
Kedatangan Cassandra ke kantor membuat mood Alden memburuk seketika, sejak kejadian itu Alden benar-benar menghindari tungannya karena dia merasa sangat marah dengan perbuatan Cassandra. Menurutnya itu sudah keterlaluan Alden sangat marah dengan apa yang sudah Cassandra lakukan apalagi wanita itu sama sekali tidak terlihat bersalah.
Sungguh Alden sama sekali tidak menyangka Cassandra akan melakukan hal itu bahkan dia tidak tau kalau Cassandra diam-diam mengambil foto itu dari ponselnya. Sekarang kedatangan Cassandra membuat Alden benar-benar muak, dia tidak suka dengan orang seperti Cassandra.
Padahal Ghina menganggapnya teman baik bahkan saat Alden mengatakan niat untuk menceraikan Cassandra setelah beberapa bulan pernikahan malah membuat Ghina marah karena tidak mau kalau dia menyakiti Cassandra.
Tapi, apa yang wanita itu lakukan?
"Alden kamu tidak bisa terus menghindari aku." Kata Cassandra
Alden mendengus kesal lalu menaruh kasar berkas-berkas miliknya di meja dan menatap Cassandra dengan tajam.
"Apa? Keluarlah dari ruanganku sekarang." Kata Alden
"Kamu tidak bisa terus menghindari aku! Aku sudah meminta pada orang tua kita untuk memajukan tanggal pernikahan." Kata Cassandra membuat Alden mengepalkan tangannya kuat
"Apa kau sudah gila?!" Bentak Alden
"Kamu terus menghindariku!" Kata Cassandra
"Kamu sendiri yang menyebabkan hubungan kita malah semakin buruk!" Balas Alden
"Kamu masih membela Ghina?!" Kata Cassandra
"Gue bukan membelanya, tapi memang lo yang salah! Dengar Ca gue suka dengan apa yang lo lakuin pada Ghina! Lo udah nyakitin dia!" Kata Alden marah
Dia bahkan mengganti lagi panggilan dengan lo dan gue pada Cassandra.
"Dan kenapa lo peduli? Gue gak salah Ghina memang wanita..."
"Jangan berani lo bilang hal buruk tentang dia!" Kata Alden sambil melangkahkan kakinya maju dan mencengkram kuat rahang Cassandra
Cassandra terdiam dengan amarah di dadanya, tapi dia juga takut melihat Alden yang sangat marah.
"Malam itu semuanya salah gue! Bukan salah dia, jadi lo gak berhak kirim foto itu ke nyokapnya Louis apalagi sampai bilang hal buruk kayak gitu!" Kata Alden
Alden melepaskan tangannya lalu melemparkan berkas-berkas yang ada di meja hingga berantakan.
"Agh brengsek! Gue yang salah Ca bukan dia! Gimana bisa lo setega itu sama Ghina?!" Kata Alden lagi
Ditempatnya Cassandra diam dengan tangan yang terkepal, dia takut melihat kemarahan Alden.
__ADS_1
"Gue menyesal udah ninggalin dia Ca dan gue lebih menyesal karena harus tunangan apalagi menikah sama lo! Gue benci lo Cassandra." Kata Alden dengan penuh penekanan
Setelah mengatakan hal itu Alden melangkahkan kakinya keluar dan menutup pintunya dengan kuat membuat Cassandra memejamkan matanya. Berpegangan pada ujung meja Cassandra menghela nafasnya pelan dengan dada yang terasa sesak.
"Semua karena lo Ghina!"
Bagi Cassandra orang yang perlu disalahkan hanya Ghina.
¤¤¤
Saat ini Ghina berada di kamarnya bersama dengan Louis bahkan dia berbaring dengan menjadikan paha Louis sebagai bantalan untuk kepalanya. Tangan kekar Louis sejak tadi tidak berhenti mengusap kepalanya membuat Ghina merasa sangat senang dan memejamkan matanya menikmati usapan yang diberikan suaminya.
Mereka habis selesai makan siang lalu kedua orang tua Ghina meminta Ghina untuk beristirahat dan Louis juga sama karena Ghina memang masih terlihat sedikit pucat. Hal yang membuat Louis senang juga adalah Ghina yang tadi makan dengan sangat lahap bahkan dia sampai menambahkan lagi nasi serta sayuran yang Mama nya masak.
"Louis menurut kamu anak kita perempuan atau laki-laki?" Tanya Ghina sambil membuka matanya dan menatap Louis
"Hm aku tidak tau, tapi aku harap dia perempuan dan sama cantiknya seperti kamu." Kata Louis
"Aku cantik?" Tanya Ghina
"Masih bertanya?" Kata Louis sambil mencapit gemas hidung istrinya
"Bukankah masih banyak wanita yang lebih cantik dari aku?" Tanya Ghina
"Louis"
"Iya?"
"Aku mau tanya sesuatu, tapi em sedikit sensitif untuk kamu." Kata Ghina
"Katakan saja aku tidak masalah." Kata Louis
"Kamu janji gak marah kan?" Tanya Ghina
"Janji"
"Emm kenapa Mommy sama Daddy kamu bercerai? Padahal sepertinya Daddy kamu masih mencintai Mommy." Kata Ghina
Pertanyaan itu membuat Louis terdiam sejenak lalu tersenyum dan mengusap pipi Ghina dengan sayang.
"Ini cerita yang panjang sayang, kamu mau dengar?" Tanya Louis
__ADS_1
Ghina bangun dan menatap Louis lalu menganggukkan kepalanya.
"Ya Mom sama Dad memang saling mencintai bahkan masa kecilku sangat bahagia bersama mereka, tapi Mommy itu wanita yang keras kepala dan sedikit egois," Kata Louis
Ghina mendengarkan dengan penuh rasa ingin tau membuat Louis tersenyum melihatnya.
"Mereka memang sering berdebat, tapi pada akhirnya tetap berbaikan dan ya hal seperti itu terus terjadi sampai aku sekolah menengah ke atas," Kata Louis
Louis tersenyum tipis ketika mengingatnya.
"Kamu mau tau Ghina? Daddy itu pria yang sangat sabar kalau menurut aku karena dulu Mommy sering sekali marah bahkan sampai mendiamkan Daddy padahal Daddy tidak salah, tapi Daddy selalu mengalah pada Mommy bahkan dia yang selalu minta maaf meskipun tidak salah," Kata Louis
Tentu saja Louis tau dia sudah cukup mengerti hal itu ketika usianya tujuh belas tahun.
"Sampai Mommy benar-benar marah karena suatu kesalah fahaman yang membuat Mommy sampai menggugat cerai Daddy dan kamu tau? Daddy benar-benar berjuang untuk mempertahankan pernikahan dia membujuk Mommy berusaha menjelaskan semuanya, tapi Mommy tetap mau cerai," Kata Louis
Ghina jadi ikut sedih mendengarnya dan dia langsung memeluk Louis membuat suaminya itu tersenyum sambil mengusap punggungnya.
"Daddy menyerah karena Ghina percuma mempertahankan hubungan ketika tidak ada lagi rasa percaya di dalamnya dan mereka bercerai lalu menjalani kehidupan masing-masing sampai Daddy menikah lagi, kamu jangan berfikir Daddy tidak mencintai Mommy Hilda karena dia sangat mencintainya makanya mereka tidak pernah bertengkar selama pernikahan hingga akhirnya Mommy Hilda meninggal karena sakit." Kata Louis
Ghina mengeratkan pelukannya membuat Louis mencium puncak kepalanya dengan sayang.
"Ada lagi yang mau kamu tanyakan? Tidak papa tanya saja sayang kamu istri aku dan kamu memang harus tau banyak hal tentangku." Kata Louis
Melepaskan pelukannya Ghina tersenyum lalu mencium singkat bibir Louis.
"Daddy sangat baik sama seperti kamu." Kata Ghina
"Benarkah?"
Ghina menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu beranjak dari tempatnya dan duduk di pangkuan Louis membuat suaminya itu tersenyum.
Apalagi ketika Ghina melingkarkan tangan di lehernya dan menariknya mendekat lalu mencium bibirnya.
Cukup lama hingga Ghina kehabisan nafas dan mendorong pelan dada bidang suaminya lalu menatapnya dengan lugu. Senyuman Louis mengembang dia mengusap bibir bawah Ghina yang basah dengan perlahan.
"Manis"
Ghina tersenyum malu dengan pipi merona lalu memeluk Louis dan menyandarkan kepala di dada bidangnya.
¤¤¤
__ADS_1
Halo aku updateee💞