Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Pernikahan Kedua


__ADS_3

Bulan kesembilan.


Memasuki bulan kesembilan Louis sangat hati-hati dalam menjaga Ghina bahkan dia jadi jarang pergi ke kantor hanya untuk menjaga istrinya di rumah dan Liam juga tidak pernah melarangnya. Kemarin mereka baru saja pergi ke dokter dan perkiraan Ghina akan melahirkan di pertengahan bulan ini, tentu saja itu adalah kabar yang sangat baik.


Bukan hanya kabar itu saja yang sangat baik, tapi juga kabar yang diberikan Liam dimana pria itu akan melangsungkan lagi pernikahan dengan Alisha, mantan istrinya. Setelah berbulan-bulan tidak ada jawaban bahkan sampai Alisha kembali ke Singapura baru kemarin wanita itu memberikan jawaban atas lamaran Liam.


Kabar itu sontak saja membuat semua orang bahagia terutama Lily yang sampai menangis haru ketika mendengarnya karena selama ini gadis itu yang selalu berharap orang tuanya rujuk kembali. Besok pernikahan akan dilangsungkan, tidak akan banyak orang yang datang sesuai dengan permintaan Alisha hanya akan ada keluarga dekat juga teman dekat keduanya.


Dan hari ini terjadi ke sibukkan untuk pernikahan.


"Mommyyyy"


Lily terlihat sedang berlari menghampiri Alisha yang sedang berada di dapur.


"Ada apa sayang?" Tanya Alisha sambil menoleh dan menatap anaknya


"Momm besok aku akan pakai baju yang mana dulu? Silver atau putih?" Tanya Lily


Alisha tersenyum penuh arti mendengarnya ternyata benar kata Liam anak-anaknya sangat bahagia.


"Yang mana saja sayang." Kata Alisha


"Momm harus pilih." Kata Lily


"Baiklah pakai warna putih ya?" Kata Alisha


"Oke"


Lily tersenyum lebar dan tak lama setelahnya dia merasakan usapan di kepalanya yang berasal dari tangan Kakaknya.


"Ya ampun si kecil sibuk sekali." Kata Louis sambil mengusap kepala adiknya


"Kak Louis ishh"


Alisha tertawa melihatnya, dia benar-benar menyesali kebodohannya dulu andai saja semua itu tidak dia lakukan pasti Alisha akan sering melihat interaksi Kakak adik ini setiap hari.


"Ghina mana sayang?" Tanya Alisha


"Ghina? Ada di kamar Mom ini aku ke dapur untuk mengambilkan apel katanya dia ingin makan apel." Kata Louis


"Yaudah biar Mommy ambilkan." Kata Alisha


Tanpa menunggu persetujuan dari anaknya Alisha berjalan ke arah kulkas untuk mengambil beberapa buah apel lalu memberikannya pada Louis.


"Terima kasih Mom." Kata Louis


"Anytime sayang jangan lupa bilang Ghina kalau besok dia tidak perlu terlalu ikut sibuk, dia sudah hamil sembilan bulan jangan sampai terlalu lelah hanya karena pernikahan Mommy sama Daddy besok." Kata Alisha dengan senyuman


"Iya Mom akan aku katakan pada Ghina." Kata Louis


Setelah mengatakan hal itu Louis kembali ke kamar dan meninggalkan Alisha bersama dengan Lily di dapur.


"Kakak kamu itu manis sekali kan?" Kata Alisha


"Hmm Kak Ghina beruntung sekali." Kata Lily

__ADS_1


"Kamu juga akan mendapatkan pria sebaik Kakak kamu sayang." Kata Alisha sambil mencubit pelan pipi anaknya


Lily tersenyum lalu memeluk Alisha dari samping membuat wanita paruh baya itu tertawa karena ulahnya.


"Lily bahagia sekali Mommy sama Daddy kembali bersama." Kata Lily


"Mommy juga bahagia sayang." Kata Alisha


Saat tengah asik berpelukan suara Liam terdengar membuat Lily melepaskan pelukannya dan menatap ke arah Liam yang tengah tersenyum padanya.


"Asik sekali"


Berjalan mendekat kali ini Lily memeluk Liam dengan cukup erat membuat pria paruh baya itu langsung membalas pelukannya.


"Kamu sedang apa Alisha? Beristirahatlah besok pernikahan kita." Kata Liam


"Aku hanya ingin memasak saja." Kata Alisha


"Mom benar kata Daddy besok kan kalian menikah harusnya Mommy istirahat saja." Kata Lily setelah melepaskan pelukannya


"Hey Mommy hanya memasak sayang tidak akan membuat lelah." Kata Alisha sambil tertawa


Ya Alisha tetaplah Alisha.


Sebentar lagi keluarga mereka akan benar-benar sempurna.


°°°


Hari pernikahan.


Berlangsung di ballroom sebuah hotel ternama Alisha berjalan dengan didampingi oleh kedua anaknya yang menggandeng tangannya dan menemani Alisha menghampiri Liam yang sudah berdiri gagah dengan balutan jas yang membuatnya semakin tampan. Tidak terlalu ramai, tapi seluruh keluarga sudah datang termasuk orang tua Ghina juga karena mereka merupakan teman dekat Liam serta rekan kerjanya.


Begitu hanya tinggal beberapa langkah Liam dan Lily melepaskan tangannya dan membiarkan Alisha berjalan menghampiri Liam.


Kakak beradik itu tersenyum apalagi ketika kedua orang tua mereka saling bertukar cincin dan ketika Liam memberikan ciuman singkat di kening istrinya.


"Kakak"


Louis menunduk dan menatap Lily yang kini matanya berkaca-kaca membuat dia tersenyum lalu mengusap kepalanya.


"Jangan menangis ini hari bahagia untuk kita"


Perlahan senyuman manis Lily terbentuk dia bertepuk tangan bersama dengan tamu undangan lainnya.


Keluarga mereka sudah benar-benar sempurna.


°°°


Rasa lelah menghampiri Ghina padahal dia tidak melakukan apapun dan sekarang Ghina berjalan perlahan mencari tempat untuk duduk karena Louis sedang menemui beberapa orang. Tenang saja dia tidak sendiri ada Dara yang menemaninya dan mengajaknya untuk duduk.


Begitu berhasil mendapatkan tempat duduk Ghina menghela nafasnya lega membuat Dara tersenyum melihatnya. Tangan Ghina memijat pelan kakinya yang terasa pegal juga nyeri, dia sekarang tidak bisa berdiri terlalu lama.


"Kamu mau izin pulang sayang?" Tanya Dara


"Enggak Ma aku gak papa kok cuman butuh duduk aja." Kata Ghina sambil tersenyum

__ADS_1


"Mau makan gak?" Tanya Dara dengan penuh kelembutan


"Emm belum lapar Ma." Kata Ghina


"Yaudah, kamu pasti sekarang sering susah tidur ya?" Kata Dara


Ghina menatap Mamanya lalu menganggukkan kepalanya dengan senyuman tipis.


"Kadang jam dua baru bisa tidur Ma susah banget mau tidur." Kata Ghina


"Itu sudah biasa sayang, tapi kamu jangan sampai kurang tidur kalau siang istirahat." Kata Dara


"Iya Ma"


"Anak Mama sebentar lagi jadi seorang Ibu." Kata Dara


Keduanya saling melemparkan senyuman hingga Louis datang dan membawakan makanan untuknya.


"Louis kok tau aku disini?" Tanya Ghina


"Masa gak tau seramai apapun aku pasti selalu tau kamu ada dimana Ghina." Kekeh Louis


"Astaga manis sekali." Kata Dara membuat kedua orang itu tersenyum malu


"Aku belum lapar." Kata Ghina setelah cukup lama terdiam


"Makan dulu kamu cuman sarapan sedikit jangan sampai sakit nanti Mommy sama Daddy bisa marah." Kata Louis


"Makan dulu sayang sedikit juga gak papa." Kata Dara


Ghina menghela nafasnya pelan dan mengangguk patuh, dia tidak bisa memberikan penolakan kalau sudah begini.


"Kalau kamu lelah kita bisa pulang lebih dulu." Kata Louis


"Enggak Louis kita disini sampai selesai saja lagi pula tidak sampai sore." Kata Ghina


"Baiklah, sekarang makan dulu." Kata Louis


Ghina baru ingin mengambil sendok, tapi Louis sudah lebih dulu mengambilnya dan menyuapi Ghina membuat istrinya itu menatapnya dengan mata membulat.


"Aku saja Louis." Kata Ghina


Ghina melirik Dara yang tersenyum penuh arti padanya.


"Tidak papa sudah aa"


Tidak bisa menolak Ghina membuka mulutnya dan membiarkan Louis memberikan suapan untuknya.


"Louis malu tauu"


Louis hanya tertawa lalu mengusap sudut bibirnya dengan sayang.


"Makan saja sayang jangan pedulikan yang lain"


Susah sekali kalau sudah menghadapi si bucin Louis.

__ADS_1


°°°


Updateee😘


__ADS_2