Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Tersayang


__ADS_3

Raut wajah Louis dipenuhi kecemasan dan begitu mobilnya terparkir di halaman depan rumah dia langsung berlari masuk ke dalam untuk melihat keadaan Ghina. Saat lagi di kantor tadi Lily menelpon dia bilang kalau Ghina terus muntah-muntah dan menangis karena perutnya sakit.


Di rumah hanya ada Lily bersama dengan Alisha saja kalau Liam ada di kantor bersama dengan Louis bahkan keduanya berangkat bersama-sama tadi. Membuka pintu kamar Louis melihat Ghina yang duduk sambil bersandar di ranjang dengan Alisha disampingnya yang menyuapi dia makan.


Memang sudah masuk waktu makan siang, berjalan mendekat Louis naik ke atas ranjang dan menatap wajah Ghina yang terlihat pucat. Di tempatnya Ghina tersenyum, tapi Louis malah merasa cemas karena Ghina pucat apalagi ketika tangannya menyentuh dahi Ghina yang terasa cukup panas.


"Ada apa Ghina?" Tanya Louis cemas


"Tadi Ghina minum susu yang kamu belikan kemarin dan dia langsung mual lalu muntah-muntah." Kata Alisha menjelaskan


"Baunya tidak enak kepalaku pusing menciumnya." Kata Ghina


"Kenapa tidak bilang? Nanti akan aku buang, sekarang bagaimana keadaan kamu? Kita perlu ke rumah sakit?" Tanya Louis cemas


"Sudah lebih baik dan aku tidak mau ke rumah sakit." Kata Ghina


"Biarkan Ghina istirahat saja Louis kalau kamu memang cemas telpon Dokter saja." Kata Alisha


"Terima kasih Mom sudah menjaga Ghina." Kata Louis


"Hm tadi Lily ada urusan mendadak, jadi dia pergi." Kata Alisha yang dijawab dengan anggukan singkat oleh Louis


"Biar aku yang suapi Ghina." Kata Louis


"Tidak aku sudah kenyang." Kata Ghina


"Tapi, itu masih banyak, bagaimana kamu bisa kenyang?" Tanya Louis


"Louis aku tidak mau makan banyak-banyak nanti mual lagi." Rengek Ghina


"Louis tidak papa Ghina sedang hamil jangan dipaksa yang penting dia sudah makan nanti kalau lapar dia akan bilang." Kata Alisha


Louis menghela nafasnya pelan lalu menganggukkan kepalanya.


"Kalau gitu Mommy taruh ini di dapur dan Ghina kamu istirahat." Kata Alisha


"Terima kasih Mi." Kata Ghina


Begitu Alisha keluar dari kamar Louis langsung mendekat dan menatap wajah Ghina sambil mengusap sayang pipinya.


"Kamu pucat sekali sayang, kita ke rumah sakit saja ya?" Kata Louis


"Tidak aku mau di rumah." Kata Ghina pelan


"Sekarang apa yang kamu rasakan?" Tanya Louis


"Lemas"


"Yaudah kamu istirahat." Kata Louis dengan penuh kelembutan


"Kamu kenapa pulang?" Tanya Ghina


"Aku cemas sama kamu Ghina tadi Lily telpon makanya aku pulang, dia bilang kamu menangis karena sakit." Kata Louis


"Tadi perutku sakit sekali dan kepalanya juga." Kata Ghina mengadu

__ADS_1


"Kenapa hm? Kamu pasti mikirin sesuatu ya? Mommy bilang sesuatu lagi?" Tanya Louis


Ghina dengan cepat menggelengkan kepalanya.


"Mami Alisha cuman ajakin aku ngobrol aja kamu tanya Lily kalau enggak percaya." Kata Ghina


"Iya aku percaya." Kata Louis


Ghina terdiam sejenak lalu kembali meringis karena perutnya sakit dan hal itu membuat Louis merasa cemas.


"Aku mau tiduran." Kata Ghina pelan


Mendengar hal itu Louis langsung membantu Ghina untuk berbaring dan menatap istrinya sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


"Kamu mau apa Ghina?" Tanya Louis


"Aku gak mau apa-apa Louis aku juga gak nafsu makan." Kata Ghina yang terdengar seperti rengekan


"Vitaminnya udah diminum?" Tanya Louis


"Udah"


"Yaudah sekarang kamu tidur istirahat ya? Nanti kalau masih sakit aku telpon Dokter." Kata Louis


"Kamu mau ke kantor lagi?" Tanya Ghina pelan


"Enggak sayang aku disini sama kamu." Kata Louis sambil tersenyum


"Louis"


"Aku memikirkan sesuatu sejak tadi pagi." Kata Ghina pelan


"Apa yang kamu fikirkan hm?" Tanya Louis


"Kamu"


"Aku?"


"Iya, aku merasa sangat bersalah karena kejadian kemarin Louis, kamu terlihat marah aku baru melihat kamu begitu kemarin." Kata Ghina pelan


"Maaf, aku tidak marah Ghina." Kata Louis


"Aku merasa sangat bersalah karena begitu egois sama kamu." Kata Ghina lagi


"Hey jangan menangis." Kata Louis ketika melihat genangai air mata di mata indah istrinya


"Aku jahat sekali sama kamu." Kata Ghina dengan air mata yang terjatuh


Louis menghela nafasnya pelan lalu membantu lagi Ghina bangun dan menbuat wanita itu langsung memeluknya.


"Aku terus memikirkan itu Louis, maafin aku untuk kejadian kemarin harusnya aku tidak membela Caca dan menyakiti perasaan kamu." Kata Ghina


"Sudah jangan menangis." Kata Louis


Melepaskan pelukannya Louis mengusap sayang pipi Ghina dan menghapus air matanya.

__ADS_1


"Sudah ya? Aku bisa mengerti." Kata Louis


"Kamu selalu mengerti aku, tapi aku tidak." Kata Ghina sedih


"Ghina jangan memikirkan apapun sayang." Kata Louis


"Tidak bisa aku memikirkan kamu terus." Rengek Ghina membuat Louis tersenyum mendengarnya


"Udahan nangisnya gak boleh nangis." Kata Louis


"Louisss"


"Kamu terlihat seperti baby ketika lagi menangis, semoga anak kita mirip sama kamu nanti." Kata Louis mencoba mengalihkan pembicaraan


"Enggak aku maunya anak kita mirip kamu, aku tidak mau dia mirip aku." Kata Ghina


"Kenapa tidak mau?" Tanya Louis


"Tidak ada sikap baik dalam diriku Louis, aku keras kepala, egois, dan cengeng kalau kamu baik, sabar, dan tegas." Kata Ghina


"Kamu baru saja memujiku sayang." Kata Louis dengan senyuman manisnya


"Bukan pujian." Kata Ghina


"Aku mau anak kita mirip kamu, menggemaskan dan memiliki wajah yang imut." Kata Louis


"Enggak harus mirip kamuu." Kata Ghina


"Kalau gitu kita buat dua, satu mirip aku dan satu mirip kamu." Kata Louis


"Aku mau empat." Kata Ghina membuat Louis menatapnya tidak percaya


Apa maksud Ghina dia ingin punya empat anak?


"Kamu mau punya empat anak?" Tanya Louis


Ghina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Aku mau empat kalau dua nanti sepi kayak di rumah cuman ada aku sama Kak Gibran." Kata Ghina


"Kalau gitu dengan senang hati kita akan membuat empat anak." Kata Louis


"Aku mau dua laki-laki dan dua perempuan." Kata Ghina dengan mata berbinar


Louis tersenyum melihat Ghina yang sudah tak lagi sedih, dia berhasil mengalihkan pembicaraan.


"Kedengarannya bagus sayang aku suka proses membuatnya." Kata Louis sambil tertawa


Mendengar hal itu Ghina langsung menatapnya dengan sebal lalu memukul lengannya cukup kuat.


"Nyebelin banget sihh!"


¤¤¤


Updateeee💞

__ADS_1


__ADS_2