
Tangan Louis terkepal kuat dia membuka pintu ruangan Alden dengan kuat hingga membuat Alden yang sedang bersama dengan Cassandra terkejut bukan main. Raut wajah Louis benar-benar tidak bersahabat apalagi kini Louis berjalan mendekat dan tanpa basa-basi menarik kerah Alden dengan kasar lalu memukulnya hingga jatuh tersungkur.
Cassandra berseru kencang lalu berlari menghampiri Alden dan melihat keadaannya yang kini memiliki luka di sudut bibirnya. Menatap Louis dengan sengit Cassandra langsung berdiri dan menghampiri Louis yang masih terlihat sangat marah.
"Apa maksudmu?!" Kata Cassandra marah
"Minggir ini bukan urusanmu." Kata Louis dingin
"Jelas ini urusanku kau baru saja memukul calon suamiku!" Kata Cassandra
"Kalau gitu katakan pada calon suamimu untuk berhenti mengusik hidupku dan Ghina, brengsek." Maki Louis
Alden berdiri begitu mendengarnya lalu menatap Louis dengan bingung.
"Aku sudah tidak mengganggu kalian lagi." Kata Alden membuat Louis berdecih pelan ketika mendengarnya
"Jadi mengirim foto Ghina ke orang tuaku itu tidak dianggap sebagai mengganggu?" Tanya Louis
"Aku benar-benar tidak mengeri apa yang kamu bicarakan." Kata Alden
"Foto itu brengsek! Foto yang pernah kau gunakan untuk mengancam Ghina! Kenapa kau mengirimkannya pada Ibuku?!" Bentak Louis
Perkataan itu sukses membuat Alden terdiam bukan takut, tapi bingung karena dia tidak pernah melakukannya dan lagi Alden tidak memiliki salinan foto itu.
"Aku tidak melakukannya." Kata Alden
"Lalu siapa brengsek? Siapa?! Hanya kau yang memiliki fotonya!" Kata Louis marah
"Aku tidak tau! Aku bahkan tidak memiliki salinan foto itu Louis!" Kata Alden dengan penuh penekanan
Di antara perdebatan itu ada Cassandra yang terdiam dengan jantung berdetak cepat, dia yang melakukannya.
'Alden aku pinjam ponselmu'
Cassandra mendapatkan foto itu ketika meminjam ponsel Alden dan dia dengan sengaja mengirimkan foto itu ke ponsel miliknya tanpa sepengetahuan Alden.
Awalnya Cassandra tidak berniat melakukan hal itu, tapi ketika dia ikut Mama nya menemui seorang teman Cassandra dibuat terkejut ketika tau kalau yang mereka temui adalah Mama nya Louis.
'Menantuku itu sangat baik dia benar-benar mencintai Louis'
'Benarkah Alisha? Ya ampun kamu beruntung sekali'
'Iya tentu saja kami sangat menyukai Ghina dan merasa beruntung memiliki menantu seperti dia'
Mendengar percakapan itu membuat Cassandra merasa marah dan kesal karena Ghina bahagia, tapi dia menderita.
Harusnya mereka sama-sama menderita!
Kembali pada Louis yang mengumpat kesal kali ini tanpa sengaja dia menatap Cassandra yang terlihat gugup berbeda ketika gadis itu marah padanya. Berjalan mendekat Louis kini berdiri dihadapan Cassandra lalu dia mengangkat dagu wania itu dan menatapnya dengan tajam.
"Kau pelakunya?" Tanya Louis
"Apa.. maksudmu?" Kata Cassandra antara marah dan takut
"Maksudku adalah kau yang mengirimkan foto itu pada Ibuku." Kata Louis dengan penuh penekanan
__ADS_1
"Kau ini bicara apa Louis dia tidak memiliki fotonya." Kata Alden
Louis berdecih pelan lalu melirik ke arah meja dimana tas Cassandra berada dan berjalan kesana. Saat Louis mengambil tasnya Cassandra berusaha mengambil kembali, tapi sayang tidak berhasil.
Mengeluarkan ponsel itu dari dalam tasnya Louis menarik kasar tangan Cassandra dan menempelkan ibu jari wanita itu dengan paksa disana.
"Louis kau terlalu kasar, dia tidak tau apapun dan lagi dia berteman baik dengan Ghina." Kata Alden
Tak peduli dengan perkataan itu Louis membuka aplikasi chat di ponsel Cassandra dan benar ada nama Mommy nya disana, chat kedua dari atas.
"Ya dia pasti sangat membenci Ghina sampai tega melakukannya." Kata Louis sambil menunjukkan layar ponsel itu kepada Alden
"Kembalikan ponselku." Kata Cassandra
Louis mengepalkan tangannya kuat lalu melempar ponsel itu ke lantai hingga membentur kaki meja dan menatap Cassandra dengan tajam.
"Apa masalahmu dengan Ghina?! Aku peringati kau untuk yang terakhir kalinya jangan ganggu kehidupan kami!" Kata Louis dengan penuh penekanan
Cassandea hanya diam tidak tau lagi harus mengatakan apa karena dia takut sekarang.
"Dengar baik-baik aku bisa menghancurkan usaha yang keluargamu bangun susah payah hanya dalam hitungan menit, jadi berhenti mengusik kehidupan Ghina dan jalani saja hidupmu sendiri." Kata Louis
Menatap keduanya bergantian Louis berdecih pelan, cocok sekali.
"Kalian memang sangat cocok yang satu berlindung dibalik kata cinta dan satu lagi berlindung dibalik kata pertemanan, aku tidak main-main dengan ucapanku berhenti mengganggu pernikahan kami." Kata Louis
Sebenarnya Louis masih ingin mengatakan sesuatu, tapi ponselnya bergetar dan ketika melihat nama adiknya disana Louis langsung mengangkatnya. Mendadak Louis panik karena mendengar isakan adiknya disebrang sana.
"Ada apa Ly? Terjadi sesuatu pada Ghina? Katakan ada apa?" Tanya Louis cemas
'Kak Ghina pingsan'
Kepala Louis benar-benar sakit sekarang, dia tidak akan memaafkan siapapun yang membuat istrinya terluka.
Setelah menempuh perjalanan selama sepuluh menit Louis berlari masuk ke dalam begitu memarkirkan asal mobil miliknya.
"Louis...."
Tidak lagi peduli akan suara itu Louis langsung membuka pintu kamar dan melihat Ghina yang terbaring di ranjang dengan wajah pucat.
"Ada apa? Ghina kenapa?" Tanya Louis panik
"Kak tenang dulu..."
"Tenang apanya? Kakak akan bawa ke rumah sakit." Kata Louis
"Kak tunggu sebentar lagi Dokter akan datang Dad sudah menelpon." Kata Lily
Kali ini Louis menurut dia duduk di dekat Ghina dan mengusap kepalanya dengan sayang. Bersamaan dengan itu suara pintu terbuka kembali terdengar dan Alisha masuk ke dalam.
"Louis ma..."
"Suruh dia pergi Lily." Kata Louis dingin
"Louis"
__ADS_1
"Kakak"
"Suruh dia pergi Kakak benar-benar tidak ingin melihatnya." Kata Louis lagi
"Louis tolong Mommy mi..."
"Lily!"
Melihat raut wajah tak bersahabat Kakaknya dengan segera Lily menarik pelan tangan Mommy nya dan mengajak keluar dari kamar.
"Lily biarkan Mommy bicara sama Louis." Kata Alisha
"Mom nanti ya? Biarkan Kakak tenang dulu." Kata Lily
Baru akan bicara lagi Liam datang bersama dengan dokter lalu masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Ghina.
Lily takut sekali tadi Kakak iparnya itu terlihat sangat pucat setelah menangis dan akhirnya pingsan.
"Alisha aku benar-benar tidak mengerti kenapa kamu mengatakan hal seperti itu pada menantuku." Kata Liam yang baru saja keluar dari kamar Louis
"Liam aku benar-benar tidak tau..."
"Kau memang selalu begitu mengambil kesimpulan sendiri tanpa mau bertanya kebenarannya." Kata Liam
"Mom Dad sudahlah jangan bertengkar." Kata Lily
Keduanya diam dan tidak lagi bicara mereka menunggu hingga beberapa menit pintu kembali terbuka.
"Bagaimana? Apa menantuku baik-baik saja?" Tanya Liam
"Dia hamil, aku sudah minta Louis untuk pergi ke Dokter kandungan." Kata Batra
"Baiklah terima kasih Batra." Kata Liam setelah diam cukup lama karena rasa terkejutnya
Begitu selesai Batra pamit untuk pergi karena dia harus segera kembali ke rumah sakit.
Sekarang hanya ada Liam bersama dengan Alisha dan Lily yang belum masuk ke dalam kamar untuk melihat keadaan Ghina. Di tempatnya Alisha terdiam dengan rasa bersalah yang menguasai hatinya, dia bisa membahayakan nyawa cucunya dengan membuat Ghina stress begini.
Cukup lama terdiam akhirnya Liam melangkahkan kakinya dan masuk ke dalam kamar anaknya. Ada Louis yang tengah duduk di tepian ranjang sambil menggenggam tangan Ghina dan mengusapnya.
Ghina sendiri sudah membuka matanya dengan wajah yang masih terlihat begitu pucat.
"Louis"
Suara itu membuat keduanya menoleh, tapi Louis langsung mengalihkan pandangannya begitu melihat Mommy nya.
"Louis akan pindah bersama dengan Ghina"
Perkataan itu sangat mengejutkan untuk yang lainnya bahkan Ghina juga ikut terkejut mendengar ucapan suaminya.
"Kami akan tinggal di apartemen"
¤¤¤
Kan Louis marahh😡
__ADS_1