
Tawa Alisha terdengar di telinga Liam membuat pria itu hanya bisa tersenyum saja sambil menatap mantan istrinya, padahal dia serius, tapi sepertinya Alisha tidak menganggap kalau dia serius. Mata Liam terus menatap Alisha yang kini menepuk pundaknya masih dengan tawa yang terdengar.
Dulu dia memang marah bahkan hampir membenci Alisha makanya dia bisa dengan mudah menikah dengan Hilda, tapi Liam tidak menikahi Hilda hanya untuk pelarian saja dia benar-benar mencintai istrinya. Setelah Hilda meninggal lalu dia bertemu Alisha menghabiskan waktu bersama dengan mantan istrinya semua rasa itu kembali hadir.
Dia belum pernah benar-benar melupakan Alisha.
"Kamu bercandanya lucu sekali Liam"
"Aku tidak bercanda." Kata Liam sambil tersenyum
Alisha terdiam sambil menatap Liam dengan raut wajah terkejutnya.
"Aku tidak bercanda dan aku serius." Kata Liam lagi
"Kenapa? Kenapa kamu mau kita kembali bersama?" Tanya Alisha
"Karena aku ingin." Kata Liam
"Apa kamu serius?" Tanya Alisha
"Apa aku terlihat sedang bercanda?" Tanya Liam dengan alis bertaut
Alisha menghela nafasnya pelan lalu menundukkan wajahnya dan tersenyum tipis, dia tidak bisa.
"Aku tidak bisa." Kata Alisha pelan
"Kenapa?"
"Liam kamu terlalu baik untuk aku dan aku benar-benar tidak pantas untuk kamu... Apa kamu lupa? Kamu sudah lupa betapa egoisnya aku?" Tanya Alisha sambil menatap mantan suaminya itu dengan sendu
"Itu sudah lama berlalu." Kata Liam dengan tangan yang mengusap pipi Alisha
__ADS_1
"Liam aku takut akan mengecewakan kamu lagi... Aku tidak mau." Kata Alisha
"Tidak ada yang akan merasa kecewa lagi." Kata Liam dengan senyuman menenangkan
"Tidak Liam." Kata Alisha
"Hey tidak akan terjadi hal seperti itu lagi Alisha, kita bisa bahagia bersama seperti dulu lagi." Kata Liam
"Tidak bisakah hanya seperti ini saja?" Tanya Alisha
"Tidak, keadaan ini membuat kita berdua memiliki batasan Alisha dengan kamu sebagai mantan istriku dan aku mantan suami kamu." Kata Liam
"Kamu harus memikirkannya lagi Liam." Kata Alisha
"Aku sudah memikirkan hal ini berkali-kali bahkan Louis sendiri pernah bicara padaku, dia bilang kalau memang masih ada kesempatan anak-anak kita akan mendukung jika kita kembali bersama." Kata Liam
Alisha diam dia tidak tau harus mengatakan atau menanggapi apa, dia tentu masih sangat mencintai Liam bahkan ketika pria itu menikah dia menangis dan menyesali semua kebodohannya.
"Dengar, aku tidak akan memaksa atau terburu-buru kamu fikirkan saja dulu, tapi yang harus kamu tau tidak akan ada lagi yang kecewa dan tidak akan pernah ada lagi luka di dalam pernikahan kita." Kata Liam
Dapat Alisha rasakan usapan di pipinya dia menatap Liam dengan senyuman tipis dan tanpa dia duga pria itu mendekatkan wajahnya. Mata indahnya secara refleks tertutup dan dia dapat merasakan ciuman tepat di bibir nya.
Ciuman pertama setelah perceraian mereka.
°°°
Louis merangkul Ghina dan memutar tubuhnya ketika dia serta istrinya itu melihat Liam juga Alisha yang sedang em berciuman, tadi Ghina bilang ingin menonton TV makanya mereka pergi ke sana. Raut wajah Ghina benar-benar terkejut bahkan Louis ingin tertawa melihatnya karena Ghina sangat menggemaskan dengan mata membulat dan bibir yang sedikit terbuka.
Masuk ke dalam kamar Ghina masih sama terkejutnya hingga Louis tertawa dan mencubit pelan pipinya membuat wanita itu berdecak kesal seraya memukul pelan lengannya. Sungguh Ghina harus segera memberi tau Lily pasti adik iparnya itu akan sangat senang melihat orang tuanya.
"Astaga aku benar-benar kaget"
__ADS_1
Tertawa kecil Louis mengacak gemas rambut Ghina.
"Mungkin Daddy tadi lagi berusaha." Kata Louis
"Berusaha apa?" Tanya Ghina penasaran
"Untuk meminta Mommy kembali bersama." Kata Louis
"Benarkah? Kamu kenapa bisa tau?" Tanya Ghina
"Aku pernah bilang pada Daddy bahwa kalau dia masih mencintai Mommy dan ingin kembali bersama aku juga Lily tidak akan masalah bahkan kami akan senang,"
"Lalu??"
Louis tertawa melihat Ghina yang begitu serius dan sangat penasaran dengan ceritanya.
"Lalu kemarin Daddy bilang dia akan coba untuk bicara sama Mommy, dia ingin kembali bersama." Kata Louis
Senyuman manis Ghina mengembang dengan sempurna, dia sangat senang ketika mendengarnya.
"Bagus sekali Louis aku akan sangat senang"
Menggelengkan kepalanya pelan Louis membawa Ghina mendekat dan memeluknya dengan sayang, dia juga akan bahagia kalau hal itu sampai terjadi.
Meskipun pernah kesal juga marah pada orang tuanya, tapi Louis tetap ingin kedua orang tuanya bahagia.
Dia hanya seorang anak yang berharap untuk kebahagiaan orang tuanya.
°°°
Updatee duluuu sayangkuu😘
__ADS_1