Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Menemui Alden


__ADS_3

Kedatangan Louis ke rumah Ghina membuat Dara langsung menyambutnya dengan ramah dan mengajaknya masuk ke dalam rumah lalu memintanya untuk duduk di ruang tamu selagi dia mengambilkan minuman. Sekitar pukul sepuluh Louis datang untuk mengantar Ghina yang semalam tidur di rumah dan ternyata dia disambut dengan hangat.


Saat Louis sudah duduk Ghina memintanya untuk menunggu karena dia ingin berganti pakaian terlebih dahulu dan Louis hanya tersenyum sambil mengangguk singkat. Matanya menjelajah menatap ruangan yang cukup besar hingga suara Farhan terdengar dan membuatnya mendongak.


Melihat pria paruh baya itu Louis lekas bangun lalu mencium punggung tangannya dengan sopan dan kembali duduk bersama dengan Farhan yang kini menemaninya. Tidak lama setelahnya Dara kembali dengan membawa minuman dan ikut duduk bersama yang lainnya.


"Kamu mau makan Louis?" Tanya Dara


"Eh tidak perlu Aunty tadi aku dan Ghina sudah sarapan sebelum kesini." Kata Louis


"Baiklah, terima kasih sudah mengantar Ghina pulang." Kata Dara


"No problem, kami memang sering berangkat dan pulang bersama." Kata Louis dengan senyuman manisnya


"Bagaimana dengan Ghina? Apa dia bekerja dengan baik?" Tanya Farhan


"Ya Ghina bekerja sangat baik dan banyak membantu aku juga." Kata Louis membuat Farhan tersenyum mendengarnya


"Setelah ini kalian akan bekerja lagi?" Tanya Farhan


"Tidak Uncle aku dan Ghina akan berjalan-jalan ini kan akhir pekan." Kata Louis


mendengar perkataan itu Farhan dan Dara tersenyum senang sepertinya keduanya sudah cukup dekat.


"Sebenarnya ada yang mau aku sampaikan juga." Kata Louis sambil menatap kedua orang tua Ghina bergantian


"Iya katakan saja." Kata Farhan


"Begini.. kemarin malam aku dan Ghina bicara kami berencana untuk melakukan pertunangan." Kata Louis


Kedua orang tua Ghina diam mereka saling melemparkan tatapan lalu berdeham pelan dan Farhan bertanya.


Meskipun dia memang berniat menjodohkan keduanya, tapi dia tidak mau kalau Ghina melakukannya hanya karena terpaksa.


"Kalian sudah membicarakan hal ini baik-baik?" Tanya Farhan serius


"Iya sebelumnya saya memang sudah bicara pada Ghina, tapi baru tadi malam dia bicara dan kami berencana untuk melakukan pertunangan dalam waktu dekat lalu menikah satu bulan setelahnya." Kata Louis dengan penuh keyakinan


Sesaat setelah Louis mengatakan hal itu Ghina muncul dengan sudah berganti pakaian lalu menatap mereka bergantian.


"Ghina sini duduk samping Papa." Kata Farhan

__ADS_1


Mengangguk patuh Ghina berjalan mendekat lalu duduk disamping Farhan yang langsung pria paruh itu rangkul dengan sayang. Sebenarnya Ghina yakin pasti Papa nya itu ingin menanyakan perihal rencana pertunangannya dengan Louis karena tadi dia sempat mendengar.


"Kamu sudah yakin dengan pilihan kamu?" Tanya Farhan


Ghina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Ghina gak mau terlalu banyak berpikir Pa meskipun kami baru mengenal dalam waktu yang cukup singkat, tapi Ghina yakin Louis akan bisa membuat Ghina bahagia." Kata Ghina membuat Louis tersenyum mendengarnya


"Papa senang mendengarnya karena sebenarnya Papa dan Liam memang merencanakan untuk menjodohkan kalian berdua, tapi ternyara kalian sudah mewujudkan hal itu tanpa kami minta." Kata Farhan


Ghina dan Louis terkejut mendengarnya mereka tidak menyangka akan mengetahui sebuah fakta yang cukup mengejutkan.


"Sekarang kemari lihat Mama." Kata Dara


Ghina mendongak dan menatap Mama nya yang kini mengusap kepalanya dengan sayang.


"Kamu tidak melakukannya karena terpaksa kan?" Tanya Dara


"Enggak Ma jangan cemas." Kata Ghina dengan senyuman


"Kalau gitu Mama senang mendengarnya." Kata Dara


"Setelah ini aku juga akan bicara dengan orang tuaku lalu datang kesini bersama mereka." Kata Louis


Pria itu datang dan mengatakan langsung pada orang tuanya tanpa ada keraguan sedikitpun.


¤¤¤


Ghina tidak tau kemana Louis akan membawanya, tapi matanya membulat dengan sempurna ketika tau bahwa mereka berdua kini berada di kantor Alden dan hal itu membuat Ghina menghentikan langkahnya. Menatap Louis dengan wajah penuh keraguan Ghina menggelengkan kepalanya pelan, tapi Louis tersenyum dan mengangguk padanya.


Pria itu seolah meminta dia untuk ikut dan menyerahkan semua padanya hingga Ghina pada akhirnya menurut. Tangannya digenggam Louis mengajaknya untuk masuk ke dalam dan mereka langsung berhadapan dengan Alden yang berdiri di dekat jendela sambil menerima telpon.


"Aku hubungi lagi nanti"


Setelah mengatakan hal itu Alden menghampiri keduanya dan meminta mereka untuk duduk dengan raut wajah datar. Begitu duduk berhadapan Alden memperhatikan keduanya dalam diam dan Ghina tidak mau menatap mata pria itu lagi.


"Ada apa?" Tanya Alden setelah cukup lama terdiam


"Aku ingin mengatakan bahwa dalam waktu dekat kami akan bertunangan dan aku minta supaya kamu tidak mengganggu Ghina lagi lalu tolong katakan pada tunangan kamu untuk tidak menemui Ghina, jika dia hanya ingin bicara hal buruk pada kekasihku." Kata Louis


Alden terdiam sambil menatap keduanya lalu berdecih pelan.

__ADS_1


"Aku tau kalian hanya bercanda." Kata Alden


"Tidak, kamu serius aku tidak pernah bercanda tentang perasaanku, jadi Tuan Alden yang terhormat jangan mengganggu kekasihku lagi." Kata Louis


"Ghina berhentilah bersandiwara." Kata Alden membuat Ghina menatapnya


"Kami serius Alden tidak ada candaan atau sandiwara." Kata Ghina


"Kamu akan bertunangan dengan orang yang tidak kamu cintai? Kamu masih mencintai aku Ghina aku tau." Kata Alden yakin


"Tidak"


"Kalau gitu tatap mata aku dan katakan bahwa kamu tidak mencintai aku." Kata Alden membuat Ghina diam lalu mengalihkan pandangannya sebentar


Sesaat setelahnya Ghina menghela nafasnya pelan lalu menatap Alden dan mengatakan hal itu dengan suara pelan sambil mengepalkan tangannya kuat.


"Aku tidak mencintai kamu lagi Alden"


Perkataan itu sukses membuat Alden membeku dia menatap Ghina yang kini sudah mengalihkan pandangannya ke arah lain.


"Kamu bohong." Kata Alden


"Alden aku akan bertunangan lalu menikah satu bulan setelahnya, jadi berhenti dan kembali saja pada Caca." Kata Ghina


"Mana bisa aku kembali Ghina?! Mana bisa aku melakukannya disaat hatiku masih menjadi milik kamu?" Kata Alden marah


"Lalu apa?! Kamu akan meninggalkan dia?! Apa kamu tau dia menemuiku dan menyalahkan aku karena sudah membuat pertunangan kalian berakhir!" Balas Ghina dengan mata memerah


"Iya aku akan meninggakkan dia!" Kata Alden


"Ghina sudah, dengar Alden aku tidak peduli entah kamu akan meninggalkan dia atau tidak, tapi yang jelas jangan mengganggu kami." Kata Louis


Ghina diam lalu membiarkan Louis meraih tangannya dan mengajaknya pergi dari ruang kerja Alden tanpa peduli pria itu lagi.


"Alden kita sudah selesai"


Setelahnya barulah Ghina mengikuti Louis keluar dari ruangan, benar mereka harus mengambil langkah ini agar Alden berhenti. Meskipun perasaannya belum sepenuhnya hilang, tapi Ghina menyayangi Louis dan merasa nyaman berada di dekatnya.


Pria itu selalu ada untuknya dan rela menunggu serta meyakinkan perasaannya, jadi apa lagi yang dia tunggu?


Ghina yakin pilihannya sudah tepat.

__ADS_1


¤¤¤


Yuhuu aku updateee😘


__ADS_2