Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Jangan Menangis Lagi


__ADS_3

Tubuh Alden menghantam meja kerjanya ketika tanpa aba-aba Louis melayangkan pukulan ke wajahnya hingga dia tersungkur tak sampai disitu Louis menarik kasar kemejanya lalu kembali melayangkan pukulan ke wajahnya. Merasa tidak terima Alden mendorong tubuh Louis lalu membalas sekali pukulannya, tapi setelahnya Louis kembali memberikan pukulan kuat ke wajahnya.


Tak lagi peduli dengan tatapan mata beberapa karyawan Louis terus memukup wajah Alden hingga pria itu tak bisa melawan dan terus begitu sampai seorang security menarik tubuhnya untuk menjaub dari Alden. Berusaha melepaskan tangan yang menyentuhnya Louis menatap nyalang pada Alden dengan nafas yang memburu.


Wajahnya benar-benar menunjukkan bahwa dia sedang marah.


"Keluar biarkan saya yang bicara dengan dia." Kata Alden


Para karyawannya menurut lalu berlalu pergi dan menutup pintu. Setelahnya Louis kembalu mendekat dia mencengkram kuat kerah kemeja Alden.


"Apa yang sudah kamu lakukan pada Ghina? Apa yang kamu katakan padanya?!" Tanya Louis marah


"Apa urusanmu?" Tanya Alden


"Apa urusanku?! Tentu saja itu urusanku karena ulah gilamu Ghina hampir bunuh diri! Apa kau tau?!" Bentak Louis


Perkataan itu sukses membuat Alden membeku dengan nafas yang mendadak sesak, apa benar?


"Jangan bercanda." Kata Alden marah


"Untuk apa aku bercanda bodoh?! Ghina melukai pergelangan tangannya lalu mengunci diri di kamar mandi dan itu semua karena ulahmu! Sekarang katakan apa yang sudah kamu lakukan padanya?!" Tanya Louis


Alden memundurkan langkahnya dia memijat pelan dahinya, apa itu semua karena ulahnya?


Sama sekali tidak terlintas di benak Alden bahwa Ghina akan melakukan hal senekat itu bahkan melakukan hal yang mengancam nyawa wanita itu sendiri.


"Sekarang katakan apa yang sudah kamu katakan padanya?!" Bentak Louis


"Ghina dimana? Dia dimana sekarang?" Tanya Alden cemas


"Tidak akan pernah aku katakan dia ada dimana! Sekarang katakan apa ya..."


Louis menghentikan ucapannya begitu ponsel miliknya berdering dan begitu nama Gibran tertera disana membuat Louis langsung mengangkatnya.


'Louis kamu dimana? Ghina sudah sadar dia mencari kamu'


Mendengar perkataan itu Louis menatap Alden dengan sengit lalu tanpa mengatakan apapun keluar dari ruang kerja pria itu dan Alden langsung menyambar kunci mobilnya, dia akan mengikuti Louis.


Dari belakang Alden mengikuti mobil Louis yang melaju dengan kecepatan tinggi hingga akhirnya berhenti di salah satu rumah sakit. Kembali pada Louis yang langsung berlari ke dalam menuju ruang rawat Ghina dan masuk begitu saja.


Disana dia dapat melihat Ghina dengan wajah pucatnya, dia sampai lupa kalau saat ini keadaannya sangat berantakan karena habis bertengkar dengan Alden.


"Ghina kamu baik-baik saja?" Tanya Louis cemas


"Louis kamu dari mana? Kenapa keadaan kamu sampai begini?" Tanya Gibran pada Louis


"Aku.. habis menemui Alden." Kata Louis membuat mata Ghina membulat

__ADS_1


"Untuk apa?" Tanya Ghina membuat semua orang kini menatapnya


Tersenyum tipis Louis berjalan mendekat lalu mengusap wajah Ghina dengan sayang.


"Untuk menanyakan apa yang sudah pria bodoh itu lakukan pada kamu, ada apa Ghina? Kenapa kamu senekat ini?" Tanya Louis


Ghina diam lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Louis sudah biarkan Ghina istirahat dulu, luka kamu juga harus diobati." Kata Dara


"Nanti saja Aunty inu hanya luka kecil." Kata Louis


"Ghina saat ini Papa akan biarkan kamu istirahat, tapi setelah keadaan kamu membaik katakan semuanya pada Papa." Kata Farhan pada anaknya


Ghina hanya bergumam pelan saja, dia tidak berniat cerita.


"Uncle apa bisa kalau Louis saja yang menjaga Ghina? Kalian bisa pulang dan percayakan Ghina padaku." Kata Louis


Awalnya kedua orang tua Ghina enggan, tapi melihat wajah serius Louis mereka mengizinkan dan meminta Louis untuk mengabari keadaan Ghina. Mereka akan kembali besok pagi dan hal itu membuat Louis tersenyum sambil mengucapkan terima kasih.


Dari balik pintu Alden mengintip ke dalam, dia ingin masuk, tapi ada keragun dihatinya apalagi melihat wajah Ghina yang begitu pucat. Bukan ini tujuannya dia ingin Ghina kembali padanya, tapi ternyata yang dia lakukan malah semakin memperkeruh keadaan.


Berbalik pergi Alden memutuskan untuk kembali nanti.


¤¤¤


Selama ini Louis tidak pernah jatuh cinta atau memiliki kekasih hampir separuh hidupnya dia habiskan di rumah, belajar hingga ujian dia melakukan semuanya di rumah. Sekarang begitu Louis bertemu Ghina dan jatuh cinta padanya dia sangat ingin menjaganya seperti dia menjaga orang tua serta adik perempuannya.


Dia tidak akan membiarkan seseorang menyakiti Ghina, tapi hari ini dia kecolongan seseorang telah menorehkan luka lagi hingga membuat Ghina melakukan hal yang berbahaya untuk dirinya sendiri.


"Louis"


"Hm"


"Kenapa kamu menemui Alden?" Tanya Ghina setelah cukup lama terdiam


"Untuk kamu, dia yang membuat kamu begini kan?" Tebak Louis


"Kenapa kamu melakukannya untuk aku?" Tanya Ghina pelan


"Karena aku mencintai kamu." Kata Louis


"Kenapa?"


"Ghina jangan tanya kenapa, sekarang aku yang tanya, kenapa kamu melakukan hal ini Ghina?" Tanya Louis


"Aku tidak tau lagi harus bagaimana." Kata Ghina dengan mata berkaca-kaca

__ADS_1


"Hey sudah jangan menangis." Kata Alden sambil mengusap pipinya


"Alden dia... dia memiliki foto.. foto kami serta foto aku... ketika di hotel... ketika dia.. ketika dia..."


"Ghina sudah tidak perlu dilanjutkan." Kata Louis tidak tega melihat Ghina yang menangis hebat


"Dia bilang... dia akan menyebarnya dia akan mengirimkan foto itu pada kamu dan keluarga kamu... lalu.. lalu.. pada yang lainnya... Louis aku.. aku tidak sanggup lagi." Isak Ghina


"Ghina aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi." Kata Louis sambil memghapus air mata Ghina dengan sayang


"Dia.. dia menghancurkan aku lagi... Louis aku tidak sanggup.... aku.... aku mau pergi... aku mau pergi saja." Isak Ghina lagi


"Ghina aku tidak akan membiarkannya melakukan hal itu." Kata Louis


"Louis.. aku bukan wanita baik... aku sudah tidak punya.. harga diri lagi." Kata Ghina


"Ghina jangan bicara begitu." Kata Louis


"Louis aku... akuu.."


Melihat hal itu Louis mendekat lalu mencium sekilas bibir Ghina dengan sayang dan mengusap pipinya.


"Jangan bicara begitu Ghina." Kata Louis


"Louis.. aku minta maaf.."


"Ghina sudah jangan menangis lagi." Kata Louis


Dengan sayang Louis mengusap air mata Ghina lalu menatapnya sambil tersenyum manis. Cukup lama mereka diam hingga akhirnya Ghina berhenti menangis meski masih terisak tanpa air mata.


Mata mereka bertemu Louis tersenyum padanya.


"Ghina, jangan memandang rendah diri kamu sendiri hal itu tidak terjadi karena keinginan kamu dan Ghina aku sudah bilang bahwa aku menerima kamu tanpa peduli masa lalu kamu," Kata Louis.


Ghina masih tetap diam sambil menatap mata Louis dengan sendu.


"Masalah Alden akan aku pastikan hal itu tidak akan pernah terjadi." Kata Louis


Kembali mencium singkat bibir wanita itu Louis tersenyum.


"Jadi Ghina jangan pernah berpikir untuk pergi kalau kamu tidak percaya aku akan segera mengatur pernikahan kita, tidak perlu bertunangan kita akan langsung menikah saja"


Ghina tidak mengerti kenapa ada pria sebaik Louis di dunia ini?


¤¤¤


Akup updateee😶

__ADS_1


__ADS_2