
Raut wajah Ghina terlihat sendu ketika dia masuk ke dalam kamar dan menatap Louis yang baru saja di periksa oleh Dokter beberapa menit yang lalu. Saat siang tiba-tiba saja Louis mengeluh pusing lalu dia terus berbaring di kamar hingga sore dan ketika Ghina cek ternyata suaminya itu demam.
Sungguh dia sangat cemas makanya Ghina memaksa untuk memanggilkan dokter padahal Louis bilang tidak perlu, tapi tetap saja dia merasa cemas. Sekarang Ghina kembali masuk ke dalam kamar lalu naik ke atas ranjang dan duduk di dekat sang suami yang tengah berbaring.
Wajahnya sedikit pucat Ghina jadi cemas.
"Louis"
"Hmm"
Louis membuka matanya perlahan lalu menatap Ghina dengan senyuman tipis yang menghiasi wajahnya.
"Jangan sakit"
Tangan Louis terangkat untuk mengusap pipi istrinya dengan sayang.
"Sini tiduran samping aku." Kata Louis pelan
Mengangguk patuh Ghina ikut berbaring lalu memeluk suaminya dari samping dan mengatakan sesuatu dengan suara yang sangat pelan.
"Jangan sakit Louis." Kata Ghina
Merasa kalau istrinya itu akan menangis Louis sedikit menunduk dan benar saja dia melihat mata Ghina yang berlinang air mata.
"Ghina tidak papa besok aku akan membaik." Kata Louis
Ghina yang memang sangat sensitif malah menangis membuat Louis dengan sayang mengusap air matanya.
"Sudah ya? Kalau kamu nangis aku tambah sakit nih." Kata Louis
Mendengar hal itu Ghina langsung mendongak dan menghapus air matanya.
"Jangan.. Aku udah enggak nangis." Kata Ghina pelan
"Baby bilangin sama Mommy kalau Daddy baik-baik saja dan akan sembuh besok." Kata Louis sambil mengusap perut Ghina dengan sayang
Ghina mengerucutkan bibirnya sebal lalu dia bangun dan menatap Louis sambil menghapus jejak air matanya.
"Senyum dulu." Kata Louis
Dengan paksa Ghina tersenyum lalu menggenggam tangan Louis dan menciumnya berkali-kali.
"Sudah makan belum?" Tanya Louis pelan
__ADS_1
"Belum enggak mau makan." Kata Ghina
"Makan dulu ke bawah ya? Aku gak papa mau tidur dulu." Kata Louis
"Enggak mau temenin kamu." Kata Ghina
"Makan dulu baby nya sudah lapar pasti." Kata Louis
"Kamu?"
"Aku mau istirahat sebentar, kamu makan ya?" Kata Louis sambil menatap Ghina dengan senyuman
Awalnya Ghina ragu, tapi dia memang lapar hingga akhirnya Ghina mengangguk patuh lalu sebelum pergi dia mencium sekilas bibir suaminya.
"Kalau ada sesuatu panggil ya?" Kata Ghina
"Iya sayang"
Beranjak dari atas ranjang Ghina keluar dari kamar lalu berjalan menuruni tangga dan pergi ke ruang makan dimana yang lain juga sedang makan. Tersenyum manis Ghina duduk disamping Lily yang langsung menanyakan keadaan Kakaknya.
"Louis bilang dia mau istirahat." Kata Ghina
"Iya sayang biarkan saja Louis istirahat kamu makan yang banyak, biasanya kalau lagi sakit Louis memang lebih banyak tidur." Kata Alisha
Ghina mengangguk patuh lalu mulai menyantap makanannya yang sudah tersaji di meja dengan perlahan.
Cemas sekali rasanya melihat Louis yang sedang sakit apalagi wajahnya pucat bahkan tadi untuk berjalan saja dibantu oleh Liam agar tidak jatuh karena kepala Louis yang katanya sakit.
"Ghina ayo makan sayang Louis besok akan membaik percaya sama Mami." Kata Alisha
"Iya Kak biasanya Kak Louis kalau sakit gak pernah lama." Kata Lily
Ghina mengangguk sebagai jawaban dan kembali menyantap makan malamnya dengan lahap sambil berbicara dalam hatinya.
'Ayo Ghina makan kasihan baby nya lapar'
Setelah menghabiskan makan malamnya Ghina berniat membawa piring-piring kotor ke dapur, tapi Alisha langsung melarangnya dan meminta dia untuk kembali ke kamar saja. Akhirnya Ghina mengangguk patuh lalu pergi ke kamarnya dan ketika masuk Ghina melihat Louis yang sudah terlelap dengan selimut yang menutupi hingga lehernya.
Tersenyum tipis Ghina berjalan mendekat dia naik ke atas ranjang lalu memperhatikan suaminya yang terlihat nyenyak. Menyentuh dahi Louis menggunakan tangannya Ghina dapat merasakan hawa panas yang menyentuh kulitnya.
Menghela nafasnya pelan Ghina mengusap pipi suaminya dengan sayang membuat Louis bergumam pelan. Beranjak lagi dari tempat tidurnya Ghina mengambil piyama di dalam lemari lalu pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya.
"Baby kamu jangan rewel ya? Daddy nya lagi sakit." Kata Ghina sambil mengusap perutnya dengan sayang
__ADS_1
Selesai mengganti pakaiannya Ghina keluar dari kamar mandi dan dia dapat melihat Louis yang berusaha untuk bangun dari tempat tidur membuat Ghina berlari menghampirinya.
"Louis mau kemana? Kamu mau apa? Jangan bangun dulu kamu masih sakit nanti kepalanya pusing lagi." Kata Ghina cemas
"Aku mau ke kamar mandi." Kata Louis
"Yaudah aku bantuin." Kata Ghina
Tidak bisa menolak karena kepalanya sakit Louis menggenggam tangan Ghina dan istrinya itu merangkulnya dengan sayang membantu dia pergi ke kamar mandi.
"Apa aku berat?" Tanya Louis pelan
"Tidak"
"Sudah sampai sini saja." Kata Louis
"Enggak harus sampai dalam." Kata Ghina
Louis hanya bisa tersenyum dan membiarkan saja Ghina mengantarnya sampai dalam.
"Kamu tunggu sini." Kata Louis
Ghina mengangguk patuh.
"Hati-hati jalannya nanti jatuh." Kata Ghina
"Iya sayang"
Menunggu suaminya dari luar kamar mandi Ghina memainkan jari-jari tangannya dan tak butuh waktu lama Louis kembali membuka pintu membuat Ghina langsung menghampirinya.
Tangan Ghina langsung melingkari di pinggangnya membuat Louis diam-diam tersenyum.
"Ghina sudah aku bisa sendiri." Kata Louis
"Enggak nanti kamu jatuh." Kata Ghina takut
Begitu sampai di ranjang Ghina juga membantu Louis untuk berbaring lalu memakaikan selimut dan setelahnya baru dia ikut bergabung di ranjang bersama suaminya.
Bergerak mendekat Louis meminta Ghina untuk memeluknya dan tanpa penolakan atau bantahan Ghina melakukan nya.
"Louis jangan sakit lagi ya? Aku sayang kamu dan aku gak mau kehilangan kamu"
°°°
__ADS_1
Kasihan Louisss😞 Maaf up nya kemalaman🙂