Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Tidak Papa


__ADS_3

Hari ini Louis sangat sibuk dia terburu-buru pergi ke kantor bersama dengan Liam karena ada masalah di kantor dan Ghina tidak bisa menahannya, dia hanya tersenyum sambil memeluk juga mencium suaminya. Sebelumnya Louis sudah berjanji akan berusaha untuk pulang lebih awal, tapi Ghina tidak memaksanya dan mengatakan kalau tidak papa jika Louis pulang terlambat.


Suaminya bukan hanya mengurus dia, tapi banyak karyawan juga yang menjadi tanggung jawabnya dan Ghina tidak bisa bersikap egois dengan memanfaatkan kehamilannya untuk menahan Louis pergi. Meskipun tidak bohong kalau Ghina sangat-sangat merindukan suaminya, dia kesepian apalagi Lily juga pergi kuliah sejak pagi.


Tadi dia sudah sarapan dengan roti serta sosis yang dia buat sendiri dan sekarang Ghina sedang menonton tv di ruang tengah. Waktu terus berjalan hingga waktu menunjukkan pukul sepuluh dan ketika Ghina sedang fokus menonton Bibi datang lalu mengatakan bahwa ada tamu untuknya.


Mendengar hal itu Ghina tersenyum dia kira Kakaknya atau orang tuanya yang datang, tapi begitu melihat orang yang duduk di ruang tamu senyuman itu luntur.


Alden


Untuk apa pria itu datang ke rumahnya?


Menghela nafasnya pelan dengan ragu Ghina berjalan mendekat lalu duduk dihadapan pria itu dan meminta Bibi untuk mengambilkan minum.


"Apa aku mengganggu?" Tanya Alden


"Sedikit"


Alden menatap Ghina dengan senyuman tipis.


"Ada yang ingin aku katakan." Kata Alden pelan


"Kalau gitu cepat katakan." Kata Ghina ketus


Alden hanya bisa tersenyum mendengar Ghina yang terlihat tidak menyukai kehadirannya dan tak lama setelahnya Bibi datang lalu meletakkan minuman di meja.


"Ghina"


"Iya ada apa?" Tanya Ghina


"Apa kabar kamu?" Tanya Alden


"Aku rasa pertanyaan itu tidak perlu dijawab karena kamu bisa melihat sendiri bagaimana keadaanku." Kata Ghina tanpa mau menatapnya


Alden tersenyum tipis mendengar jawaban yang Ghina berikan.


"Ghina"


"Ada apa?" Tanya Ghina jengah


Dia benar-benar tidak suka dengan kehadiran Alden di rumahnya.


"Aku ingin minta maaf"


"Minta maaf untun apa?" Tanya Ghina


"Untuk perbuatan Caca dia mengambil foto itu dari ponselku tanpa izin." Kata Alden


"Sudahlah Alden kenapa harus minta maaf? Bukankah kamu senang? Kamu senang kan melihat aku hancur?" Tanya Ghina


"Ghina bukan begitu...."


"Hanya itu yang ingin kamu bicarakan? Kalau sudah selesai pergilah." Kata Ghina


"Aku sudah memutuskan pertunangan kami." Kata Alden


"Lalu urusannya denganku apa?" Tanya Ghina


"Bagaimana keadaan kandungan kamu?" Tanya Alden mengalihkan pembicaraan


"Dia baik karena suamiku sangat perhatian pada kami." Kata Ghina


"Semoga dia sehat selalu sampai nanti lahir ke dunia." Kata Alden


"Terima kasih"

__ADS_1


"Ada satu hal lagi yang ingin aku katakan." Kata Alden


"Apa?"


"Ghina aku... aku tidak tau apa aku harus mengatakan ini atau tidak, tapi aku rasa kamu harus tau." Kata Alden pelan


"Ada apa Alden?" Desak Ghina


"Ghina.... malam itu... malam itu semuanya sudah di rencanakan, maaf aku minta maaf." Kata Alden


Ghina diam tidak memberikan tanggapan apapun tatapannya kosong dan Alden melihat ke arahnya dengan raut wajah penuh penyesalan.


"Aku... aku kalah taruhan dengan Erkan dan mereka... mereka minta aku untuk meniduri kamu..."


"Alden..."


Ghina menatapnya dengan genangan air mata, dia tidak percaya dengan semuanya.


"Aku minum banyak sekali dengan sengaja agar aku mabuk dan kamu tidak marah lalu menganggap bahwa semuanya hanya kesalahan karena aku tidak sadar,"


Tangan Ghina terkepal kuat dan dadanya terasa sesak seketika.


"Aku benar-benar tidak tau kalau aku akan sekasar itu dan Ghina.. aku.. aku bangun jam tiga pagi lalu... lalu mengambil gambar kita berdua untuk dikirimkan kepada mereka,"


"Kamu mengirimkannya?" Lirih Ghina


Dia benar-benar sudah tidak punya harga diri lagi kalau Alden benar-benar melakukannya.


"Tidak... aku tidak melakukannya Ghina aku tidak bisa saat aku melihat kamu tidak ada lagi di kamar hotel aku takut, tapi aku fikir kamu akan memaafkan aku." Kata Alden


"Alden kenapa... kenapa kamu..."


"Aku tidak menyangka akan secepat itu Ghina... aku tidak menyangka orang tuaku akan memajukan perjodohan serta pertunangan." Kata Alden


"Maaf Ghina aku... aku terus merasa bersalah dan aku merasa kalau aku harus jujur masalah ini sama kamu." Kata Alden


Isakan Ghina terdengar membuat Alden menatapnya dengan penuh rasa bersalah. Di tempatnya Ghina benar-benar merasa sesak, dia menutup wajahnya dengan kedua tangan.


'Alden bukan pria yang baik Ghina!'


'Sudah berapa kali Papa bilang kamu harus putus dari Alden!'


Isakan Ghina semakin kuat dia menatap Alden dan mengatakan sesuatu dengan suara yang sangat pelan.


"Pergi Alden..."


"Maaf Ghina aku bersumpah akan pergi dan tidak akan datang ke hidup kamu lagi." Kata Alden


Ghina tidak memberikan apapun hingga dia dapat melihat Alden yang pergi menjauh dan begitu suara pintu terdengar Ghina menangis dengan hebat. Bahunya bergetar nafasnya kian sesak dia merasa hancur sangat hancur.


Kenyataan bahwa orang yang selalu dia bela dan percaya dulu ternyata adalah orang yang begitu brengsek membuat Ghina sesak. Bayangan dimana dia menentang keinginan keluarganya yang meminta dia untuk putus dengan Alden kian menyiksanya.


Ghina berusaha bangun lalu naik ke atas dengan perlahan dan masuk ke dalam kamar. Tubuhnya luruh begitu saja Ghina menyandarkan tubuhnya pada tembok dan menangis dengan kuat.


Sesak


Rasanya begitu menyesakkan, dia merasa hancur.


¤¤¤


Ada yang aneh dengan Ghina dan Louis menyadari hal itu sejak dia pulang dari kantor ketika pukul empat sore. Saat pulang Ghina tidak menyambutnya dia menemui istrinya itu di dalam kamar sedang termenung sambil menatap keluar jendela dan ketika Louis memanggil Ghina juga hanya tersenyum tipis lalu memeluknya.


Biasanya Ghina selalu senang hingga memeluknya dengan sangat erat dan mengatakan kalau dia sangat merindukan Louis. Sekarang Louis jadi cemas sendiri, dia takut kalau Ghina marah atau merajuk padanya, tapi Louis tidak melakukan kesalahan.


Ada apa sebenarnya?

__ADS_1


"Ghina?"


Ghina mendongak dan bergumam pelan sebagai jawaban membuat Louis menghela nafasnya pelan lalu mengusap sayang pipinya.


"Kamu kenapa? Marah karena aku pulangnya terlalu lama?" Tanya Louis


Ghina menggelengkan kepalanya sebagai jawaban.


"Lalu kenapa? Kenapa diam saja?" Tanya Louis


"Aku... Tadi Alden kesini dia minta maaf untuk perbuatan Caca." Kata Ghina


"Datang ke rumah? " Tanya Louis


"Heem datang ke rumah." Kata Ghina


"Dia melakukan sesuatu?" Tanya Louis


Ghina tertawa kecil lalu menggelengkan kepalanya pelan.


"Tidak Louis di rumah juga ada Bibi tidak mungkin dia melakukan sesuatu." Kata Ghina


"Lalu?"


"Lalu tidak ada apa-apa." Kata Ghina sambil tersenyum


"Ghina jangan bohong." Kata Louis dengan raut wajah serius


"Aku tidak bohong." Kata Ghina


"Ghina"


Menundukkan wajahnya Ghina malah memeluk Louis dengan sangat erat sambil memejamkan matanya.


Perkataan Alden tadi benar-benar membuatnya hancur ternyata orang yang dulu pernah dia bela mati-matian tidak pernah menghargainya sebagai seorang wanita.


Dia benar-benar beruntung telah bertemu dengan Louis yang sangat mencintai serta menghargainya dengan sepenuh hati.


"Louis"


Louis hanya bergumam pelan lalu dia menatap Ghina yang melepaskan pelukan dan menatapnya dengan senyuman yang begitu indah.


"Louis kamu mau sesuatu?" Tanya Ghina


"Aku mau kamu jujur." Kata Louis


"Louis tidak ada apa-apa Alden hanya membahas masalah yang telah berlalu dan aku hanya berfikir bahwa aku sangat beruntung telah lepas dari pria seperti dia lalu bertemu dengan kamu." Kata Ghina


"Tapi, dia tidak melakukan sesuatu yang buruk pada kamu kan?" Tanya Louis memastikan


Ghina tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan sebagai jawaban.


"Yaudah aku tidak akan memaksa." Kata Louis


Tangan Louis mengusap kepala Ghina dengan sayang, dia tidak akan memaksa Ghina untuk bercerita, tapi kapanpun Ghina ingin dia akan selalu ada.


"Louis"


Ghina memanggilnya dengan senyuman lalu mencium bibirnya lama dan mengatakan sesuatu yang membuat Louis tersenyum.


"Aku sayang sekali sama kamu Louis"


°°°


Aku updateee tenang yaa nanti sore aku update lagiii😘

__ADS_1


__ADS_2