Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Rencana Licik Alden


__ADS_3

Penyesalan memang selalu datang terakhir ketika kamu sudah tidak bisa lagi memperbaikinya dan Alden merasakan hal itu sekaranng, dia telah kehilangan Ghina sepenuhnya. Kedatangan Ghina bersama Louis tadi membuat Alden tau bahwa tidak ada lagi kesempatan untuknya mendapatkan Ghina.


Mendengar wanita itu mengatakan bahwa dia tidak mencintai Alden lagi dengan mata yang menatapnya membuat Alden kehilangan semangatnya, Ghina telah benar-benar pergi darinya. Sebenarnya ada keinginan besar di hatinya untuk membatalkan semua rencana Ghina dengan apapun caranya, tapi mengingat bahwa sudah berkali-kali dia menyakiti Ghina membuat Alden berpikir berkali-kali.


Kalau diingat sejak dulu Ghina yang lebih banyak berjuan untuknya, Ghina tidak pernah tersinggung dengan semua perkataan orang tuanya yang menentang hubungan mereka. Sebaliknya Alden justru berkali-kali meminta putus meskipun pada akhirnya dia selalu datang kembali dan meminta maaf.


Bedanya dulu Ghina selalu menerimanya kembali, memaafkan kesalahannya, tapi sekarang Ghina tidak mau lagi mungkim dia sudah terlalu lelah. Kesalahan yang Alden buat terlalu besar dia meninggalkan Ghina setelah merenggut hal paling berharga yang wanita miliki.


'Ghina maafkan aku tentang perkataan orang tuaku, tapi kamu jangan cemas aku akan tetap memilih apapun yang terjadi dan perjodohan itu aku tidak akan perah menerimanya'


Alden ingat betul mengatakan hal itu pada Ghina sesaat setelah mereka pergi menemui orang tuanya dan disana mereka tidak mau menerima Ghina sama sekali bahkan mengucapkan kata kasar.


"Alden?"


Panggilan itu membuat dia mendongak lalu menatap Cassandra yang dengan malas dan membiarkan saja wanita itu duduk disampingnya.


"Tadi aku lih...."


"Iya Ghina dan Louis datang." Kata Alden


"Alden aku min..."


"Lo kenapa sih kayak gitu sama Ghina?! Ca harusnya kalau mau salahin lo salahin gue aja jangan bawa-bawa Ghina dia gak tau apa-apa!" Kata Alden marah


"Bukan gitu Alden aku cuman..."


"Udahlah Ca gue gak mood mending lo pergi." Kata Alden


"Kamu gak boleh batalin pertunangan kita Alden." Kata Cassandra


"Boleh dan gue udah ngelakuin hal itu." Kata Alden


"Alden lo apaan sih?! Apa lagi yang mau lo tunggu dari Ghina hah?! Dia udah ninggalin lo." Kata Cassandra


"Iya memang, tapi semua itu terjadi karena pertunangan kita! Seandainya gak ada paksaan Ghina masih sama gue dia gak bakal ada disamping Louis." Kata Alden dengan mata memerah karena menahan amarah


"Lalu salah gue dimana?!" Balas Cassandra


"Salah lo karena lo juga nerima perjodohannya Ca! Seenggaknya kalau kita sama-sama nolak perjodohan itu hal ini gak bakal terjadi!" Kata Alden


"Orang tua gue..."


"Lo sendiri yang bilang kalau enggak bakal pernah nerima perjodohan itu demi Ghina, tapi apa?!" Kata Alden marah

__ADS_1


"Lalu lo sendiri gimana Alden?! Lo bilang gak akan pernah nerima perjodohan kita apapun yang terjadi!" Kata Cassandra


Menggeram kesal Alden beranjak dari tempat duduknya dan mengalihkan pandangan dari Cassandra, dia benar-benar kacau sekarang. Kepalanya terasa ingin pecah, tapi tidak Alden akan tetap membatalkan pertunangannya dia tidak mau tersiksa dengan perasaannya sendiri.


Hatinya hanya milik Ghina.


¤¤¤


Ulang tahun Ghina ke-19.


Alden sudah menyiapkan kejutan spesial untuk kekasih tercintanya sejak kemarin dia mengabaikan Ghina dengan tujuan membuat wanita itu kesal dan lagi Alden sedang sibuk menyiapkan kejutan. Malam ini dia mengajak Ghina ke salah satu restoran yang telah dia ubah dengan dekorasi penuh keromantisan agar kekasihnya itu senang.


Sekarang Ghina sedang dalam perjalanan bersama dengan teman-temannya yang ikut terlibat dalam hal ini. Memakai kemeja berwarna hitam Alden sudah siap dengan tangan yang menggenggam buket bunga besar.


Begitu wanita kesayangannya itu sampai Alden tersenyum dia juga dapat melihat mata Ghina yang membulat. Berjalan mendekat Alden memberikan buket bunga itu pada Ghina membuat kekasihnya itu tersenyum haru.


"Selamat ulang tahun sayang"


"Aku pikir kamu lupa." Kata Ghina membuat Alden tertawa kecil lelu mengusap sayang pipinya


"Mana mungkin aku bisa lupa hari spesial seseorang yang sangat aku cintai." Kata Alden


"Terima kasih"


"Sekarang aku sudah menyiapkan kue ulang tahun dulu nanti tiup lilinnya, tapi sebelum itu make a wish dulu." Kata Alden


Memejamkan matanya perlahan Ghina mengatakan keinginannya di dalam hati lalu meniup lilinnya.


"Alden terima kasih banyak dan kalian juga terima kasih." Kata Ghina dengan senyuman


"Kasih hadiah lain dong Den." Kata Mario salah satu teman mereka yang diikuti dengan yang lainnya juga


"Aku memang ada hadiah lain sebenarnya dan kamu bisa buka itu nanti, tapi sebelumnya aku akan kasih hadiah yang sangat spesial." Kata Alden


"Apa..."


Mata Ghina membulat ketika sebuah ciuman mendarat mulus dibibirnya membuat teman-teman mereka berseru dan menggoda keduanya.


Malam itu Ghina sangat bahagia dia yang awalnya ragu menjadi yakin kembali pada Alden.


¤¤¤


Mata Alden terpejam ketika mengingatnya, dia sudah pergi dari kantor dan sekarang berada di apartemennya karena malas untuk pulang. Di rumah bukan tenang Alden malah bisa gila nantinya, dia benar-benar tidak paham kenapa orang tuanya sangat tidak menyukai Ghina.

__ADS_1


Memang dia tau satu-satunya alasan yang mendasari perjodohannya dengan Cassandra hanya masalah perusahaan, tapi dia yakin ada alasan lain kenapa orang tuanya sangat tidak menyukai Ghina. Padahal Ghina selalu berlaku baik kekasihnya juga tidak pernah marah setiap kali orang tuanya mengatakan hal yang buruk.


"Agh sial!"


Mengambil ponselnya Alden membuka galeri miliknya dan melihat satu per satu foto dia bersama dengan Ghina. Saat foto Ghina seorang diri muncul Alden tersenyum lalu mengusap layar ponselnya dengan penuh kelembutan.


Dia tidak mau kehilangan Ghina.


Gerakan tangan Alden terhenti ketika dia melihat sesuatu, foto itu dia tidak ingat pernah mengambilnya.


Apakah dia bisa membuat Ghina berhenti dengan melakukan ini?


¤¤¤


Ada keraguan di hati Ghina untuk menemui Alden sendirian, tapi pada akhirnya dia tetap datang juga tanpa memberi tau orang tuanya atau Louis dan datang ke ruang kerja pria itu lagi. Begitu masuk ke ruangan Ghina duduk di hadapan Alden dan menatapnya dalam diam, dia hanya menunggu hingga Alden bersuara.


Cukup lama terdiam hingga Alden memanggil namanya lalu memberikan segelas teh kepadanya. Ghina hanya tersenyum tanpa menyentuh gelas yang ada dihadapannya.


"Ada apa?" Tanya Ghina


"Apa kamu yakin dengan Louis?" Tanya Alden


"Iya, kenapa aku harus tidak yakin?" Kata Ghina sambil menatap Alden


"Apa dia tau tentang kita Ghina? Kamu dan aku kita pernah menghabiskan malam bersama." Kata Alden


Ghina diam sambil mengepalkan tangannya cukup kuat.


"Kenapa kamu membahasnya?" Tanya Ghina


"Tidak, aku hanya teringat saja." Kata Alden


"Kamu gila Alden! Berhentilah bicara omong kosong dan masalah Louis itu akan menjadi urusanku." Kata Ghina


Alden tersenyum lalu menatap Ghina dia mengeluarkan ponselnya dan mencari sesuatu yang ada disana.


"Aku tidak mau melakukan ini Ghina, tapi aku akan tetap melakukannya demi kamu agar kembali padaku"


Meletakkan ponsel miliknya di meja Alden mendorongnya mendekat pada Ghina dan membuat wanita itu terdiam dengan tangan terkepal kuat.


Foto mereka berdua ketika di hotel dan begitu Alden menggesernya ada foto Ghina sendirian yang tengah tertidur di atas ranjang dengan keadaan berantakan.


"Ghina hentikan rencana pertunangan itu"

__ADS_1


¤¤¤


Alden jahat bangettt😤


__ADS_2