
"Ghina aku bisa sendiri sayang"
Louis sudah mengatakan hal yang sama berkali-kali pada istrinya, tapi Ghina sama sekali tidak mau dengar dan tetap keras kepala untuk menyuapi Louis sarapan. Saat ingin mengatakan lagi hal yang sama Louis dapat melihat istrinya itu memasang wajah galaknya membuat dia tidak punya pilihan lain selain menurut.
Melawan perintah Ghina yang sedang hamil bisa membuat wanita itu menangis atau merajuk dan Louis tidak mau kalau hal itu sampai terjadi. Selain itu Ghina melakukan nya juga karena dia merasa cemas padahal Louis sudah baik-baik saja bahkan demamnya sudah turun.
Suhu tubuhnya kembali normal, tapi Ghina bilang dia masih sakit dan belum sembuh sehingga tidak boleh pergi ke kantor.
"Ayo makan lagi aaa"
Ya ampun ibu hamilnya ini menggemaskan sekali Louis jadi ingin mencubit pipinya.
"Ghina aku sudah makan cukup banyak." Kata Louis
"Emm belum habis makannya harus habis dulu." Kata Ghina
Tidak bisa memberikan penolakan Louis hanya menerima saja suapan yang istrinya berikan hingga makanan yang ada di piring benar-benar habis tak tersisa.
"Sekarang minum ini sama obatnya juga." Kata Ghina
"Iya Ghina"
Meminum obat yang diberikan istrinya Louis menatap Ghina dengan senyuman begitu dia selesai.
"Nah sekarang ke kamar terus istirahat." Kata Ghina
"Ghina aku lelah kalau harus istirahat terus." Kata Louis
"Lalu?"
"Hm ayo ke taman belakang saja." Kata Louis
"Tapi, kamu kan lagi sakit." Kata Ghina sambil menatap suaminya
Louis tersenyum lalu membawa tangan Ghina untuk menyentuh dahinya.
"Sudah baikan sayang." Kata Louis
Terdiam sesaat Ghina mengangguk sebagai jawaban lalu menggenggam tangan Louis dengan sayang dan mengajaknya pergi ke taman belakang. Tak butuh waktu lama untuk sampai disana karena sekarang keduanya sudah duduk di bangku yang ada disana.
Sebelumnya Ghina hanya pernah lihat saja dia tidak pernah duduk disini sambil menatap banyaknya bunga indah yang ditanam di belakang.
"Mommy Hilda suka berkebun makanya ada banyak sekali bunga disini." Kata Louis
"Indah sekali"
"Iya Mommy Hilda dulu selalu pergi ke sini setiap pagi untuk merawat semuanya meskipun Daddy bilang biar tukang kebun yang melakukannya, tapi Mommy menolak." Kata Louis
Ghina tersenyum mendengarnya, ada banyak sekali bunga dan suasana disini sangat menyejukkan.
__ADS_1
"Louis"
"Hmm"
"Kamu kenapa kemarin bisa sakit?" Tanya Ghina
"Tidak tau Ghina mungkin kelelahan." Kata Louis
"Kamu jangan capek-capek aku janji gak akan gangguin kamu atau minta yang aneh-aneh lagi." Kata Ghina
"Iya Ghina"
"Maaf ya? Selama hamil aku manja banget sama kamu pasti kamu capek ya? Pasti capek mikirin kerjaan dan aku." Kata Ghina
"Kenapa minta maaf?" Tanya Louis
Ghina hanya menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.
"Jangan minta maaf aku gak papa Ghina." Kata Louis
Ghina menghela nafasnya pelan lalu memeluk Louis dari samping dengan sangat erat membuat suaminya itu tersenyum sambil mengusap kepalanya.
"Bagi aku kamu dan bayi kita yang terpenting." Kata Louis
"Tapi, kamu juga penting bagi aku dan baby." Kata Ghina
"Iya baiklah maaf karena sudah membuat kamu dan baby kita khawatir." Kata Louis sambil memberikan ciuman di puncak kepalanya
"Iya Ghina"
"Pokoknya kamu jangan sakit aku gak mau lihat kamu sakit." Kata Ghina
"Kenapa?"
"Aku sedih terus takut terus gak suka lihatnya apalagi muka kamu pucat." Kata Ghina
"Iya Ghina aku akan menuruti semua yang kamu katakan." Kata Louis
"Bener ya?"
"Iya sini kita janji dulu." Kata Louis
Meraih jari kelingking istrinya Louis menautkan jari kelingking mereka dan tersenyum.
"Sudah janji"
Ghina tersenyum senang dia menatap suaminya dengan penuh kebahagiaan.
"Jangan diingkari." Kata Ghina
__ADS_1
"Tidak akan"
"Sekarang peluk lagii." Kata Ghina
Tertawa kecil Louis membawa istrinya itu ke dalam pelukannya dan mengusap kepalanya dengan sayang.
"Besok aku kerja ya?"
Perkataan itu membuat Ghina mendongak dan menatap suaminya dengan wajah cemberut.
"Sebelum makan siang aku akan pulang"
Terdiam sesaat Ghina akhirnya menganggukkan kepalanya membuat Louis tersenyum senang.
"Aku akan baik-baik saja"
Ghina tersenyum sambil mengeratkan pelukannya, kenapa jadi dia yang manja padahal suaminya lagi sakit?
°°°
Liam tersenyum tipis menatap Alisha yang tengah menonton TV sambil memakan cemilan, wanita masih sama tetap cantik di usianya yang sudah tak lagi muda. Melangkahkan kakinya mendekat Liam duduk di samping Alisha dan membuat mantan istrinya menoleh lalu menatap nya dengan alis bertaut.
Mengangkat bahunya acuh Liam mengambil makanan yang Alisha pegang lalu memakannya tanpa permisi membuat wanita itu berdecak kesal. Untuk sesaat mata Alisha hanya fokus menatap Liam yang duduk di sampingnya.
"Kamu ada perlu Liam?" Tanya Alisha
"Tidak aku hanya bosan saja." Kata Liam
"Kenapa kamu tidak ke kantor?" Tanya Alisha
"Tidak ada pertemuan penting, jadi aku memilih untuk di rumah saja bersama kamu." Kata Liam
Alisha menatapnya dengan alis bertaut lali tertawa.
"Kenapa tertawa?" Tanya Liam
"Kamu lucu sekali, kenapa malah ingin bersamaku?" Kekeh Alisha
"Tidak boleh?" Tanya Liam
"Bukan gitu Liam hanya lucu saja." Kata Alisha
Liam tersenyum dan mengalihkan pandangannya ke depan membuat Alisha ikut tersenyum lalu menepuk pelan pundaknya.
Sesaat setelahnya mereka terdiam untuk waktu yang cukup lama hingga akhirnya dia kembali menatap Alisha dan mengatakan sesuatu yang membuat Alisha terdiam.
"Apa kamu tidak mau kembali bersamaku?"
°°°
__ADS_1
Update nya kemaleman gak jadi sore maaf yaa😔