Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Tertidur


__ADS_3

Sejak tadi Louis memperhatikan wajah istrinya yang terlihat tenang dalam tidur lelapnya, tapi sekarang Ghina harus bangun untuk makan siang karena waktu sudah menunjukkan pukul dua. Tidak terasa waktu berjalan cepat sekali ketika Louis sedang bersama Ghina padahal mereka tidak melakukan apapun bahkan sudah dua jam Louis hanya diam sambil menatap istrinya.


Tersenyum manis Louis mengusap pipi Ghina dengan sayang membuat istrinya itu bergerak pelan dan semakin mendekat padanya. Memberikan ciuman di keningnya Louis mulai membangunkan Ghina dengan mengusap pipinya atau menepuk pelan pundaknya.


Bukan membuka mata Ghina hanya bergumam pelan saja sebagai jawaban, tapi tidak berniat membuka matanya.


"Sayang bangun dulu kamu harus makan"


Masih tidak ada jawaban hingga Louis memutuskan untuk mendekatkan wajahnya dan mencium singkat bibir Ghina.


Berhasil!


"Masih ngantuk." Rengek Ghina membuat Louis tersenyum mendengarnya


"Makan dulu ya? Udah jam dua kasihan baby nya pasti lapar juga." Kata Louis sambil mengusap perut Ghina dengan sayang


Akhirnya dengan terpaksa Ghina membuka matanya dan menatap sang suami yang tengah tersenyum padanya.


"Makan ya?" Kata Louis


Ghina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Mau makan apa?" Tanya Louis dengan penuh kelembutan


"Makan yang sudah di masak saja Louis." Kata Ghina


"Yaudah bangun dulu cuci muka baru kita turun." Kata Louis


Mengangguk patuh Ghina bangun lalu menyampirkan selimutnya dan pergi ke kamar mandi untuk cuci muka, dia masih mengantuk, tapi juga lapar.


Tak butuh waktu lama Ghina keluar setelah selesai membasuh wajahnya lalu dia menyambut uluran tangan sang suami. Memeluk sayang lengan Louis keduanya menuruni tangga dan pergi ke dapur.


Secara kebetulan ada Alisha dan Lily juga yang sedang makan siang hal itu membuat Ghina tersenyum senang. Keduanya duduk di hadapan Lily dan Alisha yang sedang menyantap makan siang mereka.


"Mau Mami ambilkan Ghina?" Tanya Alisha


"Em bolehh"


Alisha tersenyum lalu mengambilkan menantunya itu makan, dia masih merasa malu karena tuduhan yang dia layangkan pada Ghina juga tamparan yang pernah dia berikan.


Apalagi sampai sekarang Louis jadi semakin menjauh darinya, hubungan mereka semakin tidak baik, tapi tidak papa Alisha bisa mengerti.


"Makasih Mami." Kata Ghina


"Sama-sama, kamu mau Mami ambilkan juga Louis?" Tanya Alisha


"Tidak perlu aku bisa sendiri." Kata Louis dengan dingin


"Louis kenapa galak sekali sama Mami?" Kata Ghina sambil menatap suaminya yang sedang mengambil makan siang untuknya

__ADS_1


"Tidak papa Ghina." Kata Alisha sambil tersenyum


Ghina mengerucutkan bibirnya sebal lalu menatap Louis yang tidak merasa bersalah sama sekali.


"Kakak gimana keadaan Kakak sekarang? Kata Mami kemarin Kakak muntah-muntah." Kata Lily berusaha mengalihkan pembicaraan


Ghina tersenyum ketika mendengarnya lalu memberikan jawaban dengan jujur.


"Aku baik Lily apalagi ada Louis yang sekarang nemenin aku di rumah." Kata Ghina senang


Mendengar hal itu Louis ikut senang bahkan tanpa malu atau canggung dia mengusap kepala Ghina dengan sayang membuat Alisha tersenyum melihatnya, mirip sekali dengan Liam dulu.


Penuh perhatian.


"Ghina jangan capek-capek ya? Banyak istirahat." Kata Alisha


"Iya dari kemarin aku istirahat terus." Kata Ghina


"Makannya juga harus teratur ya? Jangan sampai telat gak baik." Kata Alisha


"Iya Mami"


"Besok Mami mau kembali ke singapura." Kata Alisha


Perkataan itu bukan hanya membuat Ghina menatapnya, tapi Louis juga.


"Ada beberapa hal yang harus Mami urus sayang, tapi Mami janji dalam waktu dekat bakal kembali lagi." Kata Alisha


"Jam berapa?" Tanya Louis


Alisha mendongak dan menatap anaknya dengan senyuman.


"Sepuluh"


"Biar aku antar ke bandara." Kata Louis


"Tidak papa sayang kamu temani Ghina saja besok Mommy akan diantar oleh Daddy." Kata Alisha


"Hati-hati Mom dan jaga kesehatan disana." Kata Louis pelan


Alisha tersenyum senang, dia tau Louis selalu perhatian padanya.


"Iya Louis nanti Mommy kabari kalau sudah sampai." Kata Alisha


Mengangguk singkat Louis mengalihkan pandangannya pada Ghina yang asik makan setelah selesai berbincang dengan Alisha.


Kelihatannya Ghina suka sekali dengan menu kali ini karena istrinya itu terlihat sangat lahap makannya.


Saat tiba-tiba Ghina terbatuk karena tersedak Louis langsung memberikan minum dan mengusap pelan tengkuk istrinya.

__ADS_1


"Pelan-pelan sayang." Kata Louis


Ghina kembali menenggak minumnya lalu menatap Louis dan tersenyum.


"Iya Louis"


Ikut tersenyum Louis mencubit pelan pipi Ghina membuat istrinya itu melepaskannya tangannya karena kesal.


"Jangan dicubitt"


Keduanya seolah tidak sadar bahwa masih ada Alisha dan Lily disana.


Benar-benar dunia hanya milik berdua.


¤¤¤


"Louisss"


Panggilan itu membuat Louis yang sedang menerima telpon dari kantor menghampiri Ghina dan duduk disampingnya. Baru saja duduk Ghina langsung memeluknya dari samping membuat Louis tersenyum dan merangkulnya dengan sayang.


Dia masih berbicara di telpon untuk membahas masalah pekerjaan dan disampingnya Ghina terlihat cemberut, dia ingin mengambil ponsel milik suaminya, tapi Louis mencegahnya dan mengatakan sebentar lagi tanpa suara. Ada hal yang penting yang harus dia bahas setidaknya untuk lima belas menit ke depan, tapi Ghina kelihatannya ingin dia mematikan telponnya.


"Iya kirim file nya lewat email dan berkas-berkasnya letakkan saja di mejaku besok aku tanda tangani... sebentar sayang aku janji sebentar lagi." Kata Louis yang menjauhkan sedikit ponselnya


"Louisss"


"Sebentar ya?" Kata Louis sambil mengecup singkat bibir istrinya


"Lalu bagaimana dengan meeting hari ini? Tidak tidak besok aku akan ke kantor karena Daddy ada urusan dan tidak bisa ke kantor." Kata Louis


Selama bicara di telpon Louis terus mengusap punggung Ghina dan menatap istrinya yang terlihat cemberut.


"Ada jadwal apa saja untuk besok?" Tanya Louis


Kesal karena suaminya tak kunjung selesai Ghina menjauhkan dirinya dan pergi menjauh membuat Louis tersenyum sambil menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak banyak kan? Paling tidak aku akan pulang pukul dua siang." Kata Louis


Sekitar sepuluh menit berbicara di telpon Louis mematikan sambungan telponnya setelah merasa cukup lalu menyusul Ghina ke kamar dan dia malah melihat istrinya yang tertidur.


Menggelengkan kepalanya pelan Louis berjalan mendekat lalu membenarkan posisi Ghina dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Tidak lupa memberikan sebuah ciuman di keningnya juga.


"Tidur nyenyak sayang"


¤¤¤


Aku updateee💞

__ADS_1


__ADS_2