Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Pernikahan Sesaat


__ADS_3

"Louiss sudahh!"


Ghina menatap suaminya dengan sebal ketika pria itu tidak mau berhenti menciumnya, tapi Louis malah tertawa dan terus menciumnya sambil menahan kedua tangannya yang berusaha mendorong tubuhnya menjauh. Setelah makan malam dengan Alisha dan mengantarnya ke apartemen Lois keduanya langsung pulang ke rumah lalu pergi ke kamar.


Sejak masuk ke dalam kamar Ghina langsung di dorong ke atas ranjang dan Louis menciumnya berkali-kali tidak peduli meskipun Ghina merengek minta dilepaskan. Sudah dia bilang kalau dia sangat candu dengan bibir Ghina hingga tidak mau berhenti menciumnya.


Rasanya Ghina sudah lelah meminta pada sang suami agar mau berhenti menciumnya, tapi Louis masih terus melakukannya tanpa rasa lelah. Saat Ghina protes dia malah bilang untuk mengisi energi, dasar modus.


"Louis sudah berhenti menciumku." Kata Ghina


Kali ini Louis berhenti dan menjauhkan wajahnya sambil menatap Ghina yang kelihatannya sudah mengantuk.


"Kamu mengantuk?" Tanya Louis


"Hm makanya sudahh." Kata Ghina


"Baiklah baiklah aku akan berhenti sayang." Kata Louis sambil mencubit gemas pipi Ghina


"Louisss"


Tertawa kecil Louis melepaskan tangannya lalu berganti mengusap kepala Ghina dengan sayang.


"Kamu benar-benar sudah mengantuk? Tidak mau malam kedua?" Tanya Louis dengan wajah menyebalkan


Wajah Ghina langsung cemberut dan semburat merah mulai memenuhi wajahnya membuat Louis terkekeh melihatnya.


"Wajah kamu merah." Kata Louis


"Ya kamu makanya jangan ngomong gitu mana ada malam kedua adanya malam pertama." Kata Ghina


"Khusus untuk kita ada sayang." Kata Louis


"Ih kamu kok jadi mesum sih." Kata Ghina sebal


"Kamu benar-benar tidak mau sayang? Padahal kemarin malam kamu sangat menikmatinya hingga meminta aku untuk lebih... aww sakit Ghina." Kata Louis sambil memegang lengannya yang dicubit dengan cukup kuat oleh istrinya


"Jangan membahas hal itu aku malu." Kata Ghina kesal


"Tapi, aku kan benar." Kata Louis sama sekali tidak tau bahwa perkataannya membuat Ghina malu setengah mati


"Louisss"


"Ada apa Ghina?" Tanya Louis


"Berhenti membahas hal itu atau aku akan marah." Kata Ghina


"Baiklah jangan marah." Kata Louis sambil memeluknya


Ghina tersenyum tipis dalam pelukannya lalu membalas pelukan Louis dan mendusal manja di dada bidangnya.

__ADS_1


Sedikit aneh sebenarnya melakukan ini pada Louis yang merupakan atasnya, ya meskipun mereka sudah menikah, tapi tetap saja Ghina masih merasa canggung dan malu. Namun, Ghina tidak bohong dan akan mengatakan bahwa dia merasa nyaman bersama Louis bahkan lebih dari itu dia merasa bahagia.


Melihat betapa Louis selalu menatapnya dengan penuh cintai atau merasakan kasih sayang yang pria itu berikan membuat Ghina merasa begitu beruntung.


"Louis"


"Hm kamu mau malam kedua?" Tanya Louis membuat Ghina yang awalnya serius langsung cemberut


Dia mencubit lengan pria itu pelan yang malah membuat Louis tertawa dan semakin memeluknya.


"Ada apa Ghina?" Tanya Louis


"Terima kasih sudah mau menerima wanita dengan banyak kekurangan ini dan terima kasih sudah menerima masa lalu aku yang jauh dari kata baik." Kata Ghina sambil mengeratkan pelukannya


Louis tersenyum lalu mencium puncak kepala Ghina dengan sayang.


"Tidak perlu berterima kasih kamu pantas mendapatkannya dan Ghina terima kasih juga sudah mau menjadi istriku." Kata Louis


"Aku pasti gila kalau tidak mau jadi istri kamu." Kata Ghina membuat Louis tertawa mendengarnya


"Aku tidak sespesial itu Ghina." Kata Louis


"Tidak kamu sangat spesial Louis hingga membuat aku sering kali berpikir bahwa kamu pantas medapat yang lebih baik." Kata Ghina


"Kamu berlebihan." Kata Louis


"Aku cium lagi kalau kamu membahas hal seperti itu." Kata Louis


"Hm baiklah aku tidak akan mengatakannya lagi." Kata Ghina dengan senyuman


Tersenyum senang Louis mengusap pipi Ghina dengan sayang sambil menatapnya dengan penuh cinta.


"Louis boleh aku bertanya tentang Mama kamu?" Tanya Ghina


"Mommy? Hm boleh." Kata Louis dengan senyuman


"Kamu.. em kamu dan Mama kamu kelihatannya tidak memiliki hubungan yang baik, apa aku salah? Kalau salah aku minta maaf." Kata Ghina


"Kamu salah Ghina aku memiliki hubungan yang baik dengannya hanya saja sekarang aku sedikit cuek dengan Mommy mungkin karena perceraian kedua orang tuaku." Kata Louis


"Apa kamu sangat sedih karena mereka berpisah?" Tanya Ghina


"Mana ada anak yang bahagia ketika orang tuanya bercerai Ghina aku hanya merasa kecewa pada Mommy." Kata Louis


"Hm aku mengerti, apa pertanyaanku membuat kamu sedih?" Tanya Ghina


"Tidak Ghina kamu memang harus tau tentang aku kan?" Kata Louis membuat Ghina tersenyum mendengarnya


"Aku tidak akan meninggalkan kamu Louis." Kata Ghina

__ADS_1


Louis tersenyum dan kembali memeluknya dengan sayang lalu mencium puncak kepalanya seraya mengatakan sesuatu.


"Dan aku tidak akan pernah meninggalkan kamu"


¤¤¤


Alden hanya menanggapi seadanya ketika keluarganya tengah membahas masalah tanggal pernikahan dengan keluarga Cassandra karena malam ini mereka memang makan malam bersama. Bertempat di kediaman Cassandra semua orang terlihat bersemangat masalah pernikahan, kecuali Alden yang sama sekali tidak berniat dengan apa yang sedang dibahas.


Rasanya dia seperti barang yang dijual hanya untuk perusahaan dan sialannya dia tidak pernah bisa menolak karena sekali menolak dia akan kehilangan semuanya. Namun, sepertinya apapun yang dia dapatkan atau miliki tak berarti lagi karena Ghina tetap lepas dari genggamannya.


"Alden bagaimana?"


Pertanyaan itu membuat Alden mendongak dan menatap calon mertuanya.


"Hm terserah kalian saja atur saja sesuka kalian." Kata Alden malas


"Alden!"


"Kenapa Pa?" Tanya Alden yang sama sekali tidak merasa bersalah


"Om sudahlah Alden pasti lelah karena pekerjaan lagi pula dia bilang bahwa masalah pernikahan dia mempercayakannya pada aku." Kata Cassandra


"Lihat Alden kamu harusnya merasa beruntung akan menikah dengan wanita baik seperti Cassandra." Kata Aura yang merupakan Mama dari Alden


"Iya Ma"


"Ma aku mau ajak Alden ngobrol sebentar ya?" Kata Cassandra


Mereka mengangguk lalu Cassandra mengajak Alden untuk menjauh dari orang tua mereka dan pergi ke halaman belakang rumah. Duduk berdampingan Cassandra membawa Alden untuk menatapnya lalu dia tersenyum.


Sayangnya Alden tetap diam tidak berniat membalas senyuman yang gadis itu berikan.


"Ada apa?" Tanya Alden malas


"Tidak bisakah kamu berpura-pura di depan orang tua kita Alden?" Tanya Cassandra


"Tidak bisa Ca." Kata Alden


"Alden aku tau kamu masih sangat mencintai Ghina, tapi tidak bisakah kamu melakukan ini demi orang tua kita? Aku tidak akan menuntut banyak." Kata Cassandra


"Kamu akan tetap terima meskipun aku akan menceraikan kamu kan?" Tanya Alden


Cassandra diam untuk waktu yang cukup lama lalu tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


Baiklah ini hanya pernikahan sesaat dia akan menerimanya.


¤¤¤


Hai aku masih update, tapi gak tau kapan selesai reviewnya😶

__ADS_1


__ADS_2