Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Pernikahan


__ADS_3

Pernikahan yang disiapkan dalam waktu satu minggu akhirnya terlaksana hari ini tepat di sebuah gedung Ghina dan Louis melangsungkan pernikahan dengan tamu undangan yang begitu banyak. Keduanya terlihat begitu serasi membuat banyak orang mendoakan kebahagiaan untuknya apalagi keluarga Ghina yang tau hal buruk yang pernah menimpanya.


Memakai gaun berwarna putih dengan make up tipis di wajahnya Ghina terlihat begitu cantik dan menawan apalagi rambut panjangnya yang dibiarkan tergerai. Selanjutnya ada Louis yang memakai jas dan terlihat begitu menawan serta gagah dengan pakaian pernikahannya.


Saat orang tua Ghina mendampinginya untuk berjelan mendekat Louis memperhatikannya dengan senyuman penuh kebahagiaan yang terpancar jelas di wajahnya. Semakin dekat Ghina dengan dirinya Louis merasa jantungnya berdetak dengan begitu cepat apalagi ketika mereka sudah berhadapan sekarang.


Farhan tersenyum melihat keduanya lalu dia meminta Louis untuk menjaga anaknya dan mengambil tanggung jawabanya untuk menjaga Ghina. Dengan penuh keyakinan Louis menjawab bahwa dia akan menjaga Ghina dengan sepenuh hatinya dan tidak akan pernah membuatnya terluka.


Begitu kedua orang tua Ghina berjalan menjauh kini hanya ada Louis dan Ghina di atas sana yang berhadapan serta saling menatap. Meraih sebelah tangannya Louis mengambil cincin yang dibawa oleh seseorang di dekat mereka lalu memakaikan ke tangan Ghina dan menciumnya dengan sayang.


Ghina melakukan hal yang sama dia memakaikan cincin ke jari manis Louis lalu mencium tangannya. Keduanya saling melemparkan senyum dan seperti biasa pengantin pria mendekat lalu mendaratkan ciumannya di kening sang istri dengan sayang.


"Kami cantik sekali sayang." Kata Louis pelan


"Terima kasih Louis." Kata Ghina


"Jadi, wanita cantik ini sudah menjadi milikku sekarang?" Tanya Louis


Ghina tersenyum dan menganggukkan kepalanya.


"Aku milik kamu Louis, milik kamu sepenuhnya"


Cukup lama bertatapan Louis mengajak Ghina untuk menatap ke depan dan semua orang bertepuk tangan untuk keduanya.


Setelah selesai dengan serangkaian acara kini keduanya akan melempar bunga. Mengambil bunga yang sudah disediakan Ghina dan Louis memegangnya bersama-sama lalu setelah membelakangi semua orang keduanya melempar bunga itu ke belakang.


Suara seruan terdengar hingga semua orang terdiam begitu tau siapa yang mendapatkannya.


Alden


Entah kenapa dia bisa datang padahal banyak yang bilang bahwa Alden pergi ke Australia.


Pria itu menatap keduanya dengan senyuman juga bunga ditangannya, dia mendapatkan bunga di pernikahan orang yang sangat dicintai.


Pernikahan yang seharusnya berlaku untuknya.


¤¤¤


Tamu undangan satu per satu datang menemui keduanya dan Ghina serta Louis tidak bisa berhenti untuk tersenyum serta mengucapkan terima kasih pada mereka yang telah datang juga memberikan doa untuk keduanya. Semua orang terlihat berbahagia untuk pernikahan Louis dan Ghina kecuali Alden tentunya, dia datang bersama Cassandra.


Pada akhirnya dia tetap tidak bisa menolak perjodohannya.


Kembali pada Ghina dan Louis yang sedang duduk karena lagi tidak ada tamu yang menemui mereka. Rasanya pegal sekali karena Ghina memakai sepatu yang cukup tinggi dan sekarang dia menyentuh pelan kakinya yang terututp gaun.


"Ada apa sayang?" Tanya Louis


Ghina menoleh lalu tersenyum dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak hanya sedikit pegal, tapi akan membaik setelah duduk." Kata Ghina


"Sepatu kamu terlalu tinggi kan?" Tebak Louis


"Heem kan biar tinggi juga habis kamu tinggi banget." Kata Ghina membuat Louis tertawa kecil mendengarnya


"Memang apa yang salah Ghina?" Tanya Louis


"Nanti kalau aku gak pakai sepatu setinggi ini pasti akan terlihat sangat pendek gak mau." Kata Ghina

__ADS_1


"Kamu ini aneh sekali padahal aku tidak masalah." Kata Louis dengan senyuman


"Em ya kan gak mau Louis nanti aku pendek banget." Kata Ghina


"Yaudah kamu duduk dulu sebentar lagi selesai acaranya." Kata Louis


"Sebentar laginya itu masih dua jam." Kata Ghina


"Kita terlalu lama mengatur jam untuk acaranya." Kata Louis


"Gak papa aku senang apalagi banyak teman-tenanku juga yang datang." Kata Ghina


"Tidak masalah dengan kehadiran Alden?" Tanya Louis


Ghina menatapnya dengan senyuman dan menggelengkan kepalanya pelan.


"Untuk apa? Aku kan istri kamu." Kata Ghina


Tentu saja mendengar hal itu Louis tidak bisa menahan senyuman manisnya.


Saat keduanya sedang asik bertatapan Alden bersama Cassandra datang membuat keduanya langsung berdiri untuk menyambut kehadirannya. Sambil tersenyum Cassandra mengucapkan selamat, tapi tidak dengan Alden yang haya diam.


"Terima kasih Ca." Kata Ghina dengan senyuman


"Terima kasih karena sudah datang." Kata Louis juga


"Iya"


Alden akhirnya bersuara dia menatap keduanya bergantian lalu menatap Ghina sebentar.


"Ghina maaf untuk semuanya aku harap kamu bahagia." Kata Alden


"Terima kasih kamu juga, semoga kamu dan Caca bisa bahagia." Kata Ghina


Alden mengangguk singkat lalu mengajak Cassandra untuk pergi dan Ghina menatap keduanya yang menjauh dengan senyuman.


Setelahnya Ghina menatap Louis yang juga tersenyum padanya lalu mengusap kepalanya dengan sayang. Tanpa diminta Louis mencium keningnya dan mengajak Ghina untuk duduk lagi.


"Semuanya sudah selesai sekarang aku akan menjalani kehidupan yang baru bersama kamu, suamiku"


Louis tidak bisa menahan senyumannya lagi.


¤¤¤


Rangakaian acara pernikahan telah selesai dilangsungkan sekarang pukul tujuh malam Ghina sudah berada di rumah keluarga Louis dan menunggu pria itu keluar dari kamar mandi. Selagi menunggu Ghina menghapus make up di wajahnya lalu melepas ikatan rambutnya dan menatap pantulan dirinya dicermin.


Rasa gugup mulai menghampiri Ghina karena ini adalah malam pertamanya sebagai seorang istri dan dia tidak tau harus melakukan apa. Saat suara pintu kamar mandi terbuka Ghina tersentak lalu mendongak dan menatap Louis.


Dia hanya memakai handuk lalu dia berjalan mendekat Ghina. Nafas Ghina tertahan apalagi melihat tubuh kekar Louis.


"Kamu mau mandi?" Tanya Louis


"Heem aku baru saja menghapus make up." Kata Ghina pelan


"Mau aku bantu membuka pakaiannya? Sepertinya akan sulit." Kata Louis


Ghina terdiam sebentar lalu mengangguk dan berdiri dari kursi yang dia duduki. Melepaskan resleting gaun yang Ghina kenakan Louis menyampirkan rambut Ghina ke belakang telinga lalu memeluknya dari belakang.

__ADS_1


"Apa aku perlu berganti baju?" Tanya Louis


"Kenapa bertanya padaku?" Tanya Ghina pelan


Louis mencium lehernya membuat Ghina menahan nafasnya.


"Apa kamu sudah siap sayang?" Tanya Louis lagi


"Siap apa?"


Louis tersenyum dia membalik tubuh Ghina dan menatap wajahnya yang sudah memerah.


Terlihat menggemaskan.


"Siap untuk malam pertama kita baby"


Ghina menunduk malu lalu mendorong pelan tubuh Louis dan masuk ke dalam membuat suaminya itu tertawa melihatnya. Berjalan ke arah lemari Louis mengambil kaos serta boxer miliknya lalu memakai dan duduk diatas ranjang.


Melihat ponsel Ghina disana Louis membukanya lalu melihat foto gadis itu disana. Ada banyak sekali dan matanya menata satu per satu foto Ghina yang terlihat seperti model ternama.


Ghina memang pernah bilang kalau Kakak sepupunya beberapa kali meminta dia menjadi model di beberapa brand pakaian.


Cantik sekali.


Sambil menunggu Ghina yang di kamar mandi Louis memainkan ponsel itu dan membuka semua aplikasi yang ada disana. Entah berapa lama hingga pintu kamar mandi terbuka dan Ghina keluar dengan pakaian tidurnya membuat Louis langsung menaruh ponsel itu di meja.


Dia terlihat gugup membuat Louis tersenyum lalu meminta Ghina untuk mendekat padanya. Menurut saja Ghina berjalan mendekati suaminya lalu tersentak kaget ketika Louis menarik pelan tangannya.


Dia berada di pangkuan Louis.


"Louis"


Ghina merasa gugup ketika tangan Louis membelai wajahnya dan berhenti ditengkuknya.


Mendekatkan wajahnya Louis mencium bibir itu dengan penuh kelembutan membuat Ghina ikut memejamkan matanya. Tangan Ghina naik lalu melingkar di leher sang suami dia juga membalas ciuman yang Louis berikan.


Mengangkat pelan tubuh Ghina dengan perlahan Louis membaringkannya di atas ranjang dan menatapnya dengan penuh gairah.


"Can i?"


Ghina terdiam lalu mengangguk singkat membuat Louis tersenyum dan kembali menyerangnya dengan ciuman.


Tangannya kini menuju baju tidur yang Ghina kenakan dan menelusup masuk ke dalam sambil mengusap perutnya. Menjauhkan wajahnya Louis mendaratkan ciuman di leher Ghina membuat wanita itu melenguh pelan.


"Akan aku buat kamu mendesah sepanjang malam sayang"


Ghina kembali melenguh ketika Louis mencium lehernya dan meninggalkan tanda disana.


"Bagaimana kalau ada yang dengar?" Tanya Ghina


Louis tersenyum dan berbisik pelan ditelinganya.


"Kamar ini kedap suara kamu bisa mendesah dengan kuat tanpa takut ada yang mendengarnya"


¤¤¤


Aduh meresahkan sekali kamuu ini Louis😭😭

__ADS_1


Aku gak tau lagi deh ini kapan selesai reviewnya😢


__ADS_2