
Waktu berlalu dengan begitu cepat hingga tidak terasa kalau dua bulan sudah berlalu sejak pernikahan Ghina dan Louis berlangsung. Hubungan keduanya sangat baik dan romantis bahkan Ghina sendiri merasa sangat bahagia, dia sudah mulai mencintai suaminya.
Menghabiskan waktu bersama Louis dengan melakukan banyak hal sangat menyenangkan, mereka sering jalan-jalan entah hanya untuk satu atau dua hari. Sedangkan Louis tidak perlu dipertanyakan lagi pria itu tentu saja sangat bahagia karena dia memang sangat ingin menikahi Ghina.
Saat ini hanya satu hal yang Louis tunggu-tunggu, kehamilan Ghina, tapi dia juga tidak terlalu buru-buru hanya saja akan menyenangkan jika Ghina hamil anaknya. Membayangkan dia akan menemani Ghina yang sedang hamil lalu pergi ke dokter untuk melihat perkembangan anak mereka, pasti menyenangkan.
"Ghina kamu mau beli apa lagi?" Tanya Louis
"Sudah Louis ini sudah banyak sekali." Kata Ghina sambil menghela nafasnya pelan
Sekarang mereka berada di mall Louis mengajaknya berbelanja dan pria itu sudah membelikan banyak sekali barang-barang untuknya, mulai dari tas, sepatu, baju, dan aksesoris.
"Yakin tidak mau lagi?" Tanya Louis
"Ayolah Louis ini sudah banyak sekali tau." Kata Ghina
"Baiklah sayang kalau gitu kita harus kemana sekarang?" Tanya Louis
"Hm kamu tidak mau beli apa-apa?" Tanya Ghina sambil menatap Louis
"Aku? Mungkin kita bisa beli jas atau dasi." Kata Louis
"Yaudah yuk kita beli." Kata Ghina
Louis tersenyum lalu mengajak Ghina ke tempat dimana dia biasa membeli jas serta dasi. Saat masuk ke dalam toko Ghina berdecak kagum, pasti mahal-mahal sekali barang-barang yang ada disana.
Memang berbeda kalau orang tua Louis pemilik perusahaan Farhan bukan pemilik utama karena pemilik utamanya adalah Daffa dan biasanya Farhan hanya menggantikan beberapa pertemuan penting, jika Daffa tidak bisa hadir.
Selama ini Ghina memang cukup boros, tapi masalah barang-barang dia sangat hemat untuk belanja, dia hanya boros ketika ingin main atau jalan-jalan bersama teman-temannya.
"Aku tidak butuh banyak jas kita beli dua saja dan dasi aku rasa kita bisa beli lima, kamu yang pilihkan." Kata Louis
Ghina mengangguk dengan semangat lalu melihat-lihat banyak jas yang tergantung. Sebenarnya model dan warnanya sama mungkin yang membuat beda hanya bahan saja.
"Kamu pasti cocok sekali pakai ini dan yang ini." Kata Ghina sambil mengambil dua jas yang tergantung
"Oke kita ambil saja yang ini." Kata Louis menurut
"Eh kamu tidak mau coba dulu?" Tanya Ghina
"Tidak perlu akan aku ambil yang menurut kamu bagus." Kata Louis
Astaga Louis benar-benar bucin.
"Hm kalau gitu sekarang dasi." Kata Ghina dengan senyuman
Louis mengangguk lalu pergi ke tempat jajaran dasi dan membiarkan Ghina memilihkan dasi yang akan dia kenakan kalau akan kerja. Setelah mendapatkan pilihannya Ghina memberikan pada Louis dan keduanya pergi ke kasir lalu membayar semua total belanjaan.
Selesai membayar Ghina dan Louis keluar dari toko lalu sekarang keduanya akan pergi untuk makan karena hari sudah cukup siang. Memilih untuk makan spagheti kini Ghina dan Louis sudah duduk berhadapan sambil menunggu pesanan mereka datang.
"Capek ya sayang?" Tanya Louis
"Em sedikit." Kata Ghina
"Habis ini kita langsung pulang ya?" Kata Louis
__ADS_1
"Iya aku ingin tiduran pegal sekali kakinya." Kata Ghina
"Sudah aku bilang jangan pakai sepatu tinggi ngeyel sekali istriku ini." Kata Louis membuat Ghina mengeucutkan bibirnya sebal ketika mendengarnya
"Kan biar tingginya sama kayak kamu." Kata Ghina
"Masih tetap tinggi aku." Kata Louis sambil tertawa kecil
"Ya tapi, aku kan gak terlalu pendek." Kata Ghina
"Iya baiklah terserah kamu Ghina." Kata Louis sambil menggelengkan kepalanya pelan
"Louis makasih ya? Banyak sekali barang yang kamu belikan untuk aku." Kata Ghina
"Tidak masalah aku suka apalagi lingerie seksi itu lain kali akan aku belikan yang banyak." Kata Louis membuat Ghina melotot ketika mendengarnya
"Louis! Bagaimana kalau ada yang dengar?!" Kata Ghina sebal
Sedikit memalukan tadi ketika Louis mengajaknya pergi ke toko pakaian dalam dan parahnya lagi pria itu sendiri yang memilihkan untuknya.
Astaga Ghina benar-benar tidak tau semerah apa wajahnya tadi.
"Nanti malam kamu harus memakainya." Kata Louis
"Tidak! Aku tidak mau pakai kan belum di cuci." Kata Ghina
"Baiklah pakai yang lain nanti aku pilihkan." Kata Louis
"Louis kamu inii." Kata Ghina
"Dasar mesum!" Kata Ghina membuat Louis tertawa mendengarnya
"Tidak papa sayang kan sama istri sendiri." Kata Louis
Baru akan menyahut seorang pelayan datang untuk mengantarkan pesanan mereka. Merubah raut wajah cemberutnya Ghina terlihat senang ketika pesanannya datang membuat Louis tersenyum melihatnya.
"Kamu langsung senang begitu makanannya datang." Kata Louis
"Tentu saja aku merasa sangat lapar tau." Kata Ghina
Tersenyum manis Louis mencubit pelan pipi Ghina lalu mengusap kepalanya dengan sayang.
Kapan istrinya itu akan hamil ya?
Louis dengar biasanya kalau sedang hamil nanti mereka akan berubah manja dan Louis penasaran sekali.
Dia ingin melihat Ghina yang bersikap manja padanya pasti lucu.
¤¤¤
Mobil Louis terparkir manis di rumahnya lalu dia bersama dengan Ghina keluar dari mobil dan masuk ke dalam sambil membawa barang belanjaan. Senyuman manis Ghina mengembang dengan sempurna ketika mereka sampai karena Ghina lelah sekali, dia ingin berbaring di ranjang empuknya.
Masuk ke dalam rumah Ghina dapat melihat ada ibu mertuanya disana dan dia tersenyum manis pada mereka. Namun, wajah dingin Alisha membuat Ghina bingung sendiri apalagi wanita paruh baya itu mengepalkan tangannya dengan kuat sambil menatapnya.
Ghina memanggilnya dan ingin bertanya, tapi belum sempat dia melakukan hal itu Alisha sudah melakukan sesuatu yang membuatnya terdiam.
__ADS_1
"Mami ke...."
Ghina mendapat tamparan dipipinya secara tiba-tiba.
"MOM!"
Louis menatap orang tuanya dengan marah lalu melihat Ghina yang sekarang terlihat sangat terkejut sambil memegang pipinya yang memerah.
"Mom apa yang kau lakukan?!" Tanya Louis marah
Nafas Alisha tidak beraturan dia mengeluarkan ponselnya lalu menatap keduanya dengan tajam dan bersamaan dengan itu Lily yang baru saja pulang melihat mereka dengan raut wajah bingung.
"Louis kenapa kamu menikahi wanita murahan seperti dia?" Tanya Alisha
"MOM"
Mendengar ucapan orang tuanya Lily refleks berseru kuat lalu menghampiri Kakaknya sambil menatap Alisha dengan tidak suka.
"Apa maksudmu Mom? Jangan bicara sembarangan tentang istriku! Kau tidak tau apapun." Kata Louis marah
"Mommy apa maksud Mommy bicara begitu? Kak Ghina itu wanita yang baik benar kata Kak Louis tadi Mommy tidak tau apapun." Kata Lily membela Kakak iparnya
"Lalu ini apa? Bagaimana bisa kamu menikahi wanita yang sudah tidur dengan pria lain?" Tanya Alisha
Menunjukkan foto yang dia dapat Alisha membuat kaki Ghina melemas saat itu juga, tapi Louis dengan sigap merangkulnya.
"Lily bawa Ghina ke kamar." Kata Louis
Lily mengangguk patuh lalu membawa Kakak iparnya itu ke atas sambil menatap Alisha dengan raut wajah kecewa.
"Kenapa Louis? Katakan pada Mommy! Kamu menikahi wanita yang sudah tidak suci lagi, ada banyak wanita baik di dunia ini." Kata Alisha yang masih dapat Ghina dengar dengan jelas
"Cukup Mom!" Kata Louis sambil berusaha menahan amarahnya
"Tidak! Dia pasti hanya mengejar harta kamu saja! Dia bukan wanita baik-baik kenapa kamu menikahinya? Bagaimana kalau foto ini sampai tersebar? Perusahaan akan dapat reputasi yang buruk dan kamu...."
"MOM HENTIKAN!"
Alisha terdiam ketika anak laki-lakinya itu membentak dia dengan cukup kuat apalagi Louis terlihat sangat marah.
"Hentikan semua omong kosong tentang Ghina! Mom kau tidak apapun, jadi diamlah! Apa Mom datang ketika aku mengatakan ingin melamar seorang gadis? Apa Mom datang saat aku menikah? Tidak kan? Jadi berhenti jangan bicara hal buruk tentang Ghina!" Kata Louis marah
"Louis dia jelas-jelas...."
"Dia diperkosa Mom! Dia wanita baik-baik berhenti bicara hal buruk tentangnya! Mom tidak tau apapun karena kau bahkan tidak ingat kalau punya keluarga disini." Kata Louis marah
Alisha diam sambil menatap anaknya yang terlihat sangat marah.
"Berhenti bicara omong kosong tentang istriku!" Kata Louis dengan wajah memerah
Menatap ponsel yang ada di tangan Alisha dengan terburu-buru Louis mengambilnya lalu melihat siapa yang mengirimnya, tidak ada nama, tapi Louis hanya ada satu orang di dalam fikirannya.
'Alden brengsek!'
¤¤¤
__ADS_1
Hayoo siapa yang ngirim fotonya kira-kira Alden bukan ya??