Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Louis


__ADS_3

Sejak memiliki seorang anak Louis selalu tidak betah di kantor dan rasanya dia ingin pulang cepat lalu menemui anaknya memberikan ciuman serta menggendongnya atau mengganggunya ketika tidur. Sungguh setiap kali berada di kantor Louis selalu memikirkan anak dan istrinya dia bertanya-tanya apa yang kira-kira keduanya lakukan di rumah.


Apa kalian juga pernah merasakan hal yang sama?


Sekarang Louis sedang rapat bersama Liam juga, tapi Louis benar-benar ingin cepat selesai agar dia bisa kembali ke ruangan dan menikmati istirahat siangnya dengan melakukan panggilan video bersama dengan anak serta istrinya. Kedua tangannya bertumpu pada meja dan matanya menatap lurus ke layar yang ada di depan, memperhatikan salah satu karyawannya yang sedang menyampaikan sesuatu.


"Jadi harus ada perwakilan yang pergi ke Singapura?" Kata Liam memastikan


"Benar Pak ada pertemuan penting dan pembicaraan mengenai kerja sama yang mana kita mungkin akan langsung menjalin kerja sama nantinya." Kata pria yang sejak tadi bicara


"Kapan?"


"Pertemuannya lusa Pak kemungkinan selama dua atau tiga hari." Katanya lagi


Liam mengangguk singkat lalu melirik berkas yang ada di meja dan menatap Louis sebentar.


"Baiklah Louis yang akan kesana siapkan semuanya." Kata Liam


Perkataan itu membuat Louis langsung menatap Liam dan terlihat ingin melayangkan protes, tapi dia sadar bahwa tidak bisa ada penolakan.


"Baiklah kita bahas lagi besok." Kata Liam


Setelah mengatakan hal itu Liam beranjak dari tempatnya duduk dan Louis langsung mengikutinya hingga masuk ke dalam ruang kerja Daddy nya.


"Daddd kenapa harus aku?" Kata Louis sambil menutup pintu


Dia akan berusaha menolak ah rasanya tidak bisa kalau harus berpisah dengan Ghina dan anaknya.


"Daddy harus pergi Bali juga Louis, jadi kita bagi." Kata Liam


"Lalu Ghina dan Alan?" Kata Louis


"Astaga Louis mereka akan tetap di rumah bersama Mommy." Kata Liam


"Tidak bisa aku ajak mereka ikut serta?" Tanya Louis

__ADS_1


Pertanyaan itu membuat Liam menggelengkan kepalanya pelan.


"Louis anak kalian masih sangat kecil usianya baru satu bulan." Kata Liam


"Dad"


"Hanya dua atau tiga hari Louis." Kata Liam


"Dad apa tidak bisa orang lain?" Tanya Louis


Astaga dia benar-benar tidak bisa membayangkan jika tidak ada Ghina dan anaknya.


"Louis kamu anak Daddy bagaimana mungkin Daddy minta orang lain untuk menghadiri pertemuan yang sangat penting?" Kata Liam


"Baiklah aku akan pergi." Kata Louis


"Hanya dua atau tiga hari kalian masih bisa berkirim pesan bahkan melakukan panggilan video." Kata Liam


"Iya Dad kalau gitu aku akan kembali ke ruanganku." Kata Louis


Berbeda sekali dengan dulu dimana Louis selalu ingin menangani semua pekerjaan sendiri, tapi sekarang anak itu malah ingin melimpahkan pekerjaan nya ke orang lain.


Pengaruh karena menjadi seorang Ayah.


Kembali lagi pada Louis yang sekarang sudah masuk ke dalam ruang kerjanya dengan raut wajah kusut. Tak ingin semakin bad mood Louis langsung meraih ponselnya dan melakukan panggilan video dengan istrinya.


Tidak butuh waktu lama Ghina sudah mengangkat telponnya dan Louis dapat melihat istrinya itu sedang makan roti.


"Hai sayang"


Ghina tersenyum sambil melambaikan tangannya, tapi keningnya berkerut ketika melihat raut wajah Louis yang cemberut.


'Hey kenapa?'


"Hm kamu sedang makan? Mana baby Alan?" Tanya Louis tidak menjawab pertanyaan istrinya

__ADS_1


'Hanya makan roti aku belum terlalu lapar dan baby Alan ada di dekatku'


Perlahan senyuman Louis terbentuk ketika Ghina mengarahkan ponselnya pada anak mereka yang belum tertidur.


"Baby kamu belum tidur?" Kata Louis


'Dia baru saja bangun Louis'


Louis tersenyum dan menatap Ghina yang sekarang kembali memenuhi layar ponselnya.


'Kamu tidak makan? Bukankah ini sudah waktu makan siang?'


"Hm entahlah sayang aku malas mau makan." Kata Louis


'Louis! Kamu harus makan'


Louis hanya bergumam pelan tanpa mau memberikan tanggapan.


'Louis, kamu kenapa?'


Menghela nafasnya pelan Louis menatap Ghina dengan sedih.


"Daddy minta aku ke Singapura lusa." Kata Louis


'Lalu?'


"Lalu? Sayang aku akan disana selama dua atau tiga hari dan aku tidak akan bisa bertemu kamu juga baby Alan." Kata Louis frustasi


Ghina tertawa kecil membuat Louis langsung cemberut.


'Tidak papa Louis kamu kan bekerja aku dan baby Alan akan di rumah kita bisa telpon atau chat'


Louis hanya diam dengan raut wajah sedih membuat Ghina terkekeh melihatnya, lucu sekali suaminya.


°°°°

__ADS_1


Updatee nih maaf yaa pendekk😁


__ADS_2