Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Batal


__ADS_3

Bulan madu yang sudah Louis rencanakan harus dia gagalkan karena pekerjaan mendesak yang membuat dia tidak bisa pergi kemanapun selama satu minggu ke depan. Sudah meminta pada Liam untuk membiarkannya libur sebentar, tapi Liam mengatakan akan lebih baik kalau Louis menyelesaikannya dan baru pergi berbulan madu setelah semua selesai agar tidak diganggu dengan pekerjaan lagi.


Mendengar perkataan itu Louis merasa ada benarnya juga hingga akhirnya dia memutuskan untuk mengundur bulan madu dan memilih menyelesaikan pekerjaannya. Tentu saja dengan Ghina yang berada di dekatnya karena wanita itu adalah istrinya bukan hanya sekedar sekretarisnya saja.


Ghina sendiri tidak masalah dengan hal itu dan mengatakan pada Louis untuk tidak terburu-buru karena kalau ada waktu luang mereka bisa langsung pergi mengingat uang yang pria itu miliki tidak akan habis dengan mudah.


"Aku benar-benar akan pergi kalau saja ini bukan pekerjaan penting." Kata Louis yang masih terus menggerutu


Keduanya baru saja sampai di kantor dan sekarang Louis berjalan bersama dengan Ghina sambil merangkul pinggangnya dengan posesif.


"Louis sudah aku bilang kalau aku tidak masalah." Kata Ghina


"Aku yang masalah Ghina sayang." Kata Louis membuat Ghina tertawa mendengarnya


"Kamu bahkan bisa melakukannya tanpa harus berbulan madu, kenapa harus masalah dengan batalnya bulan madu kita?" Tanya Ghina membuat Louis menghentikan langkahnya


Dia menatap Ghina sambil tersenyum miring membuat Ghina yang sadar akan ucapannya langsung diam dengan wajah yang mulai merona.


"Kamu yang mengatakannya sendiri Ghina sayang aku akan menyiapkan apartemen untuk kita tinggali satu minggu kedepan." Kata Louis


Ghina hanya diam dengan raut wajah pasrah karena menolak juga sudah tidak ada gunanya lagi.


Memasuki area kantor semua pasang mata menatap keduanya tentu saja mereka tau bahwa Louis datang bersama sekretaris sekaligus istrinya dan hal itu membuat mereka semua menunduk dengan sopan. Tersenyum tipis Ghina merasa sedikit tidak nyaman dengan perlakuan itu, tapi sepertinya sebagai istri Louis dia harus terbiasa menerimanya.


Setelah menaiki lift dan sampai keduanya langsung masuk ke dalam ruang kerja dan ketika Ghina ingin duduk di tempatnya Louis melarang.


"Lalu aku duduk dimana?" Tanya Ghina


Louis menepuk pahanya dan tersenyum.


"Dipangkuanku sayang." Kata Louis


"Jangan bercanda Louis kita ini mau bekerja." Kata Ghina sambil menatap suaminya dengan tidak percaya


"Siapa yang bercanda istriku sayang?" Kata Louis dengan alis bertaut


Ghina menatapnya dan Louis kembali menepuk pahanya membuat Ghina menghela nafasnya pelan lalu berjalan mendekat. Tak butuh waktu lama Louis sudah menarik tubuhnya untuk duduk dipangkuannya dan Ghina cukup tersentak.


"Louis kamu yakin bisa bekerja dengan begini? Bagaimana kalau ada yang masuk ke dalam ruang kerja kamu?" Tanya Ghina takut


Louis hanya tersenyum lalu tangannya berpindah ke depan untuk membuka laptop miliknya serta menghidupkannya.


"Aku masih tidak ingin jauh dari kamu." Kata Louis


"Louis kita tidak jauh bahkan hanya jarak beberapa meter saja." Kata Ghina berharap Louis akan menyuruhnya pergi


"Tetap jauh untukku Ghina sayang." Kata Louis


"Louis kita lagi bekerja kamu harus profesional." Kata Ghina


"Ayolah Ghina aku benar-benar ingin menempel terus padamu." Kata Louis


"Di rumah juga selalu begitu kan?" Kata Ghina


Louis baru akan menjawab sampai akhirnya pintu terbuka tanpa diketuk dan seseorang masuk lalu terdiam di tempatnya sambil menatap keduanya dengan raut wajah tidak percaya. Wajah Ghina merona, dia berniat bangun, tapi Louis melarangnya.


"Ada apa Jack?" Tanya Louis

__ADS_1


"Ah maaf Pak saya hanya ingin meminta tanda tangan." Kata Jack


"Lain kali ketuk pintunya dulu." Kata Louis


"Maaf Pak saya akan mengetuk pintu dulu sebelum masuk." Kata Jack sambil menundukkan wajahnya


"Taruh saja di meja nanti akan saya tanda tangani dan kamu bisa kembali nanti untuk mengambilnya." Kata Louis


"Baik Pak"


"Katakan juga pada Laura untuk menyiapkan ruangan meeting sepuluh menit lagi." Kata Louis


"Baik Pak"


Setelah memberikan jawaban itu Jack langsung keluar sambil menggelengkan kepalanya pelan karena baru saja melihat kelakuan pengantin baru. Di dalam Ghina langsung mencubit lengan Louis dengan gemas, dia malu sekali karena ulah suaminya.


Bukan takut atau merasa bersalah Louis justru tersenyum dan melingkarkan tangannya di perut Ghina sambil mencium pipinya berkali-kali.


"Louis berhenti! Aku tidak mau tidur dengan kamu kalau sampai ada yang melihat kita lagi." Kata Ghina dengan penuh kekesalan


"Kalau tidak tidur denganku kamu akan tidur dimana sayang?" Tanys Louis sambil tersenyum


"Di sofa atau di kamar Lily bersama dengan Lily." Kata Ghina


"Aku akan menyusul kamu disana dan meminta Lily untuk pindah kamar atau aku bisa menggendong kamu setelah kamu tertidur." Kata Louis


"Louisss"


"Baiklah maaf sayang." Kata Louis


Ghina menghela nafasnya pelan lalu dia teringat sesuatu dan berbalik menatap Louis karena ingin bertanya.


"Hm katakan"


"Waktu itu kamu bilang Mommy kamu sudah ada di surga lalu Mommy Alisha dia..."


"Daddy menikah dua kali yang aku maksud bukan Mommy kandungku, tapi istri kedua Daddy yang sering membuatkan aku kopi ketika aku sedang sibuk mengerjakan skripsi." Kata Louis


"Ah begitu aku sempat bingung ketika bertemu dengan Mami Alisha karena hal itu." Kata Ghina


"Mommy sama Daddy bercerai ketika aku lulus SMA dan saat aku di semester keempat Daddy menikah lagi, aku bahagia untuknya karena Mommy Hilda sangat baik pada kami." Kata Louis


"Hm begitu apa kamu juga sedih ketika Mami Hilda pergi?" Tanya Ghina


"Sedih dia menemani aku dan Lily selama Daddy kerja." Kata Louis


Ghina mengangguk faham lalu kembali menatap lurus ke depan dan melihat layar laptop louis yang telah menyala.


"Kamu tidak mau mulai bekerja?" Tanya Ghina


Tertawa kecil Louis kembali mendekatkan wajahnya dan mencium pipi Ghina hingga berkali-kali.


"Aku mau cium bibir kamu." Kata Louis membuat Ghina melotot dan memukul lengannya


"Jangan! Nanti berantakan semua." Kata Ghina


"Baiklah baiklah aku akan lepaskan kamu." Kata Louis

__ADS_1


Begitu Louis menjauhkan tangannya Ghina langsung bangun dan menatap suaminya itu dengan sengit membuat Louis hanya bisa menunjukkan kekehannya saja.


"Awas ya! Pokoknya kita lagi kerja aku ini skretaris kamu!" Kata Ghina sambil menatap suaminya dengan penuh ancaman


Louis tertawa dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban lalu melambaikan tangannya pada Ghina yang berjalan menjauh.


Lucu sekali padahal Louis ingin bekerja sambil memeluk istrinya.


¤¤¤


"Ngapain kamu kesini?!"


Gibran menyentak kasar mantan kekasih adiknya yang secara tiba-tiba datang ke studio foto miliknya untuk mengajak bicara. Tidak mau membuat keributan Gibran mengajak Alden ke ruangan miliknya dan meminta pria itu untuk duduk lalu menanyakan maksud kedatangannya.


Entahlah Gibran tidak mengerti mau apa lagi pria brengsek itu datang bahkan Gibran enggan sekali menatap wajahnya. Seandainya bisa dia pasti sudah memukul wajah Alden lagi, tapi tidak adiknya sudah bahagia bersama Louis.


"Apa kamu gak ada tujuan untuk datang menemuiku?! Kalau tidak ada silahkan pergi dan jangan ganggu waktu aku untuk bekerja." Kata Ghina kesal


Alden terdiam lalu menghela nafasnya pelan dan mengatakan sesuatu yang membuat Gibran diam.


"Maaf Kak"


Cukup lama hingga Gibran mendongak dan menatap Alden yang menatapnya dengan raut wajah yang tidak bisa diartikan.


"Maaf karena waktu itu saya tidak datang untuk menjelaskan semuanya pada orang tua Ghina, saya minta maaf." Kata Louis pelan


Gibran menghela nafasnya pelan.


"Sudah tidak usah difikirkan lagi semua sudah berlalu dan Ghina juga sudah bahagia sekarang." Kata Gibran


"Mana bisa aku melupakannya Kak? Aku benar-benar seorang pengecut hari itu." Kata Alden


"Ya kamu memang pengecut, tapi tidak ada gunanya kamu menyesali semua itu karena semuanya sudah terjadi dan Ghina sudah menikah dengan pria yang bisa menerima dia apa adanya." Kata Gibran


Alden diam lalu menganggukkan kepalanya singkat dan mengeluarkan sesuatu dari saku jasnya.


"Berikan ini pada Ghina ya Kak dia tidak akan mau menemui aku lagi." Kata Alden


Sebuah kotak Gibran perhatikan lalu dia menatap Alden lagi sebenarnya enggan, tapi kelihatannya pria itu sangat berharap.


"Untuk apa kamu memberikan ini?" Tanya Gibran


"Tidak ada apapun disana Kak selain sebuah gelang dan surat untuk Ghina, aku hanya ingin minta maaf saja." Kata Alden


"Akan aku sampaikan." Kata Gibran


"Terima kasih kalau gitu aku pergi dulu Kak." Kata Alden


Setelah mengatakan hal itu Alden benar-benar pergi membuat Gibran menatapnya hingga dia menghilang dari balik pintu. Menggelengkan kepalanya pelan Gibran membawa kotak itu ke laci meja lalu menaruhnya disana untuk dia berikan pada Ghina nanti.


"Penyesalan memang selalu datang terakhir Alden"


¤¤¤


Hai aku updatee💞


Oh iya aku tadi baca komen terus baru sadar kalau ternyata di part tiga itu aku nulis kalau Mommy nya Louis udah meninggal, jadi aku ubah dikit deh tentang Louisnya😂

__ADS_1


Maaf ya kadang memang suka kurang fokus😂


__ADS_2