
"Kamar ini kedap suara kamu bisa mendesah dengan kuat tanpa takut ada yang mendengarnya"
Pipi Ghina merona mendengarnya dia menatap Louis dengan senyuman manisnya membuat sang suami mengusap sayang pipinya. Tanpa menunggu lagi Louis membuka kaos yang dia kenakan lalu membuka kancing piyama Ghina dan melemparnya asal.
Wajah Ghina memerah dengan sempurna, dia malu sekali apalagi ketika tangan Louis pergi kebelakang punggungnya dan melepas kaitan bra yang dia kenakan. Sungguh Ghina sangat gugup dan cemas sekarang, tapi suaminya terlihat biasa mata pria itu dipenuhi kabut gairah.
Bisa difahami Louis seorang pria yang tidak pernah memiliki kekasih dan sekarang dia langsung menikah dengan Ghina, tapi kenyataan itu membuat Ghina merubah ekspresi wajahnya. Ditahan tangan Louis hingga membuat pria itu menatapnya dengan bingung apalagi ketika melihat wajah sedih Ghina.
"What's wrong baby?" Tanya Louis pelan
"Louis aku... aku bukan pertama kali mela..."
"No it is your first time Ghina, pertama kalinya kamu melakukan denganku, tanpa paksaan dan akan penuh dengan kelembutan bukan tangisan." Kata Louis
Tidak bisa mengatakan apapun lagi Ghina langsung mencium bibir Louis membuat pria itu segera membalas ciumannya dan kembali membaringkan tubuhnya di ranjang. Tangan Louis perlahan bergerak menyentuh dadanya tanpa melepas ciuman mereka membuat Ghina merasa darahnya berdesir hebat.
"Ehm Louis"
"Tenang sayang aku tidak akan menyakiti kamu." Bisik Louis
Ghina mengangguk singkat, dia akan percaya pada pria yang sudah sah menjadi suaminya.
Suara lenguhan Ghina terdengar begitu Louis memainkan tangannya disana matanya terpejam menikmati sentuhan yang suaminya berikan.
"Do you like it?"
"Emm aku.."
Tersenyum miring Louis menjauhkan tubuhnya lalu melepas semua pakaian yang menutup tubuhnya membuat Ghina mengalihkan pandangannya karena malu.
"Lihat saja sayang aku ini suami kamu." Kata Louis
Wajah Ghina memerah dia menatap Louis dengan lugunya membuat suaminya itu tidak bisa menahan diri lagi. Dalam waktu singkat Louis juga menanggalkan semua pakaian Ghina hingga mereka benar-benar polos sekarang.
Louis mencium Ghina dengan penuh kelembutan dengan tangan yang terus menyentuh setiap inchi tubuh Ghina dan membuat sang istri melenguh serta mengeluarkan desahan yang Louis suka.
"Louis pelan-pelan." Pinta Ghina
Tersenyum singkat Louis menuruti keinginan Ghina dia menyatukan tubuhnya dengan Ghina hingga tidak ada jarak lagi diantara mereka.
Louis membuat Ghina menjadi miliknya.
"Sakit?"
"Em sedikit"
__ADS_1
"Nanti akan hilang"
Setelah mengatakan hal itu Louis mulai bergerak pelan dan membuat Ghina mendesah sambil memanggil namanya.
Malam ini kedua pengantin baru itu sibuk dengan malam pertama mereka saling menyebut nama masing-masing dan berbagi peluh di ranjang yang sama.
Menghabiskan sepanjang malam dengan aktiviras malam mereka di atas ranjang.
¤¤¤
Mata Ghina mengerjap begitu dia merasa silau karena sinar matahari yang masuk melalui celah jendela kamar, dia hampir menjerit ketika melihat tubuhnya yang polos tanpa busana, tapi begitu melihat bahwa ada Louis disampingnya dia diam. Jantung Ghina berdetak dengan sangat cepat ketika mengingat malam panas yang dia lalui bersama Louis dan bodohnya dia tidak memakai pakaian dulu sebelum tidur.
Tentu saja mana sempat dia melakukan itu ketika rasa lelah benar-benar menghampirinya dan sekarang tenggorokan Ghina rasanya sangat kering. Sebelum bangun dia melirik jam yang menggantung di dinding lalu membulatkan matanya terkejut begitu melihat sudah menunjukkan pukul sepuluh.
Berusaha untuk bangun Ghina melepaskan tangan Louis, tapi pria itu tanpa di duga menariknya mendekat hingga kini mereka kembali menyatu. Masih dengan tubuh polos tanpa pakaian membuat Ghina merasa sangat malu untungnya Louis memakai celana sebelum tidur tadi.
"Kamu sudah bangun?" Tanya Ghina pelan
"Hm kamu mau kemana?" Tanya Louis sambil membuka matanya dan menatap Ghina
"Minum terus mandi udah jam sepuluh." Kata Ghina
Louis mengangguk singkat lalu mencuri sebuah ciuman sebelum melepaskan pelukannya. Menarik selimut untuk menutupi tubuhnya Ghina tersentak ketika Louis malah menariknya juga.
"Louiss"
"Aku malu biarkan aku menutup tubuhku." Kata Ghina pelan
"Kenapa malu? Aku sudah melihatnya sekarang juga lagi melihatnya." Kata Louis membuat wajah Ghina memerah sempurna
"Louisss"
"Baiklah maaf." Kata Louis
Kali ini Louis membiarkan Ghina menarik selimut dan mengambil minum yang ada di nakas sambil meringis pelan ketika merasa nyeri dibagian bawahnya.
"Butuh bantuan?" Tanya Louis
"Tidak tidak aku bisa sendiri." Kata Ghina dengan cepat
Selesai dengan air putihnya Ghina berniat pergi ke kamar mandi, tapi tubuhnya tersentak ketika Louis menggendongnya.
"Kita mandi sama-sama"
Astaga Ghina sangat malu karena ulah suaminya.
__ADS_1
¤¤¤
Duduk di ruang makan bersama keluarga yang baru membuat Ghina merasa sangat canggung apalagi dia tidak bisa menutupi merah-merah di lehernya karena perbuatan Louis dan membuat Ayah serta adik dari suaminya itu tersenyum geli melihatnya. Tentu saja hanya Ghina yang merasa malu kalau Louis tidak dia malah terlihat senang dan tanpa malu menunjukkan perhatian untuk Ghina.
Oh iya kalian mungkin belum tau bahwa Ibu Louis tidak bersama mereka karena orang tua Louis sudah lama bercerai.
Sekarang hanya ada tiga anggota keluarga di rumah besar ini dan bertambah satu dengan kehadiran Ghina. Uncle Liam tidak mengizinkan Louis untuk pindah rumah karena dia mau Louis yang nantinya akan menempati rumah ini karena Lily adalah wanita yang artinya dia akan ikut sang suami nanti.
Maka Liam memutuskan untuk Louis tetap tinggal disini dan jika ingin menghabiskan waktu berdua mereka bisa ke apartemen. Akhirnya Louis tidak menolak dan Ghina juga tidak merasa keberatan sama sekali.
"Hari ini Daddy akan pulang agak larut dan Lily juga dia akan menghadiri acara ulang tahun temannya." Kata Liam
"Hm itu bagus Daddy aku bisa berdua saja sama Ghina." Kata Louis
"Louisss"
Louis tertawa mendengar ucapan Ghina lalu mencubit pelan pipinya di depan keluarganya.
"Ghina kamu maklumi saja dia baru pertama kali begini dengan seorang wanita." Kata Liam
"Em iya Uncle." Kata Ghina
"Hey kamu ini menantuku kenapa memanggil Uncle? Kamu bisa panggil Daddy atau Papa juga boleh." Kata Liam
"Iya Pa"
"Kak Ghina lain waktu kita jalan-jalan ya? Em Kakak suka belanja gak? Kita ke mall sama-sama nanti." Kata Lily
"Aku suka Lily kita bisa pergi sama-sama nanti." Kata Ghina
"Ah senang sekali punya Kakak ipar." Kata Lily dengan senyuman manisnya
Louis tersenyum melihatnya, dia kasihan pada Lily karena dari kecil dia kehilangan sosok Mommy nya yang pergi meninggalkan mereka.
Mungkin karena itu dia sangat senang dengan kehadiran Ghina.
"Daddy"
Liam mendongak dan menatap Louis dengan alis bertaut hingga anaknya itu mengatakan sesuatu yang membuatnya tersenyum.
"Louis minta cuti satu minggu karena mau bulan madu sama Ghina"
Astaga, tidak sabaran sekali!
¤¤¤
__ADS_1
Louis yang sabar dong jangan buru-buru😂
Udah ya aku gak tau gimana udah tiga hari nunggui review gak selesai-selesai dan kalo ini gak selesai juga gak tau deh :)