Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Pengakuan Cinta Ghina


__ADS_3

Tidak ada percakapan yang terjadi antara Louis dan Ghina yang masih berada di dalam kamar berdua karena yang lainnya sudah Louis minta untuk keluar. Sungguh Louis benar-benar dikuasai amarahnya karena mendengar apa yang tadi Mommy nya katakan juga kenyataan bahwa teman Ghina sendiri yang berniat puruk padanya.


Belum lagi tamparan yang Ghina dapatkan, seharusnya seluruh keluarga sedang berbahagia karena kehamilan Ghina, tapi karena foto itu semua malah kacau. Sebenarnya Ghina tidak marah pada Alisha, tapi sebaliknya Louis sangat marah dan enggan untuk bicara atau sekedar melihat Mommy nya.


Hal yang sama juga terjadi ketika kedua orang tuanya bercerai. Memang begitu Louis ketika dia kecewa atau marah pada seseorang dia tidak mau menemui atau sekedar melihatnya.


"Louis"


Panggilan itu membuat Louis menatap Ghina lalu tersenyum dan mengusap pipinya.


"Kamu butuh sesuatu? Mau makan?" Tanya Louis


Ghina menggelengkan kepalanya pelan.


"Kamu tadi kemana?" Tanya Ghina


Louis hanya tersenyum dan tidak memberikan jawaban apapun.


"Kamu menemui Alden ya?" Tebak Ghina


Meskipun tidak ada jawaban, tapi bagi Ghina senyuman tipis suaminya sudah menjawab pertanyaannya.


"Bukan Alden yang mengirimkannya, tapi Cassandra." Kata Louis setelah cukup lama terdiam


Perkataan itu sukses membuat Ghina membeku di tempatnya, dia meras sesak.


"Ghina sudah jangan difikirkan lagi ya? Besok kita akan ke apartemen." Kata Louis sambil mencium singkat keningnya


"Kamu benar-benar ingin pergi dari rumah Louis?" Tanya Ghina


"Iya aku akan bawa kamu pergi dan kita tidak perlu menemui Mommy lagi." Kata Louis


"Louis jangan begitu dia orang tua kamu lagian apa yang dia lakukan karena dia tidak mau kamu mendapatkan wanita yang tidak baik." Kata Ghina


"Tapi, dia tidak berhak menampar kamu begitu apalagi mengucapkan kata kasar, aku suami kamu dan aku tidak terima ada yang mengatakan hal buruk tentang kamu Ghina." Kata Louis


"Aku tidak mau hubungan kamu dengan Mami jadi buruk karena aku." Kata Ghina


"Hubungan kami memang tidak pernah baik." Kata Louis


"Louis..."


"Ghina sudah jangan kamu fikirkan sekarang kamu harus banyak istirahat supaya baby kita sehat." Kata Louis dengan senyuman


Tangannya mengusap perut rata Ghina dengan sayang membuat Ghina tersenyum.

__ADS_1


"Aku mau minta sesuatu boleh?" Tanya Ghina


"Apapun Ghina." Kata Louis


"Kita tidak usah pergi." Kata Ghina


"Kenapa? Kita akan tetap pergi dan tinggal di apartemen." Kata Louis


"Louis kalau kita pergi bagaimana dengan Papi dan Lily? Mereka akan kesepian belum lagi kalau di apartemen aku akan sendirian jika kamu kerja, tapi kalau disini ada Lily yang bisa menemani aku." Kata Ghina sambil menatap suaminya dengan penuh harap


Louis terdiam sejenak lalu menghela nafasnya pelan dan menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Terima kasih"


"Sudah, sekarang kamu istirahat." Kata Louis


"Kamu tidak melakukan sesuatu pada Caca kan?" Tanya Ghina


"Tidak"


'Tidak pada orangnya' Batin Louis menambahkan


Ghina tersenyum lalu meminta Louis untuk berbaring di sampingnya dan memeluk pria itu dengan sayang.


"Kamu jangan terlalu banyak fikiran ya? Besok kita ke dokter kandungan aku sudah membuat janji." Kata Louis


"Sekarang katakan apa yang kamu rasakan? Ada yang sakit? Mual? Pusing?" Tanya Louis


"Aku hanya lemas saja Louis rasanya tidak bertenaga." Kata Ghina


"Hanya itu?" Tanya Louis memastikan


"Iya"


"Kalau gitu kamu harus istirahat untuk hari ini jangan kemana-mana nanti aku yang akan mengambilkan makan." Kata Louis


Ghina tersenyum dan mengeratkan pelukannya pada Louis lalu mengatakan sesuatu dengan sangat pelan, tapi masih sanggup Louis dengar.


"Aku cinta kamu Louis"


Menjauhkan wajahnya Louis menatap Ghina dengan senyuman lebar.


"Katakan lagi sayang." Kata Louis


Ghina tersenyum lalu mencium sekilas bibir Louis dan kembali memeluknya.

__ADS_1


"Aku cinta kamu Louis"


Mengeratkan pelukannya Louis mencium puncak kepala Ghina dengan sayang.


"Aku juga sangat mencintai kamu Ghina"


¤¤¤


Louis mengusap kepala Ghina dan sayang lalu mencium keningnya sebelum dia dengan hati-hati turun dari ranjang. Istrinya itu sudah tertidur dengan lelap dan sekarang Louis ingin keluar kamar lalu menemui yang lainnya, ada yang ingin dia bicarakan.


Begitu turun ke bawah Louis melihat yang lainnya di ruang tengah lalu berjalan menghampiri mereka membuat Lily langsung berjalan mendekat. Louis hanya tersenyum ketika Lily bertanya lalu mengajaknya untuk duduk lebih dulu.


Lily terlihat takut kalau dia benar-benar pergi dari rumah.


"Louis maafin Mommy, kamu tidak perlu sampai pergi dari rumah." Kata Alisha


"Kakak jangan pergi nanti Lily sendirian." Kata Lily


"Louis"


Menghela nafasnya pelan Louis menatap ketiganya bergantian lalu menatap Alisha dengan cukup lama.


"Louis benar-benar tidak mengerti kenapa Mommy bisa melakukan hal itu pada Ghina." Kata Louis


"Maaf sayang"


"Bagaimana kalau orang tua Ghina sampai tau apa yang anaknya dapatkan dari mertuanya?" Kata Louis membuat Alisha terdiam


"Louis ini hanya salah faham." Kata Liam


"Ya salah faham yang membuat Ghina harus merasakan sakit di pipinya, dia salah apa Dad? Kejadian itu bukan karena keinginannya, tapi Mommy mengatakan seolah Ghina adalah wanita club malam." Kata Louis


"Kakak"


"Louis tidak akan pergi karena Ghina ingin tetap tinggal disini, dia mencemaskan kalian." Kata Louis


Baru akan bicara lagi Louis sudah beranjak dari tempat duduknya dan mengatakan sesuatu sebelum benar-benar pergi.


"Mommy tolong sebelum mengatakan sesuatu pastikan dulu kebenarannya"


Dan Louis pergi dari sana setelah merasa kalau dia sudah cukup bicara, biarkan saja Louis ingin jadi orang yang egois untuk saat ini.


Ghina, tidak akan Louis biarkan Ghina sedih lagi.


¤¤¤

__ADS_1


Asik Ghina udah cinta sama Louis💞


__ADS_2