Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Tidur


__ADS_3

Layaknya seorang anak kecil Ghina berlari menghampiri kedua orang tuanya begitu dia dan suaminya sampai lalu tanpa menunggu lagi Ghina memeluk keduanya dengan sangat erat, merasa sangat rindu. Kedua orang tuanya terlihat sangat senang dengan kehadiran Ghina dan di tempatnya Louis hanya bisa tersenyum melihat semuanya.


Dulu Ghina mungkin tidak suka menghabiskan waktu di rumah apalagi mengobrol bersama kedua orang tuanya dia lebih suka kumpul bersama teman-temannya hingga larut malam, tapi sekarang yang Ghina inginkan hanya menghabiskan waktu bersama dengan keluarganya. Kedua orang tua Ghina sangat senang dengan perubahan putrinya dan mereka lebih senang lagi karena ada Louis yang telah membimbing Ghina menjadi lebih baik lagi.


Louis mengajarkan banyak hal pada putri mereka.


"Apa kabar sayang?" Tanya Dara sambil mencium kening anaknya lama


"Aku baik banget Maa." Kata Ghina dengan senyuman


Farhan tersenyum lalu mengusap kepala Ghina dengan sayang dan menghampiri Louis yang langsung mencium punggung tangannya dengan sopan.


"Bagaimana dengan Daddy kamu Louis?" Tanya Farhan


"Baik Pa." Kata Louis dengan senyuman


"Ayo sayang masuk Louis kamu juga sini masuk dulu duduk biar Mama ambilkan minum." Kata Dara


Louis mengangguk patuh lalu melangkahkan kakinya dan duduk di ruang tamu tepat disamping istrinya.


"Gimana kabar cucu Papa?" Tanya Farhan


"Baik Paa sekarang Ghina selalu makan tepat waktu dan makannya juga sayur terus." Kata Ghina dengan penuh semangat


"Iya Pa kandungan Ghina baik-baik saja meskipun keadaan kandungannya sempat lemah, tapi sekarang sudah baik-baik saja asalkan Ghina tidak banyak fikiran dan makan teratur." Kata Louis menjelaskan


"Nah Ghina kamu jangan menyembunyikan apapun ya? Jangan terlalu banyak berfikir kamu harus ingat bahwa ada anak kamu." Kata Farhan


"Iya Papa siapp." Kata Ghina


Melihat itu Louis tersenyum lalu tangannya secara refleks menyampirkan helaian rambut Ghina ke belakang telinganya.


Tak lama setelahnya Dara datang dan membawakan minuman serta beberapa makanan untuk anak serta menantunya.


"Mamaa"


"Hmm ada apa sayang?" Tanya Dara


Ghina hanya menggelengkan kepalanya pelan lalu memeluk Dara dari samping.


"Kamu tau Louis? Dulu Ghina tidak pernah bersikap begini dia jarang di rumah, tapi sekarang Papa senang sekali karena Ghina sudah kembali menjadi putri kecil kami." Kata Farhan sambil mengusap kepala Ghina dengan sayang


Louis hanya bisa tersenyum ketika mendengarnya.


"Ghina menyesal karena gak dari dulu kayak gini sama Mama dan Papa." Kata Ghina dengan bibir mengerucut sebal


"Gak ada yang perlu disesali sayang." Kata Dara


"Oh iya Louis gimana Ghina selama kehamilannya? Dia sering minta sesuatu yang aneh tidak?" Tanya Farhan

__ADS_1


Louis tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Biasanya Ghina hanya bersikap manja padaku Pa dan dua hari belakangan ini Ghina akan merajuk kalau aku pulang terlambat dari kantor bahkan pernah sekali dia menyusul ke kantor lalu meminta aku untuk pulang, dia manja sekali tidak mau berjauhan dariku." Kata Louis


Louis menceritakannya dengan senyuman lebar membuat kedua orang tua Ghina ikut tersenyum ketika mendengarnya.


"Aku kesepian Ma di rumah biasanya Lily kuliah makanya aku sering minta Louis cepat pulang." Kata Ghina


"Kamu sama seperti Mama kamu sayang, dulu Mama kamu juga begitu menyusul Papa ke kantor dan berada seharian di ruang kerja Papa bahkan meskipun Papa sering keluar bersama dengan Daffa untuk menemui client kami." Kata Farhan mengingat kejadian ketika istrinya hamil dulu


"Benarkah? Mama seperti itu ketika sedang hamil aku atau Kak Gibran?" Tanya Ghina dengan antusias


"Dua-duanya Ghina sayang." Kata Dara sambil mencubit pipi anaknya


Ghina tersenyum manis lalu melepaskan pelukannya dan mengambil kue yang ada di meja.


"Apa ini Mama buat sendiri?" Tanya Ghina yang sedari tadi memang melihat kue yang Mama nya bawa


"Tidak sayang Mama beli di tempat biasa." Kata Dara


Ghina mengangguk faham lalu mulai memakan kue coklat bertabur keju yang ada di hadapannya. Matanya berbinar begitu merasakan kelezatan dari kue yang sedang dia makan dan dengan lahap Ghina menghabiskan tiga potong kue.


Saat merasa diperhatikan Ghina mendongak lalu menatap Louis yang tersenyum padanya dan secara refleks Ghina mengambil lagi kue yang ada di meja kemudian menyodorkannya pada Louis, berniat menyuapi suaminya.


"Tidak Ghina." Kata Louis


"Ihh makan." Kata Ghina memaksa


"Ya ampun kamu suka sayang? Mama bawakan untuk kamu ya? Tadi Mama beli dua kotak." Kata Dara


Ghina langsung menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Mau Ma ada rasa apaa?" Tanya Ghina


"Sama semua sayang." Kata Dara


"Enggak papa bawakan untuk Ghina ya? Ghina mau makan di rumah." Kata Ghina senang


Dara tersenyum lalu mengusap kepala Ghina dengan sayang dan menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang"


Kedua orang tua Ghina sangat senang melihat anak mereka yang tampak bahagia bersama dengan Louis.


Mereka harap Ghina akan selalu bahagia dan tidak ada yang akan mengganggu pernikahannya.


Mereka harap Louis dan Ghina akan bersama untuk selamanya.


¤¤¤

__ADS_1


Setelah memastikan istrinya tertidur dengan lelap Louis dengan sangat hati-hati turun dari ranjang lalu mengambil ponsel miliknya yang ada di nakas, ada pekerjaan mendesak yang harus dia kerjakan. Menghela nafasnya pelan Louis menatap Ghina sebentar lalu tersenyum dan mengusap kepalanya sebelum berlalu pergi dari kamar.


Dia janji akan kembali ke kamar dalam tiga puluh menit.


Masuk ke dalam ruang kerjanya yang terletak tepat disebelah kamarnya Louis langsung menghidupkan laptop miliknya yang ada di meja lalu mengambil beberapa berkas di laci. Kepalanya sedikit berdenyut karena merasa pusing juga lelah mengurus pekerjaan apalagi kemarin dia benar-benar hampir tidak istirahat karena menyelesaikan banyak pekerjaan.


Melirik jam yang masih menunjukkan pukul sepuluh Louis langsung membuka e-mail dari laptop miliknya. Sebelumnya sekretarisnya yang baru sudah memberi tau beberapa hal yang harus dia selesaikan.


Di kamar Ghina tiba-tiba saja terbangun lalu ketika tidak melihat suaminya disana wajahnya berubah cemas, dia langsung bangun dari tempat tidurnya. Berlari kecil ke kamar mandi Ghina membuka pintu kamar mandi, tapi tidak ada siapapun.


"Louis kamu dimana?" Tanya Ghina


Keluar dari kamar Ghina pergi ke ruang kerja suaminya dan benar saja dia dapat melihat Louis yang sedang sibuk dengan layar laptopnya. Berdecak kesal Ghina menghampiri sang suami membuat Louis menatapnya dengan raut wajah terkejut.


"Ghina kamu sedang apa disini?" Tanya Louis


"Kamu juga ngapain disini? Sudah malam harusnya tidurrr besok kan masih libur." Keluh Ghina


"Sebentar sayang ada hal penting yang harus aku selesaikan." Kata Louis


Mengerucutkan bibirnya sebal Ghina berjalan mendekat lalu menatap suaminya dengan penuh kekesalan.


"Tidurrr"


"Aku janji hanya tiga puluh menit hm? Kamu tidur lagi ya?" Kata Louis


Bukan pergi Ghina malah mendekat lalu duduk dipangkuan suaminya.


"Gak mau aku disini aja temenin kamu sampai kamu selesai." Kata Ghina


"Ghina ini udah malam sayang kamu kembali ke kamar ya? Tidur." Kata Louis dengan penuh kelembutan


"Gak mauu kalau kamu masih disini." Kata Ghina


"Yaudah aku selesaikan pekerjaanku sebentar." Kata Louis sambil mengusap pipi Ghina dengan sayang


Masih dengan wajah murungnya Ghina yang duduk dipangkuan suaminya memeluknya dengan sangat erat dan menyandarkan kepala di dada bidangnya. Menghela nafasnya pelan Louis menatap Ghina yang terlihat mengantuk, dia jadi tidak tega.


"Ghina kita ke kamar ya? Aku akan bawa laptopku ke kamar supaya kamu bisa tetap tidur di kasur." Kata Louis


Ghina langsung mendongak dan menatap suaminya.


"Kalau begini badan kamu akan sakit dan kakiku bisa kesemutan." Kata Louis sambil mengusap sayang pipinya


Mengangguk patuh Ghina turun dari pangkuan suaminya lalu menatap Louis yang membawa laptop serta beberapa berkas miliknya. Mereka kembali ke kamar Ghina langsung berbaring di atas ranjang dengan menyamping dan menatap Louis yang duduk disampingnya.


Louis menatapnya dengan senyuman lalu memberikan ciuman di keningnya dan berbisik pelan.


"Tidur sayang"

__ADS_1


¤¤¤


Updateee💞


__ADS_2