Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Taman


__ADS_3

Ghina merasakan usapan di kepalanya yang membuat dia perlahan membuka matanya dan hal pertama yang dia lihat adalah suaminya yang tengah tersenyum padanya lalu mendaratkan ciuman manis di bibirnya. Tersenyum tipis Ghina semakin mendekat lalu memeluk suaminya dengan erat dan menyandarkan kepala di dada bidangnya membuat Louis tersenyum lalu mencium puncak kepala istrinya dengan sayang.


Tadi malam Ghina tidur sangat nyenyak karena perasaannya sudah semakin membaik apalagi mereka sedikit bermain, tidak sedikit juga karena permainan itu berhasil membuat Ghina kelelahan. Setiap kali Ghina merasa sedih Louis selalu berhasil membuatnya tenang dan merasa lebih baik.


Louis memang benar-benar suami idaman.


"Ada yang kamu butuhkan? Minum mungkin?" Tanya Louis


Ghina menggelengkan kepalanya pelan dan semakin mengeratkan pelukannya.


"Aku masih mau memeluk kamu begini." Kata Ghina pelan


"Lelah? Maaf, harusnya tadi malam aku biarkan kamu langsung tidur." Kata Louis


"Emm bukan salah kamu aku suka tadi malam dan baby kita juga suka." Kata Ghina membuat Louis tersenyum mendengar mendengarnya


"Dasar Ibu hamil nakal." Kata Louis


Ghina hanya tersenyum lalu menjauhkan wajahnya dan memberikan ciuman singkat di bibir suaminya.


"Morning kiss"


Ikut tersenyum Louis mengusap kepala Ghina dengan sayang lalu mencium keningnya.


"Mau sarapan apa hmm?" Tanya Louis


"Apa saja tidak ada keinginan khusus untuk pagi ini Louis." Kata Ghina


"Baiklah, belum mau sarapan?" Tanya Louis


"Em sebentar lagi." Kata Ghina


"Baiklah katakan kalau kamu mau sarapan ya? Apa sekarang aku boleh pergi ke kamar mandi?" Tanya Louis


Ghina menatapnya sebentar lalu menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukan agar Louis bisa pergi ke kamar mandi.


"Istirahatlah lagi aku akan mandi dulu." Kata Louis


"Iyaa"


Setelah Louis pergi ke kamar mandi Ghina masih setia berbaring di ranjangnya sambil memainkan ponsel miliknya yang tadi ada di meja. Beberapa pesan masuk membuat Ghina langsung membuka dan membacanya satu per satu.


Pertama dia membuka pesan dari Kakak iparnya yang ternyata sudah sejak tadi malam masuk ke dalam ponselnya.


Ghina mau jalan-jalan besok?


Aku akan ajak anak-anak mungkin ke taman


Kak Gibran akan pergi bekerja dan aku berniat untuk jalan-jalan


Senyuman manis Ghina mengembang dengan sempurna ketika membacanya sepertinya itu adalah ide yang bagus, dia bisa pergi jalan-jalan.


Hm boleh Kakk


Kita ke taman saja ya? Nanti aku akan minta izin sama Louis


Setelah membalas pesan itu Ghina bangun dan duduk bersandar di atas ranjang, dia tidak akan bosan hari ini karena akan pergi jalan-jalan bersama dengan Kakak ipar dan keponakannya. Tadi malam Louis memang bilang kalau dia akan ke kantor dan Ghina tidak bisa menghalanginya, jadi ajakan Diandra tadi membuatnya sangat senang.


Dia tidak akan kesepian dan tidak akan mengganggu Louis juga.

__ADS_1


Sekitar lima belas menit Louis keluar dari kamar mandi dengan sudah berpakaian rapih membuat Ghina tersenyum senang melihat nya dan ketika mata mereka bertemu Ghina meminta Louis untuk mendekat.


"Sini biar aku keringkan rambutnya." Kata Ghina dengan penuh semangat


Louis tersenyum lalu membawa handuk kecil serta sisir dan duduk di tepian ranjang.


Tanpa menunggu lagi Ghina mendekat dan langsung mengeringkan rambut sang suami dengan penuh kelembutan.


"Em Louisss"


"Iya? Kamu butuh sesuatu? Mau ikut aku ke kantor?" Tanya Louis


Ghina langsung menggelengkan kepalanya sebagai jawaban, suaminya itu sudah tau sekali kebiasaannya.


"Tidak bukan itu aku mau minta izin untuk pergi." Kata Ghina


Perkataan itu membuat Louis menoleh dan menatapnya dengan alis bertaut.


"Pergi? Kemana dan dengan siapa?" Tanya Louis


"Ke taman sama Kak Diandra boleh kan?" Kata Ghina sambil memasang wajah penuh permohonan


"Taman mana sayang?" Tanya Louis


"Taman dekat perumahan Kak Gibran karena Kak Diandra akan pergi bersama Gavin dan Danira." Kata Ghina


"Baiklah berarti aku akan mengantar kamu ke rumah Kak Gibran dulu." Kata Louis


"Iya nanti kamu jemput aku juga disana." Kata Ghina


"Iya Ghina"


"Louis kapan Lily pulang?" Tanya Ghina


"Dia bilang nanti malam." Kata Louis


Ghina mengangguk faham dan sekarang dia menyisir rambut Louis hingga sangat rapih.


"Nah sudah selesai sekarang kamu tinggal pakai dasi." Kata Ghina


"Tidak mau memakaikan untukku?" Tanya Louis


"Hm boleh biar aku pilihkan dasinya." Kata Ghina


Louis hanya diam di tempatnya sambil menatap Ghina yang berjalan menuju lemari lalu mencari dasi miliknya. Tersenyum manis Louis berjalan mendekat lalu memeluk Ghina dari belakang membuat istrinya itu tersentak karena terkejut.


"Ish kaget tau." Kata Ghina


Louis tertawa kecil lalu mencium pipi Ghina dan memutar tubuhnya hingga kini keduanya berhadapan.


"Louis aku mau pakaian dasi." Kata Ghina sambil mengangkat dasi hitam yang sudah dia ambil


"Baiklah pakaian untukku." Kata Louis


Ghina tersenyum lalu berjinjit dan melingkarkan tangannya di belakang leher sang suami.


Wajah Ghina terlihat serius ketika memakaikan dasi untuknya dan tak butuh waktu lama Ghina telah selesai.


"Wah tampan sekali suamiku sekarang aku takut kalau ada wanita lain yang menggodanya." Kata Ghina sambil menatap Louis

__ADS_1


Perkataan Ghina barusan membuat Louis tertawa lalu mencubit kedua pipinya dengan gemas.


"Tidak akan ada yang bisa merebut aku dari kamu Ibu hamil cantik." Kata Louis


"Benarkah? Apa kamu tidak akan tergoda dengan wanita seksi?" Tanya Ghina dengan alis bertaut


"Istriku lebih seksi." Kata Louis


"Tapi, sekarang aku gendut." Kata Ghina


"Lalu apa masalahnya sayang? Aku mencintai kamu dan bukan tubuh kamu." Kata Louis


Ghina tersenyum senang lalu memeluk suaminya dengan erat dan mengatakan sesuatu yang membuat Louis ikut tersenyum.


"Anak kita pasti bangga punya Ayah seperti kamu Louis"


°°°


Tawa riang Gavin terdengar ketika dia sampai di taman bahkan anak itu langsung berlarian dengan penuh semangat membuat Ghina tersenyum melihat keponakannya yang sangat menggemaskan. Mereka baru saja sampai di taman dan sekarang Ghina bersama Diandra duduk di bangku yang ada dekat pohon dengan Danira yang terlihat tenang di kereta bayinya.


Suasana taman sangat menenangkan apa lagi tidak terlalu ramai mengingat ini bukan akhir pekan dan Ghina suka nanti dia akan mengajak Louis ke taman kalau pria itu ada waktu. Mengeluarkan ponselnya dari dalam tas Ghina mengambil gambar lalu mengirimkan nya pada Louis untuk mengabarkan pada suaminya bahwa dia sudah sampai.


"Gavin jangan lari-lari sayang nanti jatuh." Kata Diandra yang melihat anaknya itu berlarian


"Gavin senang sekali Kak." Kata Ghina


"Iya begitulah Ghina dia sangat senang kalau di ajak main keluar rumah soalnya Kak Gibran jarang kasih izin kalau aku mau ajak anak-anak main keluar kalau gak sama dia." Kata Diandra


Ghina tersenyum lalu bangun dari tempatnya duduk dan berjalan menghampiri Gavin membuat anak itu berhenti sambil menatapnya.


"Ante Ghina"


Dengan lucu Gavin berlari ke arahnya lalu memeluk kakinya membuat Ghina tertawa kecil dan menunduk.


"Gavin senang main ke taman?" Tanya Ghina


Gavin mengangguk dengan penuh semangat.


"Yaudah Gavin main, tapi jangan lari-lari nanti jatuh oke?" Kata Ghina


"Oke"


"Kalau haus bilang ya? Nanti Ante belikan ice cream." Kata Ghina


Sekali lagi Gavin mengangguk membuat Ghina tersenyum dan mengusap kepalanya. Setelahnya Ghina kembali duduk di samping Diandra dan menatap Kakak iparnya dengan senyuman.


"Gimana keadaan kandungan kamu Ghina?" Tanya Diandra


"Baik Kak aku sama Louis selalu rutin ke Dokter." Kata Ghina


"Kakak senang dengarnya kamu jangan terlalu lelah dan banyak fikiran ya?" Kata Diandra


Ghina mengangguk patuh lalu menyandarkan kepalanya di bahu Diandra.


"Kakak senang karena kamu bahagia sekarang"


Ghina tersenyum mendengarnya, dia memang merasa sangat bahagia sejak menikah dengan Louis.


Keputusan yang sempat dia ragukan ternyata membuatnya begitu bahagia.

__ADS_1


°°°


Hai aku updateeee🥰


__ADS_2