
Rasanya Ghina benar-benar ingin tertawa melihat suaminya yang sejak pulang ke rumah memasang wajah kusutnya dan terlihat begitu tidak bersemangat padahal sudah berkali-kali Ghina katakan bahwa dia sama sekali tidak masalah dan akan baik-baik saja dengan anaknya. Selain itu Ghina juga berjanji akan selalu berkirim kabar bahkan dia akan mengirimkan terus foto serta vidio anak mereka selama Louis di Singapura, tapi suaminya masih tetap murung.
Ada banyak hal yang membuat Louis kesal yang pertama dia sudah terbiasa bersama anak istrinya bahkan setelah anaknya lahir Louis saja selalu ingin pulang cepat, tapi sekarang dia harus pergi dua atau tiga hari. Membayangkan tidur sendirian serta makan dan menyiapkan pakaian sendiri tanpa kehadiran Ghina atau suara tangisan Alan yang membangunkannya di tengah malam membuat Louis semakin tidak ingin pergi.
Nanti dia akan membiarkan Ghina mengurus baby Alan sendirian padahal di usia sekarang Alan masih sangat rewel.
"Louis hey sudahlah jangan murung begini"
Mendengar hal itu Louis hanya tersenyum tipis sambil meletakkan ponselnya di atas ranjang.
"Tidak bisakah kamu ikut saja Ghina? Kita bisa ajak baby Alan juga." Kata Louis
"Louis baby Alan masih sangat kecil, bagaimana kalau dia malah sakit? Fisiknya tidak sekuat kita Louis apalagi ini perjalanan yang cukup jauh." Kata Ghina dengan penuh kelembutan
Louis menghela nafasnya pelan membuat Ghina tersenyum seraya mengusap pipinya dengan sayang.
"Hanya sebentar tidak masalah sayang." Kata Ghina
"Aku tidak bisa membantu kamu untuk menjaga anak kita." Kata Louis
"Louis kamu ini tidak papa kamu juga bekerja dan kamu bekerja untuk aku juga anak kita." Kata Ghina sambil terkekeh pelan
"Aku tidak mau pergi." Kata Louis
"Ya ampun dulu kamu sering bilang aku seperti bayi, tapi lihat ini kamu bahkan lebih rewel dari pada baby Alan." Kata Ghina sambil mencubit gemas pipi suaminya
"Peluk aku"
Tertawa kecil Ghina mendekat lalu memberikan pelukan hangat untuk suaminya yang sedang merasa sedih karena harus berpisah dengan dia dan anaknya untuk waktu yang bisa dibilang cukup singkat. Dua atau tiga hari itu cukup singkat untuk perjalanan bisnis.
"Mau aku bawakan apa?" Tanya Louis
"Tidak ada sayang." Kata Ghina
Louis bergumam pelan dan menyandarkan dagunya di kepala Ghina seraya memejamkan matanya.
"Aku akan tidur sendirian makan juga dan belum lagi tidak ada yang menyiapkan pakaianku." Kata Louis
"Sebentar saja ya? Setelah semua urusan kamu selesai kamu tidak akan tidur sendirian dan kamu juga tidak akan tidur sendirian lalu masalah pakaian aku akan selalu menyiapkannya." Kata Ghina
"I love you Ghina"
Ghina tersenyum dan balas memeluk suaminya dengan erat.
__ADS_1
"Daddy Louis gak boleh cemberut." Kata Ghina
Kali ini perkataan Ghina berhasil membuat Louis tertawa kecil dan melepaskan pelukannya.
"Berikan aku ciuman." Kata Louis
Berdecak pelan Ghina yang awalnya kesal tetap mendekatkan wajahnya dan memberikan ciuman singkat di bibir suaminya, tapi belum sempat menjauh Louis sudah menahan tengkuknya. Tidak ada penolakan Ghina hanya membiarkan saja dan tak lama setelahnya Louis menjauhkan wajahnya seraya mengusap pelan bibir bawah istrinya.
"Aku janji akan segera menyelesaikan pekerjaanku"
Mengangguk singkat Ghina tersenyum, tapi sesaat setelahnya dia mendengar suara tangisan yang membuat Ghina langsung beranjak dari ranjangnya. Melihat anaknya yang sudah terbangun Ghina tersenyum lalu menggendong bayi tampannya yang baru saja bangun dari tidur lelapnya.
Dengan sayang Ghina membawanya ke dekat Louis lalu menimang anaknya sambil bersenandung pelan. Senyuman manis Louis mengembang dengan sempurna dia menatap anaknya yang sudah mulai tenang karena ada berada di dekapan Mommy nya.
"Astaga dia gemas sekali." Kata Louis
Ghina tersenyum mendengarnya dan sesekali dia juga mengusap sayang pipi anaknya.
"Hey baby sini sama Daddy"
Ghina tidak memberikan penolakan atau larangan ketika Louis mengambil alih anak mereka dan seolah tau bahwa Daddy nya yang menggendong si kecil Alan mulai tenang sambil menatap wajah Daddy nya. Memang anak mereka sangat mirip dengan Louis bahkan Ghina sendiri iri karena anaknya itu lebih mirip pada Louis dari pada dia.
Belum lagi si kecil Alan yang selalu tenang ketika berada dalam dekapan Louis padahal Ghina pernah berharap anak mereka akan seperti Gavin kepada Gibran dulu. Pasti lucu melihat Alan yang menangis kalau digendong oleh Louis, tapi sayangnya anak mereka malah tenang kalau bersama Louis.
"Baby untuk sementara Daddy akan pergi bekerja ya? Kamu baik-baik sama Mommy jangan nakal hmm?" Kata Louis
Mendengar hal itu Ghina tersenyum suaminya itu memang sangat perhatian bahkan setiap kali Alan bangun di tengah malam dia akan ikut bangun dan menemani Ghina hingga anak mereka kembali tidur.
'Louis tidurlah kamu besok harus bekerja'
'Tidak dia akan kita, jadi aku harus membantu kamu merawat baby kita'
Tak sampai di situ saja Louis juga minta diajari untuk mengganti pakaian serta pempers baby Alan.
"Nanti Daddy akan belikan mainan serta baju baru untuk kamu oke? Selama Daddy kerja jangan rewel ya sayang." Kata Louis sambil mencium kening anaknya dengan sayang
Ghina tersenyum senang lalu dia mendekat dan memberikan ciuman singkat di pipi kanan suaminya.
Betapa beruntungnya Ghina memiliki suami seperti Louis.
°°°
Hari pertama di Singapura Louis benar-benar merasa bosan apalagi kegiatannya baru akan dimulai besok karena dia memang baru sampai ketika sore dan sekarang Louis berada di hotel, dia datang bersama dengan asistennya. Jangan berfikiran buruk dulu asistennya itu seorang pria Louis memang sengaja karena dia tidak mau terjadi kesalah fahaman antara dia dan Ghina nantinya.
__ADS_1
Sekarang Louis sedang duduk di sofa dengan laptop yang menyala, tapi matanya tidak fokus dia benar-benar merindukan anak juga istrinya. Biasanya di jam segini Louis akan membantu Ghina menjaga anaknya karena istrinya itu akan mandi.
Lalu siapa yang akan menggantikannya menjaga Alan ketika Ghina ingin mandi?
Menghela nafasnya pelan Louis langsung mengambil ponselnya dan menghubungi Ghina tak butuh waktu lama istrinya itu sudah mengangkatnya. Sepertinya Ghina baru saja selesai mandi dapat terlihat dari handuk yang melingkupi rambutnya.
"Sayangg"
'Hai Louis kamu sudah di hotel? Bagaimana disana?'
"Membosankan tidak ada kamu dan Alan aku mau pulang saja." Kata Louis membuat Ghina tertawa kecil mendengarnya
'Aku baru saja selesai mandi'
"Lalu baby Alan siapa yang menjaganya?" Tanya Louis
'Sama Mami dan Lily ini baby Alan masih bersama mereka'
"Aku rindu kalian." Kata Louis sedih
'Louis hanya dua atau tiga hari bersabar ya?'
"Hubungi aku kalau terjadi sesuatu." Kata Louis
'Tentu saja Louis aku janji'
Louis tersenyum tipis dan tak lama setelahnya dia mendengar suara tangisan di sebrang sana.
'Sepertinya baby kita menangis aku akan melihatnya dulu nanti malam aku telpon ya? Istirahatlah kamu baru sampai'
"I love you"
'Love you too Louis'
Louis hanya bisa menatap kosong layar ponselnya begitu Ghina mematikan panggilan telpon mereka.
Astaga dia sangat merindukan Ghina dan Alan!
°°°°
Hai aku update🥰
Aku bakal up satu lagi ya seperti yang udah aku janjikan, ya meskipun mungkin akan cukup malam🥰
__ADS_1
Tungguin Daddy Louis update lagi yaa❤