
Waktu berlalu dengan sangat cepat hingga tanpa terasa hari ini Louis bersama dengan yang lainnya akan merayakan ulang tahun Alan yang kedua tahun dan semua sudah disiapkan. Bukan pesta besar karena hanya akan ada keluarga dekat saja yang datang sesuai permintaan Ghina yang mengatakan bahwa Alan masih kecil tidak perlu mengundang banyak orang.
Seperti biasa Louis begitu bersemangat untuk merayakan ulang tahun anaknya yang ke dua bahkan dia sudah membelikan banyak mainan untuk anaknya. Senang sekali melihat Alan tumbuh dengan cepat juga sehat apalagi Alan sudah mulai pandai bicara membuat Louis jadi senang mengajak anak itu bicara.
Pesta akan dilangsungkan kurang lebih satu jam dari sekarang dan semua persiapan sudah selesai dilakukan.
"Sayang"
Ghina menoleh begitu namanya dipanggil dan dia bergegas menghampiri sang suami yang tadi memanggilnya.
"Ada apa sayang?" Tanya Ghina
"Lihat, anak kita sudah sangat tampan." Kata Louis dengan antusias
Ghina tersenyum dan melihat Alan yang memang terlihat tampan dengan jas kecil juga dasi kupu-kupu yang menggemaskan.
"Mirip sekali dengan kamu." Kata Ghina membuat Louis tersenyum senang
"Tentu saja dia anak kesayanganku." Kata Louis
Wajahnya terlihat sangat antusias untuk merayakan ulang tahun anaknya bahkan sebelumnya Louis berniat melangsungkan pesta ulang tahun yang cukup meriah, tapi Ghina langsung melarangnya dan meminta Louis untuk sekedar mengundang keluarga dekat saja. Akhirnya Louis menurut pada istrinya dan hanya akan ada keluarga Ghina serta Louis saja yang hadir.
Kadang Ghina bingung sendiri pada Louis yang sering kali terlalu berlebihan, bukan tidak suka, tapi Alan masih terlalu kecil dan tidak mengerti pesta atau perayaan ulang tahun.
"Mamaaa"
Ghina tersenyum ketika anaknya itu memanggilnya lalu berjalan mendekat dan menjatuhkan diri dalam pelukannya.
"Kenapa sayang?" Tanya Ghina dengan penuh kelembutan
Alan tak bicara apapun hanya diam sambil memeluk Ghina dengan manja membuat Louis ikut tersenyum melihatnya.
"Apa dia lelah?" Tanya Louis
"Mungkin bosan biasanya jam segini dia akan bermain dengan semua mobil mainannya." Kata Ghina sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang
"Kalau gitu kita ajak bermain dulu saja." Kata Louis
"Jangan sayang kalau Alan sudah bermain dia tidak akan kalau di suruh berhenti." Kata Ghina
"Baiklah"
"Biarkan saja sebentar lagi kan acaranya mulai beruntung hanya akan ada keluarga jadi tidak akan terlalu lama." Kata Ghina
"Alan tidak terlalu suka ramai sepertinya." Kata Louis
"Bukan tidak suka, tapi dia masih kecil Louis." Kekeh Ghina
"Kapan kita berikan adik untuk Alan?" Kata Louis dengan wajah antusias
__ADS_1
Ghina langsung tertawa mendengarnya Louis sudah sering sekali mengatakan hal itu padanya.
Dia bilang sangat ingin memiliki seorang anak perempuan.
"Nanti"
"Ghina kenapa nanti terus? Alan sudah cukup besar dia sudah dua tahun." Kata Louis sedikit merengek
"Ya ampun kenapa ngambek?" Kekeh Ghina
"Ayo berikan adik untuk Alan adik perempuan yang cantik seperti kamu." Kata Louis
"Baiklah, kita bicarakan setelah ulang tahun Alan." Kata Ghina dengan senyuman
"Bukankah akan menyenangkan Ghina memiliki baby kecil yang menggemaskan lagi." Kata Louis
"Iya Louis"
Tanpa Louis sadari Ghina tersenyum penuh arti sambil menatapnya, dia tau Louis sangat ingin memiliki anak perempuan, tapi sejak lama Ghina mengatakan nanti saja karena Alan yang masih cukup kecil.
Mungkin memang sudah waktunya untuk memberikan adik lucu bagi Alan.
"Louis ayo semuanya sudah datang"
Keduanya menoleh dan menatap Alisha yang datang dengan senyuman lalu mengangguk singkat. Beranjak dari tempatnya duduk Ghina sedikit kesulitan karena Alan yang enggan melepaskan pelukannya.
"Baby turun ya?" Kata Ghina
Bukan menjawab Alan malah semakin mengeratkan pelukannya dan bersandar manja di bahu Ghina.
"Astaga dia manja sekali." Kata Dara
"Memang seperti ini Ma." Kata Ghina sambil mengusap kepala anaknya dengan sayang
"Kemari sama Daddy." Kata Louis
Jika biasanya Alan menggelengkan kepalanya kini anak itu merentangkan tangannya dan berpindah ke dekapan Daddy nya.
"Tidak Papa biarkan begini saja." Kata Louis dengan senyuman
Perayaan di mulai dengan penuh kebahagiaan bahkan Alan yang melihat kue ulang tahun miliknya langsung minta untuk di turunkan.
Semua berjalan dengan lancar dan Louis sangat bahagia bisa merayakan hal seperti ini bersama keluarganya.
Hidupnya memang telah sempurna sekarang.
°°°°
"Dia tidur juga pasti lelah sekali"
__ADS_1
Louis tersenyum menatap anaknya yang sudah terlelap setelah meminum susu mereka baru saja selesai dan orang tua Ghina juga masih ada di bawah. Saat tengah asik mengobrol Alan sudah sangat rewel mungkin dia sangat lelah apa lagi tadi Alan sangat senang bermain bersama dengan anak-anak Gibran dan Diandra.
Sekarang si kecil yang tampan itu sudah sangat lelap membuat Louis tak bisa menahan senyum atau beranjak dari tempatnya, dia masih ingin menatap anaknya yang tampan itu untuk waktu yang lama. Di belakangnya ada Ghina yang tersenyum lalu menepuk pelan pundaknya dan mengajak Louis untuk duduk sebentar.
Louis hanya patuh dan mengikuti Ghina untuk duduk di sofa.
"Aku punya hadiah, tapi bukan hanya untuk Alan melainkan untuk kita dan yang lainnya juga"
Louis menatap istrinya itu dengan alis bertaut, tapi dia terdiam ketika Ghina memberikan sesuatu padanya.
"Ghina?"
Ghina tersenyum senang lalu memeluknya dengan sayang membuat Louis melakukan hal yang sama bahkan memberikan pelukan yang lebih erat.
"Sejak kapan?" Tanya Louis
"Minggu lalu." Kata Ghina membuat Louis langsung melepaskan pelukannya
"Kenapa kami baru bilang? Astaga sayang bagaimana bisa kamu baru mengatakan sekarang kalau kamu sedang mengandung?" Kata Louis
"Hanya... Mau memberi kejutan di ulang tahun Alan." Kata Ghina sambil tersenyum
"Kemari peluk aku lagi." Kata Louis
Tertawa kecil Ghina mendekat dan kembali memeluknya dengan erat sambil memejamkan matanya.
"Apa kamu kesulitan? Harusnya sejak awal kamu katakan padaku sayang." Kata Louis
"Hm tidak juga hanya terkadang merasa kesulitan harus menahan mual di depan kamu dan yang lainnya." Kata Ghina
Menghela nafasnya pelan Louis mengeratkan pelukannya dan meletakkan dagunya di puncak kepala Ghina seraya mengusap punggungnya.
"Besok kita ke Dokter ya? Aku ingin melihatnya"
Ghina hanya mengangguk singkat sebagai jawaban, jujur saja dia sudah gemas ingin memberi tau kabar bahagia ini kepada semua orang, tapi Ghina ingin memberikan kejutan juga di ulang tahun anaknya.
"Ayo beri tau kabar gembiranya pada yang lain"
Louis mengurai pelukannya lalu menangkup wajah Ghina dan mencium keningnya dengan sayang.
Baiklah Louis harap dia akan memiliki si kecil yang cantik kali ini.
...The End...
Hai aku updateee dan benar sekali ceritanya sudah ending🥰
Setelah ini aku bakal up extra part nya untuk kalian yaaa dan sama seperti Obsession bakal ada special part juga untuk kalian🥰
Big love untuk readers ku sayangg❤
__ADS_1