Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Rumah Ghina


__ADS_3

"Ghinaaa"


Senyuman manis Ghina mengembang dengan sempurna dia langsung berjalan mendekat dan memeluk Dara erat sekali, keadaannya sudah cukp membaik makanya Louis mengajak Ghina pergi ke rumah orang tuanya. Kedatangan keduanya disambut dengan hangat bahkan Ghina dihadiahi ciuman oleh kedua orang tuanya membuat Ghina bahagia sekali.


Keduanya belum memberi tau masalah kehamilan Ghina rencananya hari ini untuk memberikan sedikit kejutan pada kedua orang tuanya. Setelah merasa puas berpelukan Ghina dan Louis langsung diminta untuk duduk lalu Dara memanggil Bibi untuk menyiapkan minum serta makanan.


Sejak tadi Dara tidak bisa untuk tidak tersenyum dan menatap anaknya sambil mengusap kepalanya dengan sayang.


"Kalian gak bilang mau kesini." Kata Dara


"Maaf Ma sebenarnya kami mau kesini dari kemarin dan memang sengaja gak bilang." Kata Louis pada mertuanya


"Gimana dengan kaliam berdua? Baik-baik aja kan?" Tanya Farhan


"Baik Pa bahkan sangat baik." Kata Louis dengan senyuman


"Sebenarnya aku sama Louis mau kasih tau sesuatu." Kata Ghina


"Kasih tau apa sayang?" Tanya Dara


Ghina terdiam sejenak lalu menatap sang suami yang tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.


"Ghina lagi hamil." Kata Ghina


"Usia kandungannya sudah dua minggu Ma kami baru tau kemarin." Kata Louis menambahkan


Kedua orang tua Ghina terdiam ketika mendengarnya, tapi tak lama setelahnya mereka tersenyum senang dan langsung memeluk Ghina dengan sangat erat. Mata Dara sampai berkaca-kaca dia memeluk anaknya erat sekali lalu mencium keningnya lama.


Keduanya bahagia sekali dengan kabar kehamilan Ghina yang sebenarnya memang sangat mereka tunggu. Di tempatnya Louis tersenyum melihat mertuanya yang terlihat begitu bahagia.


"Ya ampun sayang Mama senang sekali mendengarnya." Kata Dara membuat Ghina tersenyum senang


"Kenapa gak bilang hm?" Tanya Farhan


"Sebenarnya kemarin Ghina sakit makanya Louis gak bilang ke Mama dan Papa." Kata Louis menjelaskan


"Kamu sakit? Sakit apa sayang?" Tanya Dara cemas


"Sakit biasa aja kok Ma cuman pusing dan lemas juga." Kata Ghina sambil tersenyum


"Kamu jangan capek-capek ya? Banyak istirahat." Kata Dara


"Mama kamu benar Ghina." Kata Farhan


"Iya Ghina enggak capek-capek kok." Kata Ghina


"Tadi kami habis ke Dokter juga." Kata Louis menambahkan

__ADS_1


"Lalu apa kata Dokter?" Tanya Dara


"Kandungan Ghina cukup lemah, jadi Ghina diminta untuk tidak terlalu banyak berfikir dan tidak melakukan pekeraan berat dulu." Kata Louis


"Dengar kan? Ghina enggak boleh banyak fikiran ya?" Kata Farhan pada anaknya


"Iya Papa"


Setelahnya kedua orang tua Ghina mengajak Ghina bicara sebentar hingga Louis yang sejak tadi diam mengeluarkan suaranya.


"Papa"


Panggilan itu bukan hanya membuat Farhan menatapnya, tapi Ghina dan Dara juga.


"Iya Louis?"


Menatap Ghina yang menggelengkan kepalanya pelan Louis tersenyum.


"Bisa Louis bicara berdua saja dengan Papa?" Tanya Louis


Farhan menatapnya dengan bingung, tapi tetap menganggukkan kepalanya lalu mengajak Louis untuk pergi ke ruang kerjanya dan meninggalkan Ghina bersama dengan Dara tetap berada di ruang tamu.


Masuk ke dalam ruangan Louis duduk berhadapan dengan mertuanya, dia ingin menceritakan masalah Ghina dengan Alisha yang terjadi dan meminta maaf juga.


"Ada apa? Apa terjadi sesuatu?" Tanya Farhan


"Minta maaf? Untuk apa?" Tanya Farhan bingung


"Sebenarnya Pa..."


Louis menatap Farhan sebentar lalu menghela nafasnya pelan dan menceritakan semuanya tentang Alisha hingga Alden serta Cassandra tanpa ada yang terlewat. Mendengar hal itu Farhan terdiam sambil mengalihkan pandangannya, dia merasa sesak sekali apalagi membayangkan perasaan anaknya saat itu.


Selesai Louis menceritakan semuanya Farhan masih tetap diam dan tidak memberikan tanggapan apapun, dia tau tentang Alisha karena dia dan Liam berteman sejak lama, tapi Farhan tidak tau kalau wanita itu akan mengatakan hal yang sangat jahat pada anaknya.


Dia yakin Ghina pasti merasa tertekan apalagi Cassandra yang merupakan teman baiknya yang membuat semua itu terjadi.


"Louis minta maaf atas nama Mommy yang sudah mengatakan hal itu dan menampar Ghina juga, maaf Pa." Kata Louis membuat Farhan mendongak dan menatapnya


"Tidak perlu minta maaf dan terima kasih karena kamu sudah membela Ghina." Kata Farhan


"Memang itu yang harusnya Louis lakukan Pa." Kata Louis


"Papa minta jangan katakan hal ini pada Mama ya? Dia sama seperti Ghina terlalu banyak berfikir, jadi jangan kasih tau Mama yang penting semuanya sudah selesai sekarang." Kata Farhan


"Iya Pa"


Farhan tersenyum lalu menepuk pelan pundak menantunya.

__ADS_1


"Sejak kejadian itu Papa takut kalau tidak akan ada pria yang bisa menerima Ghina dan masa lalunya, tapi sekarang Papa sangat lega karena kamu yang menjadi suami Ghina." Kata Farhan


"Semua itu hanya masa lalu dan Ghina sama sekali tidak bersalah dalam hal itu Pa." Kata Louis


"Ghina anak yang cukup berontak dan ya Papa marah besar saat tau hal itu apalagi ketika Alden sama sekali tidak mau bertanggung jawab, tapi ternyata Ghina sangat rapuh dan sejak kejadian itu Ghina mudah tertekan." Kata Farhan


"Aku tidak akan pernah menyakiti atau meninggalkan Ghina Pa jangan mencemaskan dia, aku berani menjamin bahwa dia akan bahagia bersamaku." Kata Louis dengan penuh keyakinan


"Iya Papa percaya sama kamu Louis." Kata Farhan


"Sekali lagi aku minta maaf untuk perbuatan Mommy." Kata Louis


"Iya semuanya sudah berlalu yang paling penting dia sudah meminta maaf pada Ghina dan Ghina juga sudah memaafkannya." Kata Farhan


Louis menganggukkan kepalanya sebagai tanggapan dari ucapan mertuanya.


"Yaudah kita temui Ghina lagi Papa ingin melihatnya." Kata Farhan


Setelah meminta maaf Louis merasa lega dan begitu mereka menghampiri lagi Ghina ternyata wanita itu tengah asik memakan brownis sambil bercerita pada Dara dengan penuh antusias. Tentu saja Louis merasa senang karena istrinya terlihat begitu bahagia.


Begitu Louis duduk kembali Ghina tersenyum lalu menawarkan brownis yang dia makan pada suaminya dan menyuapi Louis sedikit membuat kedua orang tuanya tersenyum.


"Kamu sudah bilang Gibran belum sayang?" Tanya Dara


"Em sudah lewat telpon besok baru ke rumah Kakak." Kata Ghina


"Kamu mau menginap disini sayang?" Tanya Louis


Ghina menatap Louis dengan senyuman lalu menganggukkan kepalanya dengan semangat.


"Boleh?"


"Boleh kalau kamu mau kita menginap malam ini dan besok baru ke rumah Kak Gibran." Kata Louis


"Boleh kan Ma?" Tanya Ghina


"Tentu saja boleh Mamaa malah senang sekali." Kata Dara dengan senyuman


Senyuman manis Ghina mengembang dengan sempurna lalu tanpa ragu dia memeluk Louis dari samping dan mengucapkan terima kasih.


"Terima kasih Louis"


Louis tersenyum sambil mengusap kepala istrinya itu dengan sayang membuat orang tua Ghina ikut tersenyum melihatnya.


Interaksi manis antara Ghina dan Louis.


¤¤¤

__ADS_1


Aku updateee💞


__ADS_2