
Ada beberapa hal yang Ghina sukai
dari Louis, pertama pria itu sangat baik serta perhatian kepadanya dia tidak
pernah membiarkan Ghina merasa tidak nyaman bahkan jika hal itu sampai terjadi
Louis akan langsung minta maaf, kedua Louis selalu menjaga perasaannya dia juga
menghargai Ghina sebagai seorang perempuan dan terakhir tidak pernah sekalipun
Louis berbicara dengan nada keras padanya. Menurut Ghina pria itu nyaris
sempurna hingga sulit mencari kekurangan di dalam dirinya, dia sangat baik dan
menghargai seseorang membuat Ghina selalu merasa nyaman setiap kali bersamanya.
Seandainya itu bukan Louis mustahil
bagi Ghina bisa merasa begitu nyaman untuk waktu yang sangat singkat, tapi pria
itu berhasil membuatnya merasa nyaman hanya dalam waktu satu minggu dia
bekerja. Setiap kali melihat senyum manisnya Ghina merasa begitu tenang apalagi
mata teduh yang sering menatapnya serta tangan yang sudah berkali-kali
menggenggam tangannya membuat Ghina tidak pernah merasa terusik atau terganggu.
Tadi malam ketika Louis mengatakan
bahwa dia ingin Ghina benar-benar menjadi kekasihnya membuat Ghina terkejut
bukan main hingga dia hanya diam sambil menatapnya. Pancaran mata pria itu
menggambarkan ketulusan yang mendalam dan raut wajahnya mengatakan bahwa dia
bersungguh-sungguh.
Ghina memang tidak memberikan
jawaban, tapi dia juga tidak memberikan penolakan karena Ghina mulai menyuaki
pria itu meski nama Alden masih terukir jelas dihatinya. Bukan hal yang mudah
untuk melupakan Alden, tapi bukan hal yang mustahil pula karena Ghina percaya
bahwa perasaannya untuk Alden akan menghilang.
Menghilang dan digantikan dengan
pria yang lebih menghargainya sebagai seorang wanita.
“Ghina?”
Panggilan itu membuat Ghina
mendongak dan menatap Louis yang tersenyum padanya. Saat ini mereka sedang
sarapan bersama sebelum pergi untuk pertemuan penting jam sepuluh nanti.
“Eh iya ada apa? Maaf aku melamun.”
Kata Ghina
“Kamu sudah kenyang?” Tanya Louis
sambil menatap piring Ghina yang masih tersisa cukup banyak nasi kuning yang
gadis itu pesan
“Hm sudah perutku sedikit sakit.”
Kata Ghina beralasan
Sayangnya hal itu membuat Louis
langsung merasa panik.
“Kamu sakit? Apa kita harus ke
dokter? Aku akan mengantar kamu kembali ke hotel saja.” Kata Louis
“Tidak perlu Louis akan membaik
karena aku baru saja makan, jangan cemas.” Kata Ghina sambil tersenyum
Tapi, hal itu tidak lantas membuat
Louis yakin dia masih menatap Ghina dengan ragu dan kembali bertanya membuat
Ghina tersenyum mendengarnya.
“Kamu yakin Ghina? Kita kembali saja
aku tidak mau kamu sakit.” Kata Louis
“Aku baik-baik saja.” Kata Ghina
“Apa kamu terganggu karena
perkataanku semalam? Kalau iya aku minta maaf, aku tidak menuntut jawaban atau
balasan aku mengatakannya agar kamu tau dan agar aku merasa lega.” Kata Louis
dengan penuh rasa bersalah
Terdiam sejenak Ghina menatap pria
itu lalu tertawa kecil membuat Louis menatapnya dengan bingung.
__ADS_1
“Aku tidak pernah merasa terganggu
dengan ucapan kamu, jadi jangan minta maaf.” Kata Ghina
“Kamu serius?” Tanya Louis
“Iya Louis aku benar-benar tidak
merasa terganggu justru aku merasa… em senang?” Kata Ghina sambil tersenyum
“Senang?”
“Hm aku merasa senang ketika kamu
mengatakannya.” Kata Ghina
Louis tersenyum senang lalu
menggenggam tangan Ghina dan menatapnya dengan senyuman manis.
“Kita harus pergi sekarang kan?”
Kata Ghina
Menatap jam ditangannya Louis
tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mengajak Ghina untuk pergi setelah
membayar makanan mereka. Begitu masuk kedalam mobil Ghina langsung memakai sabuk
pengamannya lalu Louis melajukan mobilnya menuju perusahaan rekan kerjanya yang
cukup jauh.
“Louis boleh aku Tanya sesuatu?”
Tanya Ghina
“Sure kamu boleh tanya apapun.” Kata
Louis tanpa menoleh
“Di jadwal yang aku tulis pertemuan
penting dengan para pengusaha hanya sampai hari ini lalu…”
“Lalu aka nada pertemuan penting
lagi untuk besok.” Kata Louis
“Pertemuan apa biar aku catat.” Kata
Ghina
Ghina ingin mengeluarkan buku kecil
yang ada di dalam tas hingga Louis mengatakan hal yang membuat Ghina berhenti
“Pertemuan penting antara Ghina dan
Louis yang akan menghabiskan waktu satu hari penuh bersama.” Kata Louis
“Louis mak…”
“Aku sengaja menambah satu hari lagi
agar bisa menghabiskan waktu dengan kamu, apa kamu keberatan Ghina?” Tanya Louis
sambil menoleh sekilas
Untuk sesaat Ghina terdiam, tapi
setelahnya dia tersenyum dan menggelengkan kepalanya membuat Louis tersenyum
lalu meraih tangan Ghina dan menciumnya. Perbuatan itu sontak saja membuat
Ghina terkejut bukan main, tapi Louis terlihat biasa dan malah tersenyum.
“Apa yang kamu lakukan Louis?” Tanya
Ghina pelan
Dan jawaban yang pria itu berikan
membuat Ghina terdiam denganjantung berdegup kencang.
“Mencium tangan seorang wanita yang
aku suka”
Ghina benar-benar bisa terkena
serangan jantung kalau begini caranya.
***
Penyesalan memang selalu datang
terakhir dan Alden merasakannya sekarang dia menatap tajam layar ponselnya yang
menunjukkan postingan terbaru Ghina di instagram bersama dengan Louis,
tangannya terkepal kuat lalu Alden melempar asal ponselnya tidak peduli jika
benda itu rusak dia merasa sangat marah. Sebenarnya foto itu hanya foto Ghina
yang berdiri dengan Louis disampingnya, tapi hal itu sukses membuat Alden
kepanasan sendiri.
__ADS_1
Keputusan yang salah menerima
perjodohan dan bukannya menentang sambil terus mempertahankan Ghina kini dia
harus menahan sesak melihat Ghina yang terlihat bahagia dengan pria selain
dirinya, tapi Alden tidak terima, dia akan merebut Ghina kembali. Mengacak
rambutnya frustasi Alden membuka laci meja kerjanya dan mengambil foto yag
terbingkai rapih, dia dan Ghina tengah berpelukan.
‘Alden ayo fotoo’
‘Yaudah kamu berdiri disana biar aku
foto’
‘Ih gak peka maunya berdua sama
kamu’
Senyuman Alden perlahan terbentuk
ketika dia mengingatnya dan tangannya terulur mengusap foto itu dengan sayang.
Bolehkah dia egois dan ingin Ghina
kembali padanya?
***
Sesaat setelah malam mengerikan yang
Ghina alami di pikir akan sulit untuk bangkit kembali, akan sulit untuk
menjalani kehidupannya lagi dan akan sulit untuk baik-baik saja, tapi ternyata
Ghina salah dia sudah bisa menjalani lagi kehidupannya seperti biasa meskipun
bayangan akan malam itu sesekali menghantuinya. Perbuatan Alden memang sangat
melukainya serta harga dirinya, tapi sulit sekali bagi Ghina untuk membencinya,
dia memang bucin sekali ketika bersama Alden.
Dulu meskipun tidak salah Ghina akan
meminta maaf hanya agar Alden tidak pergi meninggalkannya bahkan Ghina pernah
menangis sambil meminta kepada Alden agar tidak pergi meninggalkannya. Namun,
ternyata orang yang mati-matian dia bela dan pertahankan kini telah menorehkan
luka yang begitu besar untuknya.
Beruntung bekerja dengan Louis dapat
membuat perasaan Ghina kian membaik.
“Baiklah terima kasih banyak untuk
hari ini saya harap kerja sama kita akan terus berlanjut”
Ghina tersenyum sambil menatap Louis
lalu dia menunduk dengan sopan ketika Louis mengajaknya untuk kembali.
Pertemuannya berjalan dengan lancer mereka semua puas dengan semua penawaran
yang Louis berikan hinga akhirnya kerja sama kembali terjalin.
Keluar dari ruangan Louis meraih
tangan Ghina dan menggenggamnya yang sama sekali tidak Ghina tolak, tapi dia
lupa bilang kalau tadi dia meng-upload foto mereka berdua di akun media social
miliknya.
“Louis”
“Iya Ghina?”
“Em tadi aku upload foto kita berdua
di instagram, apa kamu ingin aku menghapusnya?” Tanya Ghina
Louis menatapnya dengan senyuman dan
menggelengkan kepalanya.
“Tidak, kamu boleh melakukannya.”
Kata Louis
“Terima kasih Louis.” Kata Ghina
Hanya senyuman yang Louis berikan
lalu tanpa permisi Louis kini merangkul dan menariknya mendekat membuat Ghina
hanya diam sambil menatapnya.
“Ada hal penting yang akan aku
sampaikan nanti malam”
***
__ADS_1
Hai aku updateee maaf kemarin gak update.
Hp aku masih error dan ini nulis lewat laptop hehe.