
Ghina terjebak pada percakapan masalah bulan madu yang membuatnya malu setengah mati bahkan dia sangat yakin wajahnya sudah semerah tomat sekarang, tapi adik ipar serta suaminya masih terus membahasnya. Ingin rasanya Ghina menghilang saja dari pada ikut membahas masalah ini karena dia malu padahal dia sudah bilang Louis bahwa dia akan ikut saja.
Sepertinya Louis sangat ingin membuatnya malu atau dia terlalu senang melihat wajah memerahnya hingga membahas hal itu dengan penuh semangat. Meminta pendapat masalah tempat untuk berbulan madu entah tau dari mana Lily menyebutkan begitu banyak tempat.
Ghina benar-benar ingin menghilang saja!
"Cepat Kak kalian berdua harus berbulan madu agar aku bisa cepat-cepat mendapat keponakan." Kata Lily membuat Ghina semakin memerah wajahnya
"Lihat Kakak ipar kamu Lily." Kekeh Louis
Lily menoleh lalu tertawa melihat wajah Ghina yang memerah sempurna dan dengan gemas dia memeluknya dengan begitu erat.
"Ih kok mukanya malah merah." Kata Lily
"Aku maluu." Kata Ghina pelan bahkan nyaris tak terdengar
"Kenapa malu Kak? Kalian kan memang akan berbulan madu." Kata Lily dengan senyuman
Ah sudahlah Kakak dan Adik ini tidak mengerti kalau Ghina benar-benar malu sekarang.
"Baiklah Lily kita hentikan saja percakapan ini sebelum Ghina merajuk padaku." Kata Louis membuat Ghina menatapnya dengan tajam
"Aku tidak merajuk!" Kata Ghina sebal
"Iya sayang baiklah terserah kamu." Kekeh Louis
"Hm yaudah kita tidak akan membahasnya lagi dan Kak Louis antarkan aku ke apartemen Kakak aku mau ketemu Mommy." Kata Lily
"Kenapa tidak pergi sendiri Ly kamu bisa menggunakan mobil Kakak?" Tanya Louis
"Boleh?"
"Boleh asal kamu janji hanya membawanya ke apartemen saja dan langsung pulang kalau mau pergi ke tempat lain kabarin dulu." Kata Louis
"Siap, mana kuncinya?" Tanya Lily
Louis mengeluarkan kunci mobilnya pada Lily dan membuat gadis itu berseru senang lalu memeluk serta mencium Kakak juga Kakak iparnya.
Melihat adiknya yang berlari menuju kamar untuk mengganti pakaian Louis menggelengkan kepalanya pelan melihatnya lalu menoleh pada Ghina yang masih diam di tempatnya. Tersenyum penuh arti Louis suka sekali menggoda Ghina apalagi sampai melihat wajah memerahnya, terlihat lucu.
"Ghina"
Ghina tersentak lalu mendongak untuk menatap Louis dengan senyuman.
"Em ada apa?" Tanya Ghina
"Kakak kamu bilang kalau kamu pintar bermain gitar." Kata Louis
"Iya begitulah, tapi tidak terlalu pintar juga." Kata Ghina
"Bisa kamu bermain gitar dan menyanyi untukku?" Tanya Louis
Ghina terdiam sambil menatap Louis yang sedang menatapnya dengan penuh harap membuat Ghina menganggukkan kepalanya.
"Kamu punya gitar kan?" Tanya Ghina
__ADS_1
"Lily punya." Kata Louis
"Lily suka main gitar?" Tanya Ghina membuat Louis tertawa mendengarnya
"Tidak sama sekali, tapi dia membeli benda itu karena pria yang dia suka adalah anak musik di sekolahnya dan ya si centil itu berusaha bermain gitar juga agar bisa bergabung dengan club musik." Kata Louis
"Lalu dia berhasil?" Tanya Ghina
"Tidak"
Ghina tertawa kecil mendengarnya lalu mereka berdua menoleh ketika Lily berseru sambil berlari keluar rumah membuat Louis tersenyum melihatnya.
"Dasar gadis nakal"
Ghina ikut tersenyum melihatnya lalu dia menerima uluran tangan sang suami dan bersama-sama pergi ke kamar Lily yang ada di atas. Sebelum masuk Ghina bertanya apa tidak masalah dan Louis bilang tidak karena dia memang sering masuk ke dalam kamar Lily kalau gadis itu tidak ada di rumah.
Begitu masuk ke dalam kamar bernuansa hijau muda Louis meminta Ghina untuk duduk di sofa lalu mengambilkan gitar milik adiknya dan memberikan pada Ghina. Tersenyum manis Ghina mengambil benda itu dan memangkunya lalu menatap Louis dengan alis bertaut.
"Aku harus nyanyi lagu apa?" Tanya Ghina
"Hm terserah kamu." Kata Louis
"How about sad song?" Tanya Ghina
"Sad song? Kenapa harus sad?" Tanya Louis membuat Ghina tertawa mendengarnya
"Judulnya memang sad song." Kata Ghina
"Baiklah nyanyikan untukku." Kata Louis
Memetik senar gitar sebentar Ghina berhenti lalu menggelengkan kepalanya pelan sambil memasang wajah bingungnya.
"Ada apa?" Tanya Louis
"Tidak tidak aku hanya sedikit lupa sudah lama tidak memegang gitar." Kata Ghina
"Hm baiklah jangan terburu-buru aku akan dengan setia menunggu." Kata Louis membuat Ghina tersenyum mendengarnya
Sesaat setelahnya Ghina kembali memetik senar gitarnya lalu tersenyum dan dengan lincah tangannya bergerak hingga menimbulkan alunan merdu bersamaan dengan suara indah wanita itu yang mulai bernyanyi.
You and I
We're like fireworks and symphonies exploding in the sky
With you, I'm alive
Like all the missing pieces of my heart, they finally collide
So stop time right here in the moonlight
'Cause I don't ever wanna close my eyes
Mata Ghina menatap Louis membuat suaminya itu diam dengan menatapnya.
__ADS_1
Without you, I feel broke
Like I'm half of a whole
Without you, I've got no hand to hold
Without you, I feel torn
Like a sail in a storm
Without you, I'm just a sad song
I'm just a sad song
Selama bernyanyi Ghina terus menatapnya dan tersirat kebahagiaan di bola matanya yang indah. Seolah menggambarkan bahwa Ghina sangat bahagia.
Satu hal yang Louis yakini Alden pasti menyesal telah meninggalkan wanita seperti Ghina.
¤¤¤
Senyuman manis Louis mengembang dengan sempurna ketika istrinya baru saja keluar dari kamar mandi dan sudah mengganti pakaiannya, mereka berniat untuk jalan-jalan. Beranjak dari sofa tempatnya duduk Louis mengulurkan tangannya yang langsung Ghina sambut dengan hangat lalu keduanya berjalan bersama keluar dari kamar.
Rencananya Louis ingin mengajak Ghina ke pantai dan menghabiskan sore mereka disana lalu pulang setelah matahari terbenam. Sekarang keduanya sudah ada di halaman depan dan Louis langsung membuka pintu untuk istrinya agar bisa masuk ke dalam mobil.
Setelah sama-sama berada di dalam mobil Louis langsung melaju meninggalkan area rumah dan diperjalanan Ghina tidak bisa untuk berhenti tersenyum karena mereka akan jalan-jalan bersama.
"Kamu senang?" Tanya Louis
"Hmm aku senang sekali Louis terima kasih banyak." Kata Ghina
"Sama-sama sayang." Kata Louis
Ghina menatap lurus ke depan dan tersenyum, dia sudah kembali memulai kehidupannya yang baru bersama dengan Louis dengan menjadi istrinya.
"Louis"
"Hm"
"Terima kasih untuk semuanya aku benar-benar beruntung bisa bertemu kamu." Kata Ghina
"Kenapa masih mengucapkan terima kasih disaat kita sudah menikah Ghina?" Tanya Louis sedikit tidak suka
Ghina bergumam pelan lalu menatap Louis yang tengah menatap lurus ke depan.
"Em tidak tau aku hanya ingin mengatakannya saja." Kata Ghina pelan
Louis menghela nafasnya pelan lalu meraih tangan Ghina dan mencium punggung tangannya. Tak sampai disitu Louis mengusap tangan Ghina dan menyentuh cincin pernikahan mereka.
"Boleh aku minta satu hal?" Tanya Louis
Dengan cepat Ghina menganggukkan kepalanya.
"Belajarlah untuk mencintai aku Ghina"
¤¤¤
__ADS_1
Bonus untuk hari inii💞