Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Foto Lama


__ADS_3

"Kamu masak apa?"


Pertanyaan itu membuat Alisha yang sedang memotong sayuran mendongak lalu menatap Liam yang berdiri tak jauh darinya dan tersenyum manis. Malam ini Alisha sendiri yang ingin memasak untuk makan malam bersama anak serta menantunya.


Tidak ada bantuan dari Bibi karena Alisha menolak dan mengatakan bahwa dia bisa memasak sendiri makanya sekarang Alisha memasak sendirian. Ternyata Liam melihat lalu menghampirinya membuat Alisha tersenyum dan mendadak mengingat tentang mereka dulu.


"Aku ingin masak capcay dan menggoreng nugget juga." Kata Alisha


"Kenapa tidak minta bantuan Bibi?" Tanya Liam sambil bersandar pada kulkas


"Aku bisa sendiri Liam." Kata Alisha dengan senyuman


Liam mengangguk singkat dan kembali menatap mantan istrinya itu dalam diam.


"Kamu sudah menyiapkan hadiah untuk Louis?" Tanya Liam


"Sudah aku sudah membelinya kemarin." Kata Alisha


"Aku benar kan? Louis tidak bisa membenci kamu Alisha." Kata Liam


"Ya kamu benar aku senang dan merasa lega." Kata Alisha


Liam tersenyum mendengarnya sejak dulu dia sering berdebat dengan Alisha hanya karena kesalahpahaman bahkan Liam yang hanya membantu salah satu rekan kerjanya sudah membuat Alisha berfikir yang tidak-tidak.


Tapi, Liam tidak pernah bisa membenci Alisha bahkan dia tidak suka kalau melihat Alisha sedih makanya dulu dia sering minta maaf meskipun tidak salah.


Tengah asik memperhatikan Alisha mata Liam membulat terkejut kalau Alisha memekik pelan lalu menatap tangannya yang sedikit terkena pisau.


"Astaga pelan-pelan Alisha." Kata Liam


Tanpa mengatakan apapun Liam melihat jari mantan istrinya itu yang terluka.


"Hanya sedikit sudah biasa Liam tidak papa sudah sana." Kata Alisha sambil tersenyum


Bukan pergi Liam malah memasukkan jari yang terkena pisau itu ke mulutnya membuat mata Alisha membulat sempurna.


"Eh apa yang kamu lakukan?" Tanya Alisha terkejut


"Tunggu biar aku ambilkan plaster." Kata Liam

__ADS_1


Alisha masih diam dengan wajah terkejutnya sambil menatap Liam yang sekarang membuka lemari untuk mengambil kotak p3k.


Mengambil plaster yang ada disana Liam dengan hati-hati memakaikan untuk Alisha.


"Astaga Liam ini hanya luka kecil tau tidak perlu di plaster." Kata Alisha sambil menggelengkan kepalanya pelan


Liam tidak memberikan tanggapan apapun hanya diam saja.


"Hati-hati tangan kamu bisa terluka." Kata Liam yang malah membuat Alisha tertawa


"Aku ini wanita Liam bukan masalah besar ketika aku tergores pisau ketika sedang memasak itu hal biasa." Kata Alisha


Liam diam lalu tersenyum melihat tawa Alisha yang terlihat begitu bahagia bahkan matanya hingga menyipit.


°°°


Bersembunyi di dekat tembok Ghina bersama dengan Lily tersenyum sambil menatap Alisha dan Liam yang terlihat begitu dekat mereka seolah terbawa suasana apalagi ketika Liam mengacak gemas rambut Alisha. Lily bersandar pada tembok sedangkan Ghina menyandar di bahu adik iparnya itu sambil diam-diam memperhatikan mertuanya.


Sekarang Ghina tau dari mana asal sikap manis suaminya ternyata dari sang mertua yang terlihat begitu sweet meskipun di usia yang sudah tidak muda lagi. Pantas saja Lily masih sering mengharapkan orang tua nya bisa kembali bersama.


"Ya ampun manis sekali aku seperti sedang menonton drama." Kata Ghina membuat Lily menatapnya


"Iya Kakak benar." Kata Lily


"Kalian sedang apa?"


Suara itu membuat keduanya menoleh lalu melihat Louis yang menatap dengan bingung dan refleks Ghina bersama Lily berseru bersamaan.


"IHH GANGGU"


Louis menatap keduanya dengan bingung dan tidak mengerti, apa salahnya?


Dia kan hanya bertanya saja pada mereka berdua.


"Kenapa?"


Baru akan menjawab mereka diam ketika Liam datang dan Lily bersama dengan Ghina hanya bisa tersenyum lalu tanpa mengatakan apapun Lily meraih tangan Ghina dan mengajaknya pergi agar tidak ditanya.


"Ada apa dengan mereka?"

__ADS_1


Louis hanya mengangkat bahunya karena dia memang tidak tau ada apa dengan keduanya, dia saja bingung sendiri.


Aneh sekali.


Kembali pada Lily bersama dengan Ghina yang sudah masuk ke dalam kamar Lily dengan gadis itu yang terus menggerutu karena ulah Kakaknya yang benar-benar mengganggu.


Menyebalkan!


"Kak Louis benar-benar menyebalkan." Kata Lily


"Iya padahal tadi masih sweet sekali." Kata Ghina membenarkan


Menghela nafasnya pelan Lily menatap Ghina dengan senyuman lalu dia berlari kecil untuk mengambil album foto dan kembali duduk disampingnya. Lupakan saja masalah Louis lebih baik mereka melihat-lihat foto yang sudah lama pasti akan menyenangkan.


Ghina yang melihat album foto langsung terlihat antusias dan mendekat pada adik iparnya.


"Kakak mau lihat Kak Louis waktu masih kecil? Biar aku tunjukkan." Kata Lily


Pertama kali membuka album foto Ghina dapat melihat dua foto berukuran sedang disana.


"Ini sama Mommy dan yang ini sama Mommy Hilda." Kata Lily


Ghina menatap foto itu dengan senyuman satu foto ada Lily yang masih bayi lalu di foto yang lain Lily sudah besar mungkin sudah SMP atau sma.


"Disini yang paling banyak foto aku karena Kak Louis tidak suka foto dia sukanya belajar." Kata Lily sambil tertawa


Lily membuka lembaran yang lainnya dan Ghina tidak bisa berhenti tersenyum melihat foto masa kecil hingga remaja sang suami.


Louis memang sudah tampan sejak dini.


Sampai Ghina menemukan sebuah foto yang sangat menarik perhatiannya hingga dia menyentuh foto itu dengan tangannya.


"Foto ini"


Ghina ingin tertawa, takdir memang begitu lucu bahkan Ghina tidak ingat pernah memilikinya.


Tidak dia bahkan tidak ingat kalau dulu pernah foto bersama Louis ketika masih kecil.


Astaga Ghina benar-benar ingin tertawa mihatnya.

__ADS_1


°°°


Ulang tahun Louis di part selanjutnya mungkin part ini bakal selesai review duluan😘


__ADS_2