
"Baby Alan bangun"
Sejak pukul enam pagi Louis sudah sibuk membangunkan anaknya yang masih tertidur lelap karena dia ingin melihat anak kesayangannya dan menggendongnya sebelum pergi ke kantor habis sarapan. Sayangnya Alan masih sangat lelap bahkan dia sama sekali tidak terganggu meskipun Louis terus menekan-nekan pipinya dengan gemas.
Saat diganggu anak itu hanya akan menggeliat pelan, tapi sama sekali tidak terusik apa lagi sampai bangun dari tidurnya. Melihat hal itu Ghina hanya bisa tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan, terkadang Ghina merasa kasihan.
Suaminya itu jarang punya waktu untuk Alan karena dia sangat sibuk apalagi kalau sudah harus pergi ke luar kota hingga berhari-hari tidak bertemu dengan Alan.
"Sayang"
Menolehkan kepalanya Louis tersenyum ketika Ghina berjalan mendekat.
"Jangan digangguin nanti dia bangun." Kata Ghina
"Baiklah aku menyerah diganggu juga dia tidak mau bangun." Kata Louis membuat Ghina tertawa mendengarnya
"Sudah ayo turun untuk sarapan." Kata Ghina sambil mengusap pelan kepala suaminya
Mengangguk singkat Louis berdiri dan berjalan bersama Ghina keluar dari kamar menuju ruang makan. Begitu sampai di bawah semua orang sudah berkumpul dan keduanya langsung bergabung.
"Kelihatannya baby Alan masih tidur terlihat jelas dari wajah murung Daddy nya." Ledek Alisha
"Momm"
Alisha tertawa begitu juga dengan suaminya.
"Kamu itu sama seperti Daddy sayang dulu juga Daddy sama dia sering meninggalkan kalian untuk urusan pekerjaan dan nanti dia mengeluh sepanjang hari karena tidak punya banyak waktu untuk keluarganya." Kata Alisha
"Kasihan sekali Kakakku." Kata Lily sambil mengusap kepala Louis dengan tangannya
Ghina menggelengkan kepalanya pelan sedangkan Louis hanya bisa memasang wajah masamnya dan menatap Ghina yang mengambilkan sarapan untuknya.
"Louis nanti siang kan kamu bisa pulang ketika waktu makan siang." Kata Liam
"Siang dia juga tidur Dad dan nanti kalau aku pulang dia juga tidur." Kata Louis membuat yang lain tertawa mendengarnya
__ADS_1
"Louis besok kan akhir pekan kamu akan menghabiskan waktu dengan Alan." Kata Ghina berusaha membuat suaminya itu tersenyum
Menghela nafasnya pelan Louis tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mulai menyantap sarapannya tanpa banyak bicara lagi. Sungguh setelah memiliki anak Louis jadi ingin berada di rumah seharian agar bisa menatap anaknya dan bisa bermain dengan dia, tapi tentu saja hal itu tidak mungkin karena Louis harus bekerja untuk anak serta istrinya.
Dia tidak bisa hanya berdiam diri saja kan?
Benar kata Ghina besok akhir pekan dia akan menghabiskan banyak waktu bersama dengan anaknya.
Waktu berjalan dengan cukup cepat hingga Louis menghabiskan sarapannya dan sebelum berangkat dia kembali ke kamar untuk melihat anaknya. Masuk ke dalam kamar Louis mendekat ke ranjang anaknya dan menatap Alan yang benar-benar lelap.
Tersenyum manis Louis mendekat dan mencium sayang keningnya lalu setelahnya menatap Ghina.
"Aku akan berangkat." Kata Louis
"Biar aku antar sampai ke depan." Kata Ghina sambil tersenyum
Berjalan beriringan Ghina mengantar suaminya sampai di depan pintu utama dan dia juga mencium punggung tangan Louis dengan sayang.
"Apa aku akan melihat suamiku pergi bekerja dengan wajah murung begini?" Tanya Ghina melihat Louis yang wajahnya kembali murung
"Baiklah aku tersenyum." Kata Louis sambil menarik sudut bibirnya membentuk sebuah senyuman
Louis bergumam pelan dan tidak lupa dia mencium kening Ghina dengan sayang sebelum akhirnya berangkat.
Baiklah rutinitas hariannya telah kembali.
°°°°
Pukul dua belas siang Ghina baru saja selesai menyiapkan makan siang untuk sang suami dan sudah memasukkan ke dalam kotak makan juga, dia akan pergi ke kantor bersama dengan Alan yang kebetulan belum tertidur. Sebelumnya dia sudah menghubungi Louis dan mengatakan bahwa dia akan mengantar makan siang, sengaja agar Louis tidak pergi ke kantin.
Bersama dengan anaknya yang berada dalam dekapannya Ghina masuk ke dalam mobil dan meletakkan paper bag miliknya di samping. Sepanjang perjalanan Ghina hanya diam sambil sesekali bermain bersama anaknya atau menenangkan Alan yang sedikit rewel.
Anaknya itu memang tidak betah berada dalam mobil pasti rewel sekali bahkan pernah sekali mereka membawa Alan ke rumah Gibran dan sepanjang perjalanan anak itu terus merengek, tapi beruntung sekarang tidak.
Setelah menempuh perjalanan yang cukup panjang akhirnya Ghina sampai juga dan dengan senyuman dia segera turun dari mobil lalu masuk ke dalam. Di dalam gendongannya Alan terlihat manja dengan bersandar di bahunya dan setiap kali bertemu seseorang mereka menyapa Ghina dengan ramah yang dia balas dengan senyuman.
__ADS_1
Setelah naik ke lantai teratas Ghina bergegas masuk ke dalam ruangan sang suami tanpa meminta izin dari siapapun tentu saja, siapa yang mau melarangnya. Begitu masuk ke dalam Ghina langsung melihat sang suami yang masih fokus dengan latar laptop di depannya.
"Sayang sudah dulu sekarang makan"
Perkataan itu membuat Louis mendongak dan senyumnya langsung mengembang dengan sempurna lalu dengan penuh semangat menghampiri keduanya.
"Aku kira kamu menitipkan makananya dengan supir." Kata Louis
"Tidak aku ingin datang bersama dengan baby Alan sepertinya dia sangat merindukan kamu." Kata Ghina
Tersenyum senang Louis langsung mengambil alih Alan dari Ghina dan menggendongnya sambil mencium pipinya berkali-kali.
"Louis makan"
"Nanti saja." Kata Louis yang sekarang sudah duduk di sofa
"Louis makan dulu kamu bilang akan ada rapat setelah makan siang." Kata Ghina
"Nanti saja aku belum lapar." Kata Louis
Ghina menggelengkan kepalanya pelan melihat Louis yang malah terlihat asik bermain dengan anak mereka. Akhirnya Ghina duduk di samping sang suami lalu mengeluarkan bekal yang dia bawa.
"Baiklah hadap sini biar aku suapi." Kata Ghina
Louis hanya mengangguk patuh dan menerima suapan demi suapan yang Ghina berikan dengan dia yang asik bermain bersama anaknya.
Lihatlah, Ghina punya dua orang bayi sekarang.
°°°°
Update yeeeee🥰
Nah jadi aku mau kasih tau kalau salah satu alasan aku mau tamatin cerita ini karena aku mau bikin cerita Gavin.
Kalian yang baca Obsession inget kan aku pernah bilang mau buat cerita anaknya Gibran nah tadinya mau tentang Danira, tapi berubah jadi Gavin.
__ADS_1
Sebenernya tentang Gavin dan Danira sih jadi Kakak-adik gitu.