
Tangan Louis menutup pintu ruang kerja serta menguncinya sebelum dia mendekat pada Ghina yang menatapnya dengan canggung, dia lagi kesal sekali pada Ghina. Tadi ketika makan siang bersama rekan kerjanya mereka menggoda Ghina dan terus menatapnya membuat Louis kesal kemudian mengajak Ghina pergi sambil mengatakan pada mereka untuk tidak menggoda istrinya.
'Dia istriku jaga cara bicara kalian padanya!'
Kesalnya lagi saat di perjalanan Ghina meminta Louis untuk tenang dan tidak marah, tapi mana bisa Louis diam saja melihat istrinya digoda begitu. Memang dasar mereka itu pria hidung belang yang sukanya menggoda wanita bahkan tak cukup dengan istri mereka sendiri istrinya ikut digoda saja.
Mereka benar-benar membangkitkan amarah Louis!
Begitu Louis berhadapan dengan Ghina dia langsung menciumnya dan menahan tubuh Ghina dengan melingkarkan kedua tangannya membuat Ghina tidak bisa lepas darinya. Merasa Ghina tak kunjung membalas ciumannya Louis menggigit pelan bibir bawah Ghina membuat istrinya itu kini membuka mulutnya.
Bibir Ghina sangat candu untuknya kini Louis melempar asal tas yang sedari tadi Ghina pegang lalu keduanya bergerak mundur. Melepaskan ciumannya Louis menyadari kalau mereka ada di dekat sofa sekarang.
"Buka sepatu kamu Ghina." Kata Louis
"Louis ini di..."
"Ghina buka sepatunya." Kata Louis dengan penuh harap
Menghela nafasnya pelan Ghina menurut dan melepaskan sepatunya membuat Louis langsung mengangkat tubuhnya. Sekarang keduanya duduk di sofa dengan Ghina yang berada di pangkuan sang suami.
"Aku tidak suka pada mereka! Aku akan memutus kerja sama dengan mereka saja." Kata Louis dengan raut wajah kesal
"Louis kamu..."
"Apa? Jangan berani-berani kamu bilang tidak perlu melakukannya! Mereka sudah menggoda istriku yang sangat cantik ini mana bisa aku diam melihat tingkah pria hidung belang begitu?!" Kata Louis dengan penuh emosi
"Louis jangan marah-marah kamu seram." Kata Ghina jujur
"Aku kesal sekali Ghina! Apa kamu tau? Aku kesal mereka sudah menggoda kamu." Kata Louis
"Iya Louis, tapi jangan marah-marah hm? Istri kamu ini takut lihat kamu marah begini." Kata Ghina pelan
Menghela nafasnya pelan Louis mengangguk lalu tersenyum tipis membuat Ghina ikut tersenyum dan mencium singkat bibirnya.
"Aku akan segera menghamili kamu saja." Kata Louis
"Louisss"
"Kenapa? Kamu tidak mau punya anak denganku?" Tanya Louis curiga
"Louis bukan itu, tapi kamu tidak perlu mengatakannya begitu." Kata Ghina
"Kamu mau punya akan denganku?" Tanya Louis
"Aku istri kamu tentu saja aku mau." Kata Ghina
"Kalau gitu kita akan membuatnya setiap hari sampai jadi." Kata Louis membuat mata Ghina membulat sempurna
"Louis kamu ini mesum sekali." Kata Ghina
__ADS_1
Louis hanya tertawa kecil lalu menarik Ghina untuk mendekat dan memajukan wajahnya hingga kini bibirnya menyentuh leher jenjang istrinya.
"Louis mau apa?" Tanya Ghina
"Mau memberi tanda bahwa kamu milikku." Kata Louis
"Louis jangan lakukan! Aku akan marah ya? Ini dikantor Louis aku tidak mau nanti kalau ada yang melihatnya gimana?" Kata Ghina
"Kita buat di tempat yang tidak terlihat." Kata Louis
Menyampirkan rambut Ghina ke belakang Louis mengecup belakang leher Ghina dan membuat istrinya itu melenguh pelan.
"Sudah ini tanda bahwa kamu milik aku." Kata Louis
Menjauhkan wajahnya Louis dapat melihat Ghina yang wajahnya kini memerah sempurna.
"Kamu mau tau sesuatu Ghina?" Tanya Louis
"Tau apa?"
Louis tersenyum sambil mengusap sayang pipi istrinya.
"Kamu wanita yang sangat aku cintai dan aku tidak akan pernah terima jika ada seorang pria yang berusaha menggoda kamu"
Dasar suami posesif!
¤¤¤
Tadi Gibran tidak mengatakan tentang tujuannya mengajak Ghina bertemu, jadi Ghina hanya akan menyimpulkan bahwa Kakaknya memang ingin bertemu saja tanpa ada niat yang lain. Setelah sampai Ghina langsung turun dari mobil lalu mengikuti langkah kaki Kakaknya masuk ke dalam cafe dan duduk di dekat kaca.
Sebelum bicara keduanya lebih dulu memesan minuman serta makanan dan begitu selesai memesan Gibran tersenyum lalu mengeluarkan sesuatu dari saku jaket yang dia kenakan.
"Dari Alden"
Ghina menatap Kakaknya dengan raut wajah bingung, apa Alden menemui Kakaknya?
Tapi, untuk apa?
"Dia bilang kalau mengajak kamu bertemu kamu tidak akan mau, jadi dia meminta Kakak untuk memberikan ini pada kamu." Kata Gibran
Ghina terlihat bingung, tapi dia tetap mengambil kotak itu dan membukanya. Ada sebuah kalung dengan liontin gembok disana, kalung yang pernah Ghina berikan untuk Alden dulu.
Di sana juga ada kertas yang dilipat agar dapat masuk ke dalam kotak dan Ghina mengambilnya lalu membacanya dalam diam.
Kamu ingat Ghina?
Kamu pernah memberikan kalung ini untukku dan kamu juga harus tau bahwa hatiku sudah terkunci pada kamu, tidak ada yang bisa menggantikannya.
Aku minta maaf untuk semuanya Ghina.
__ADS_1
Semua memang salahku dan sepertinya ini adalah akibat dari apa yang telah aku lakukan pada kamu dan ini sangat berat untukku Ghina.
Aku kehilangan kamu dan harus menikah dengan wanita yang sama sekali tidak aku cintai.
Semoga kamu bahagia bersama Louis dan maafkan aku untuk semuanya.
I love you Ghina♡
Senyum manis Ghina mengembang begitu membacanya, dia sangat ingat kalau dia pernah memberikan kalung ini untuk Alden dan saat itu Alden malah meledeknya padahal dia membeli dengan uang tabungannya.
'Ghina yang benar saja masa aku harus pakai kalung, tidak akan aku pakai, tapi akan aku simpan'
Menghela nafasnya pelan Ghina kembali melipat kertas itu lalu mendongak dan menatap Kakaknya dengan senyuman. Bersamaan dengan itu pesanan mereka datang lalu setelah pelayang yang membawa pesanan mereka pergi Gibran langsung bersuara.
"You still love him?" Tanya Gibran
"Hm sedikit"
"Sedikit?" Tanya Gibran dengan alis bertaut
"Kak aku sama Alden pacaran selama lima tahun lebih tidak mudah melupakan perasaan yang aku punya, tapi Kak sekarang aku benar-benar bahagia bersama Louis dan ketika bersama dengan Louis aku tidak pernah mengingat hari buruk itu." Kata Ghina
Gibran tersenyum senang ketika mendengarnya, benar kata Papa nya bahwa Louis adalah pria baik dan sangat pas untuk menjadi pasangan adiknya.
'Anak teman Papa namanya Louis dia sangat baik dan jarang sekali dekat dengan wanita karena Liam bilang Louis itu hanya fokus pada pelajaran serta pekerjaannya saja'
Ternyata benar Louis sangat mencintai Ghina dan dia tidak pernah dekat dengan wanita lain bahkan teman wanitanya tidak banyak, beda sekali dengan Gibran ketika masih muda dulu.
"Apa Kakak membenci Alden?" Tanya Ghina
Gibran diam dan tidak memberikan jawaban apapun.
"Jangan membenci dia Kak." Kata Ghina
"Kenapa?"
"Tidak tau, tapi jangan saja lagi pula aku dan Louis sudah bahagia." Kata Ghina
Gibran tersenyum lalu mengatakan pada Ghina bahwa dia akan menuruti perkataan adiknya.
Tak lama setelah mengatakan hal itu Gibran mengatakan sesuatu yang membuat Ghina cemberut dengan wajah memerah serta bibir mengerucut sebal.
"Jadi, kapan kamu akan memberikan keponakan untuk Kakak kamu hmm?"
¤¤¤
Kemarin gak ada kuota haha ini baru beli😂
Hm Louis gak sabar mau punya baby😶
__ADS_1