Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Kak Gibran


__ADS_3

Sejak kedatangan Ghina ke rumah Kakaknya dia terus mendapat pelukan juga ciuman sayang dari Gibran yang benar-benar bahagia dengan kabar kehamilannya. Bukan hanya dia, tapi istri dan anaknya juga tak kalah senang dengan kabar kehamilan Ghina bahkan Gavin sampai mendekat pada Ghina lalu bertanya dengan wajah lugunya.


'Ante Ghina mau punya adik bayi ya?'


Tentu saja tingkah Gavin itu membuat Ghina serta Louis gemas sendiri bahkan Louis langsung menggendong tubuh Gavin dan memeluknya. Melihat wajah lucu Gavin membuat Louis tidak sabar memiliki anaknya sendiri bahkan membayangkan dia akan menggendong bayi serta menenangkan ketika bayinya menangis saja sudah membuat Louis kegirangan sendiri.


Sekarang mereka ada di ruang tengah dengan Ghina yang asik makan pizza yang tadi Gibran pesan untuk mereka. Sedangkan Louis tengah asik memangku Gavin yang terlihat bersemangat karena mereka sedang bermain game.


"Kamu mau menginap Ghina?" Tanya Gibran pada adiknya


"Hm lain kali aja ya Kak? Aku habis menginap di rumah Mama, tapi aku janji akan menginap di rumah Kakak." Kata Ghina


"Iya tidak papa, tapi kamu jangan sampai kelelahan ya? Ingat kata Louis kalau Dokter minta kamu supaya banyak istirahat dan makan vitamin dengan rutin." Kata Gibran


Gibran tidak tau masalah di rumah karena Ghina melarang Louis untuk memberi tau Kakaknya, tapi Louis tetap mengatakan mengenai kondisi kandungan Ghina yang cukup lemah.


"Iya ish lihat deh Kak suami Kakak cerewet banget." Kata Ghina pada Kakak iparnya


Diandra tertawa lalu mencubit pelan pipi Ghina karena gemas.


"Paman awas awas nanti tablakan mobilnya"


Ghina mengalihkan pandangannya dan menatap sang suami yang tengah asik bermain dengan Gavin lalu senyuman manisnya mengembang dengan sempurna.


"Ghina kamu bahagia bersama Louis?" Tanya Gibran pelan


Pertanyaan itu membuat Ghina menatap Kakaknya dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Sangat bahagia Louis sangat baik Kak dan sekarang Ghina sudah mencintai dia." Kata Ghina


Perkataan itu membuat Gibran dan Diandra tersenyum senang ketika mendengarnya.


Mereka diam hingga suara tangisan Danira terdengar membuat Diandra langsung menggendong anaknya yang tadi dia baringkan di sampingnya.


"Ada apa sayang?" Tanya Diandra


"Cucuu"


Mendengar hal itu Diandra tersenyum lalu meminta Ghina untuk menjaga anaknya sebentar selagi dia membuatkan susu ke dapur.


Ghina membawa Danira ke dalam dekapannya dan berusaha menenangkan anak kecil yang tengah merengek.


"Cucu Mamaa"

__ADS_1


Mendengar hal itu Ghina tersenyum, dia jadi membayangkan akan seperti Kakak iparnya yang mendengar rengekan setiap saat pasti menyenangkan.


"Dia menggemaskan kan?" Kata Gibran


"Heem gemas sekali kalau lagi menangis gini." Kata Ghina


Tak lama setelahnya Diandra datang lalu mengambil alih Danira dan memberikan susu untuknya membuat si kecil Danira diam.


"Ya ampun pipinya." Kata Ghina disertai tawanya ketika melihat pipi Danira yang menggembung karena sedang meminum susu


"Kamu akan sangat senang jika sudah memiliki anak nanti Ghina." Kata Diandra pada adik iparnya


"Hm pasti menyenangkan." Kata Ghina


"Mungkin kamu juga akan sebal dengan suami kamu sama seperti aku yang selalu sebal dengan Kak Gibran karena terus membuat anak-anak menangis karena dia ganggu." Kata Diandra


Ghina tersenyum geli lalu dia menatap sang suami yang masih asik bermain dengan Gavin bahkan suaminya itu sesekali mencium kepala Gavin atau mengusap kepalanya.


"Aku lihat Louis itu orangnya sangat sabar." Kata Diandra


"Memang Kak dia sabar sekali." Kata Ghina membenarkan


"Benarkah? Terlihat dari wajahnya bahkan cara bicaranya yang penuh kesopanan." Kata Diandra lagi


"Kakak lega karena kamu mendapat pria baik seperti Louis." Kata Gibran


"Terima kasih Kak karena sudah mendampingi Ghina di masa-masa sulit itu mungkin kalau tidak ada Kakak saat itu Ghina sudah tidak ada disini lagi." Kata Ghina


"Sudah tidak perlu diingat lagi." Kata Gibran sambil mengusap kepala adiknya dengan sayang


Ghina mengangguk patuh lalu mendekat pada Gibran dan memeluknya dengan manja.


Tentu saja hal itu membuat Gibran tersenyum senang dan langsung membalas pelukan adiknya.


Adik kecilnya yang sudah menemukan bahagia.


¤¤¤


Louis menatap istrinya yang tengah tertidur di mobil dengan senyuman, mereka baru saja pulang dari rumah Gibran dan istrinya itu terlihat begitu kelelahan hingga tidur selama perjalanan pulang. Tidak tega membangunkan Louis keluar lalu menggendong tubuh Ghina dengan hati-hati agar tidak membangunkannya.


Masuk ke dalam rumah Louis berpapasan dengan orang tuanya yang langsung menanyakan keadaan Ghina dengan raut wajah cemas, tapi Louis mengatakan bahwa Ghina hanya ketiduran saja. Begitu sampai di kamar Louis membaringkan tubuh Ghina dengan hati-hati lalu melepaskan sepatu yang istrinya pakai dan menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.


Tersenyum manis Louis mengusap pipi Ghina dengan sayang lalu mencium keningnya dengan penuh kelembutan.

__ADS_1


"Good night baby"


Setelahnya Louis pergi ke kamar mandi untuk mengganti pakaiannya dengan kaos serta celana pendek. Sekitar sepuluh menit Louis keluar dari kamar mandi dan melihat Ghina yang membuka matanya, tapi tidak bangun dari tempat tidur.


Melihat hal itu Louis tersenyum dan berjalan mendekat lalu dia naik ke atas ranjang sambil mengusap kepala Ghina dengan sayang.


"Kebangun?" Tanya Louis dengan penuh kelembutan


Ghina mengangguk singkat tanpa mengeluarkan suara.


"Yaudah tidur lagi, mau aku matikan lampunya?" Tanya Louis lagi


"Mau, tapi lampu tidurnya dihidupin biar gak terlalu gelap." Kata Ghina


"Oke baby"


Beranjak dari tempat tidur Louis menghidupkan lampu tidur yang ada di meja dekat ranjang lalu mematikan lampu utama.


Kembali ke atas ranjang Louis berbaring disamping Ghina membuat istrinya itu mendekat lalu memeluknya dengan erat dan menyandarkan kepala di dada bidangnya.


"Louis"


"Hmm"


"Usap kepala aku." Kata Ghina


Louis terlihat bingung, tapi tetap menuruti ucapan istrinya dan mengusap sayang kepalanya.


"Cium juga." Kata Ghina lagi


Sekali lagi Louis menurut dan mencium puncak kepalanya membuat Ghina tersenyum senang sambil mengeratkan pelukannya.


"I love you Louis"


Kalimat singkat dan sederhana yang berhasil membuat hati Louis berbunga-bunga ketika mendengarnya.


"I love you more Ghina"


Melepaskan pelukannya Ghina menatap Louis dengan senyuman lalu mencium bibirnya sebentar dan kembali memeluknya.


Ciuman selamat malam dari Ghina untuk suaminya.


¤¤¤

__ADS_1


Nanti siang atau sore kita up lagi ya💞


__ADS_2