Aku penasaran, apakah Ghina baru bergabung dengan perusahaanmu? Seingatku sekretaris Pak Liam bukan dia." Kata Anggara


"Iya benar Pak Anggara sekretaris Ayah saya dulu seorang pria, tapi begitu saya mengambil alih perusahaan saya minta Ghina yang menjadi sekretaris saya." Kata Louis membuat Anggara mengangguk faham


"Anda cukup hebat untuk seorang anak muda yang memimpin perusahaan besar." Kata Hans


"Ya dia mirip sekali dengan Pak Liam." Kata Mario


"Ayah saya mengajarkan banyak hal." Kata Louis dengan senyuman


Ghina hanya diam dan menyimak perkataan mereka saja apalagi ketika mereka membicarakan masalah perusahaan.

__ADS_1


Sesekali Ghina hanya akan menanggapi atau bicara ketika dia ditanya dan selebihnya dia hanya diam saja.


¤¤¤


Menatap wajah cantik yang tertidur di mobilnya Louis tersenyum dia tidak langsung keluar dari mobil atau membangunkan Ghina, tapi dia memilih untuk diam sambil memandangi wajahnya. Mereka pulang cukup malam sekitar jam setengah sebelas keduanya sampai dan Ghina tidur selama diperjalanan tadi.


Sekarang Louis tidak tega untuk membangunkannya, jadi dia memilih untuk diam sambil menata wajah Ghina. Saat melihat ada rambut yang menghalangi tangan Louis terulur untuk membawa rambut Ghina ke belakang telinganya.


Mengusap sayang pipi Ghina dengan kedua tangannya Louis tersenyum ketika mengingat hal yang dia katakan sebelum mereka pulang.


'Ghina apa kamu keberatan kalau aku benar-benar ingin kamu menjadi kekasihku?'


Tidak ada jawaban yang dia berikan dan Louis sama sekali tidak masalah karena dia tau kalau semuanya terlalu mendadak. Mendekatkan wajahnya dengan hati-hati Louis mencium bibir Ghina sekilas hingga membuat wanita itu terusik, tapi tidak sampai terbangun.


Setelahnya Louis keluar dan membuka pintu di tempat Ghina lalu menggendongnya dengan hati-hati dan Ghina hanya diam sepertinya dia benar-benar mengantuk. Membawa Ghina hingga ke kamar hotelnya Louis dengan sedikit kesulitan meminta tolong kepada salah satu petugas hotel yang kebetulan lewat untuk membuka pintu.


Begitu pintu terbuka Louis segera masuk tak lupa dia mencabut dulu kunci kamarnya. Pergi ke dekat ranjang Louis membaringkan tubuh Ghina dengan hati-hati lalu menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Dia tak langsung pergi, tapi lebih dulu menatap wajah Ghina dan mengusap kepalanya.


"Apa lucu kalau aku mencintai kamu dalam waktu yang begitu singkat?"


Sebelum pergi Louis mencium keningnya dengan penuh kelembutan lalu beranjak dari tempatnya, dia menutup pintu dari luar dan mendorong kuncinya melalui celah pintu yang ada di bawah. Kembali ke dalam kamar hotelnya Louis mengeluarkan ponsel dan mengirim pesan pada Ghina agar dapat gadis itu baca besok.


Ghina kamu tertidur dan terlihat nyenyak sekali, jadi aku menggendong kamu


Maaf kalau kamu merasa tidak nyaman


Setelah mengirim pesan itu Louis pergi untuk mengganti pakaiannya dan pergi tidur agar besok tidak bangun terlalu siang.


Malam ini dia sangat bahagia karena Ghina ada bersamanya.


¤¤¤


Aduh Louis kamu jangan buat aku jadi mau mencari jodoh lelaki sesempurna kamu yaaa😶


Louis terpesona banget nih sama Ghina😍


__ADS_1


__ADS_2