
Ailan Fernandez
Nama itu diberikan kepada anak kedua Louis dan Ghina yang telah lahir ke dunia dengan selamat, si cantik juga menggemaskan yang membuat kedua orang tuanya merasa sangat bahagia setiap kali melihat wajah mungilnya. Tepat tiga hari yang lalu Ghina melahirkan dan sekarang dia sudah boleh pulang karena keadaannya yang cepat membaik tentu saja itu bagus Ghina tidak suka berlama di rumah sakit.
Saat ini Ghina ada di rumah dengan keluarga sang suami juga kedua orang tuanya yang datang untuk menjenguk anaknya ah senang sekali karena banyak yang sayang pada baby Ailan. Nama Ailan itu sendiri Louis yang memberikan dan Ghina juga menyukai nama yang cantik itu untuk anaknya.
"Lihat matanya sangat indah dan alisnya begitu tebal." Kata Dara
"Astaga sepertinya dia akan membuat Daddy nya tidak akan betah di kantor." Kata Alisha membuat yang lainnya tertawa
"Uuu ya ampun aku mau cubit pipinya." Kata Lily
Berbeda dengan yang lain Louis jadi merasa sedikit kesal karena mereka mengitari ranjang bayi dimana Ailan tertidur.
"Hey lihatlah secara bergantian jangan berkumpul begitu pasti Ailan akan kepanasan." Kata Louis
"Oh lihat kan dia sudah sangat posesif pada anaknya." Kata Alisha
"Mom"
Mereka tertawa lalu mengikuti perkataan Louis dan sedikit memberikan jarak.
"Daddy Daddy"
Panggilan itu membuat Louis menunduk dan menatap Alan yang juga menatapnya dengan lugu.
"Cucuu"
"Kamu mau susu?" Tanya Louis
Alan mengangguk lugu membuat Louis langsung menggendongnya dan mengajaknya pergi ke dapur.
"Kakakku sangat tampan, dia benar-benar hot Daddy." Kata Lily sambil tertawa
Ghina tertawa pelan ketika mendengarnya dan dia tersenyum penuh arti ketika Papa nya duduk di dekatnya. Mata indahnya terpejam ketika dia mendapat usapan penuh kelembutan di kepalanya.
"Kamu jaga kesehatan ya? Kamu udah punya dua anak belum lagi Alan masih cukup kecil, jadi jangan terlalu lelah banyak istirahat." Kata Farhan
"Iya Pa"
"Tenang saja Farhan anakku tidak pernah memberi izin Ghina untuk melakukan pekerjaan." Kata Liam sambil tertawa
"Ya hanya saja aku tau Ghina dia sedikit keras kepala dan rewel." Kata Farhan yang membuat Ghina cemberut
"Papaaa"
Mereka tertawa kecil, tapi Louis memang tidak pernah memberikan izin pada Ghina untuk melakukan pekerjaan rumah apapun bentuknya.
Ya meskipun Ghina sering kali melanggar karena hey dia juga bosan di rumah saja apa lagi Louis jarang memberi izin untuk keluar rumah sendirian.
__ADS_1
"Mama Mamaaa"
Ghina menoleh ketika mendengar rengekan dan dia dapat melihat Alan yang berlari menghampiri sambil membawa dot berisi susu. Di belakangnya ada Louis yang menggelengkan kepalanya pelan melihat tingkah anaknya.
"Eh ada apa Alan?" Tanya Ghina dengan penuh kelembutan
Anak itu naik ke atas ranjang lalu mendekat dan duduk di samping Mommy nya yang berbaring.
"Bobokk"
"Aku memintanya untuk tidur di kamarnya sendiri, tapi dia malah mau menangis." Kata Louis
"Ah sepertinya ini sudah cukup siang kita biarkan mereka istirahat dulu." Kata Dara yang disetujui oleh yang lainnya
Sebelum pergi kedua orang tua Ghina memeluk anak mereka itu singkat juga memberikan ciuman singkat di keningnya. Begitu hanya tersisa Ghina bersama dengan sang suami juga anak mereka Louis langsung naik ke atas ranjang dan bergabung bersamanya.
Di samping Ghina ada Alan yang asik meminum susu dia sudah terlihat sangat mengantuk apalagi Ghina terus mengusap kepalanya dengan sayang.
"Kamu mau sesuatu? Mau makan apa?" Tanya Louis
"Kan baru makan Louis." Kata Ghina
"Mungkin saja kamu lapar lagi." Kata Louis
"Hm tidak"
Louis menatap Alan yang mulai tertidur bahkan dot di mulutnya sudah hampir terlepas.
"Dia sangat pintar dan tidak rewel." Kata Ghina
"Tentu saja anak Daddy Louis pasti pintar." Kata Louis dengan senyuman bangganya
Ghina ikut tersenyum mendengarnya lalu dia meminta Louis untuk mendekat dan memberikan ciuman singkat di bibirnya.
"Daddy Louis memang yang terbaik!"
Ghina benar-benar merasa beruntung bisa memiliki Louis di hidupnya.
Rasanya dia adalah wanita paling beruntung di dunia karena bisa memiliki pria sebaik suaminya.
°°°°
"Alan jangan ganggu adiknya sayang"
Waktu begitu cepat berlalu usia Ailan sudah menginjak lima bulan anak itu sekarang semakin terlihat menggemaskan dengan pipi yang gembul dan hal itu membuat Alan tak bisa untuk tidak menganggunya. Bukan hanya sekali, tapi berkali-kali terkadang ketika sedang tidur Alan juga akan mengganggu adiknya.
Rasanya Ghina pusing sendiri apalagi ketika Louis kerja dia akan kesulitan menjaga Alan yang sangat aktif. Terkadang ketika pulang dari main Alan datang dengan wajah sedih lalu menunjukkan luka entah itu di tangan atau di kaki dan hal itu membuat Ghina jarang memberi izin untuk Alan main di luar lagi.
Sekarang Ghina tengah di dapur karena anaknya tadi tidur, tapi belum sampai sepuluh menit suara tangisan mulai terdengar dan hal itu membuat Ghina mencuci tangannya lalu bergegas pergi ke kamar. Benar dugaannya ada Alan yang tengah asik menatap adiknya yang menangis pelan sambil menusuk pelan pipinya dengan jari telunjuk.
__ADS_1
"Alan jangan diganggu sayang adiknya kan tidur." Kata Ghina pelan
Alan menunjukkan cengirannya lalu menatap Ghina yang sekarang menggendong Ailan dan berusaha menenangkannya.
"Lucu Mommy"
Oh lihat anak itu sudah pandai sekali bicara sekarang.
"Mommy mau Daddy." Kata Alan
"Daddy masih kerja sayang." Kata Ghina dengan penuh kelembutan
"Telponnn"
Ghina menghela nafasnya pelan lalu mencari ponsel miliknya dan menghubungi Louis belum saja diangkat Alan sudah mengambil alih ponselnya.
Dia menatap layar ponsel yang kini ada wajahnya karena Ghina memang melakukan panggilan video dengan Louis.
Tak butuh waktu lama panggilan itu di angkat wajah Louis terlihat membuat Alan berseru senang.
"Daddyyy"
'Halo jagoan Daddy kamu lagi ngapain?'
"Duduk"
Tawa Louis terdengar di sebrang sana membuat Ghina tersenyum.
'Sudah makan?'
"Cudah pakai ayam goleng." Kata Alan
'Adiknya mana?'
"Cama Mommy." Kata Alan
Ghina duduk di samping Alan lalu menatap ke layar ponsel yang Alan arahnya ke padanya.
'Dia belum tidur sayang? Tumben sekali'
"Dia sudah tidur, tapi Alan buat dia bangun." Kata Ghina
'Alan masih saja ya?'
Alan hanya tersenyum saja lalu dia mencium pipi adiknya dengan sayang.
Dasar anak itu kalau habis di marah pasti langsung menunjukkan kasih sayangnya.
°°°°
__ADS_1
Aku minta maaf udah lama banget gak updateee😭
Aku inget kok janji aku untuk extra part plus special part🥳