
Sejak pulang ke rumah dan mengetahui bahwa istrinya sakit Louis benar-benar tidak mau beranjak dari sisi Ghina bahkan dia memaksa untuk menyuapi wanita itu makan meskipun berkali-kali Ghina menolaknya. Sekarang keduanya berada di dalam kamar dan sekali lagi Louis sama sekali tidak mengizinkan Ghina untuk melakukan apapun, dia terus meminta Ghina agar istirahat padahal keadaan Ghina sudah sedikit membaik.
Setelah Louis pergi ke Singapura memang Alan sedikit rewel dia sering bangun ketika tengah malam lalu menangis cukup lama dan yang membuat Ghina sakit mungkin karena dia tidak langsung tidur setelah selesai membuat anaknya kembali terlelap. Namun, jangan khawatir Ghina sudah mulai membaik karena dia minum obat dan ada Louis disampingnya yang membuat keadaannya semakin membaik.
Pria itu sangat khawatir padanya.
"Berbaringlah Ghina kamu harus istirahat jangan menatapku terus"
Bukan menurut Ghina justru tertawa kecil sambil menatap wajah Louis yang terlihat kesal.
"Aku belum mengantuk dan dari pagi aku sudah istirahat, kenapa aku tidak boleh menatap suamiku yang baru saja pulang setelah pergi untuk urusan pekerjaan?" Kata Ghina
Menghela nafasnya pelan Louis membawa Ghina mendekat lalu memeluknya dengan sayang.
"Aku merasa jahat sekali karena tidak tau kamu sakit." Kata Louis pelan
"Louis kamu ini bicara apa? Aku yang memaksa mereka untuk tidak bilang jangan menyalahkan diri kamu sendiri dan jangan cemas aku sudah baik-baik saja." Kata Ghina sambil membalas pelukan suaminya
Ghina dapat merasakan ciuman di puncak kepalanya yang membuat dia semakin mengeratkan pelukannya.
"Kamu pasti kesulitan merawat baby Alan sendirian ketika sedang sakit." Kata Louis
"Louis apa kamu lupa? Aku tidak sendirian ada Lily dan Mami Alisha lalu Mama juga sempat datang ke rumah." Kata Ghina
Mendengar hal itu Louis melepaskan pelukannya lalu menatap Ghina yang tengah tersenyum padanya.
"Tersenyum Louis." Kata Ghina sambil menarik sudut bibir pria itu agar membentuk sebuah senyuman
__ADS_1
Mendapat perlakuan itu membuat Louis kini benar-benar tersenyum.
"Berjanjilah akan selalu jujur padaku? Jangan pernah memikirkan hal yang lain bagi aku kamu dan anak kita yang terpenting, aku bisa meninggalkan pekerjaan untuk kalian." Kata Louis
"Iya baiklah aku janji Daddy Louis." Kata Ghina
Tertawa kecil Louis kini melirik ke ranjang mereka dimana baby Alan tengah tertidur dengan sangat lelap.
"Dia sangat tampan seperti kamu Louis." Kata Ghina
"Aku tampan?" Kata Louis dengan alis bertaut
"Sangat, kamu sangat tampan Louis sayang." Kata Ghina
Tertawa kecil Louis meminta istrinya itu mendekat lalu dia mencium keningnya cukup lama dan membawa lagi Ghina ke dalam pelukannya.
"No kamu sedang sakit." Kata Louis
"Hanya ke taman kita ajak baby Alan jalan-jalan." Kata Ghina
"No"
"Louis, ke taman saja kita pergi pagi-pagi." Kata Louis
Baru ingin menolak Ghina sudah menatap matanya dengan raut wajah sedih membuat Louis tidak bisa memberikan penolakan.
"Sebentar saja, oke?" Kata Louis
__ADS_1
Dengan penuh semangat Ghina menganggukkan kepalanya lalu mengeratkan pelukan pada suaminya membuat Louis tertawa kecil seraya mengusap rambut istrinya.
"Sekarang istirahat ya? Tidur bersama baby Alan." Kata Louis
Kali ini Ghina mengangguk patuh dia berbaring tepat di samping anaknya yang juga tengah tertidur. Sedangkan Louis duduk di pinggiran ranjang sambil mengusap kepala Ghina dengan sayang.
"Tidur Ghina"
"Iya tidur"
"Pejamkan matanya." Kata Louis lagi
"Cerewet"
"Cepat istirahat biar besok membaik dan kita bisa jalan-jalan." Kata Louis
"Baiklah"
Louis tersenyum sambil menatap Ghina yang mulai memejamkan matanya dan berusaha untuk tertidur.
Cukup lama menunggu hingga Ghina benar-benar terlelap Louis mendekat dan memberikan ciuman di keningnya sebelum berlalu pergi keluar kamar.
Membiarkan Ghina istirahat agar keadaannya membaik.
°°°°
Update duluu yukkk🥰
__ADS_1