
Keheningan tercipta diantara Alisha dan Liam yang sedang berada di mobil dalam perjalanan ke bandara untuk mengantar Alisha yang akan kembali ke Singapura. Sebelumnya Alisha sudah mengatakan bahwa dia bisa pergi sendiri, tapi Liam memaksanya dan memilih untuk mengantar mantan istrinya.
Hubungan keduanya memang baik meskipun sudah bercerai bahkan bisa dibilang Liam masih sangat perhatian pada Alisha. Seperti ketika Alisha tinggal di apartemen Louis dia sering membawakan makan untuknya lalu tak jarang Alisha juga datang ke kantor dan melakukan hal yang sama.
Keduanya memang bercerai karena kesalah fahaman dan Alisha mengakui kalau dia sangat menyesal bahkan setelah bercerai dia selalu memikirkan Liam, tapi semua telah terjadi. Sejujurnya dia juga merasa sedih ketika Liam menikah lagi, tapi Alisha tidak bisa melakukan apapun selain datang dan mengucapkan selamat.
Ya semua salahnya dan sampai sekarang Alisha masih menyesali semuanya.
"Apa kamu tidak ada pekerjaan Liam?" Tanya Alisha memulai percakapan diantara mereka
"Ada Louis di kantor"
"Aku masih merasa bersalah dengan Louis karena sudah melakukan hal buruk pada Ghina." Kata Alisha jujur
"Makanya aku bilang jangan suka menyimpulkan sesuatu sendiri paling tidak kamu harus pastikan dulu kebenarannya." Kata Liam
"Ya kebiasaanku dari dulu sulit sekali berubah ternyata." Kata Alisha pelan
"Sudah Alisha semuanya sudah terjadi yang penting setelah ini jangan sampai kamu mengulangi kesalahan yang sama." Kata Liam
"Iya terima kasih Liam dan maaf juga untuk semua kesalahanku." Kata Alisha
"Aku sudah lupa apa saja kesalahanmu padaku." Kata Liam membuat Alisha tertawa kecil mendengarnya
"Perlu aku sebutkan?" Canda Alisha
"Tidak perlu semuanya sudah berlalu dan jangan diingat lagi." Kata Liam
"Aku tidak mengerti kenapa kamu bisa sebaik ini." Kata Alisha
"Jangan dimengerti." Kata Liam
Alisha tersenyum dan memilih untuk diam, dia selalu kehabisan kata-kata kalau bicara dengan mantan suaminya.
'Alisha kamu salah faham... baiklah kalau kamu memang berfikir aku salah aku minta maaf sayang, tapi jangan begini ayo pulang'
Rasanya Alisha bodoh sekali dulu dia sering menyakiti Liam pantas saja Louis sangat berubah padanya, memang dia salah sekali.
Sisa perjalanan kembali diliputi keheningan hingga keduanya sampai di bandara dan sekali lagi Liam menolak permintaan Alisha yang meminta dia untuk mengantarnya sampai sini saja. Bukan pergi Liam malah ikut turun lalu membantu Alisha menyeret koper yang di bawa.
Di belakang Alisha tersenyum penuh arti lalu mensejajarkan langkah kakinya dengan Liam dan keduanya duduk berdampingan sambil menunggu.
"Kamu bisa pulang Liam." Kata Alisha
"Kenapa kamu sejak tadi mengusirku Alisha? Biarkan aku disini dan melihat kamu sampai pergi." Kata Liam keras kepala
"Apa kamu mencemaskan aku?" Tanya Alisha membuat Liam menatapnya dengan alis bertaut
"Aku mencemaskan ibu dari dua anakku." Kata Liam sambil mendorong pelan dahi Alisha menggunakan telunjuknya
Tertawa kecil Alisha menatap ke depan dan tersenyum penuh arti.
"Louis memaafkan aku tidak ya? Dia marah sekali karena perbuatanku dan hubungan kami jadi semakin tidak baik." Kata Alisha
"Beri dia waktu kamu Ibu nya dan dia tidak mungkin membenci kamu Alisha." Kata Liam
"Aku harap begitu." Kata Alisha
"Sering pulang Lily akan senang." Kata Liam
"Kalau kamu?" Tanya Alisha
"Hm aku juga." Kata Liam
Menghela nafasnya pelan Alisha menatap mantan suaminya itu dengan senyuman.
"Sepertinya aku harus pergi sekarang." Kata Alisha
Ikut tersenyum tangan Liam terulur untuk mengusap kepala Alisha dengan sayang lalu dia memberikan ciuman singkat dikeningnya.
"Take care"
__ADS_1
"Hm akan aku kabari kalau udah sampai." Kata Alisha
Keduanya berdiri lalu Alisha mengambil koper miliknya dan berjalan menjauh, tapi sebelum benar-benar menghilang dari pandangan Liam dia menoleh sambil melambaikan tangannya.
Liam ikut melambaikan tangannya dan tetap diam ditempatnya hingga Alisha menghilang dari pandangannya.
'See you soon Alisha' batin Liam
Menghela nafasnya pelan Liam berbalik dan berjalan menjauh, dia akan pulang ke rumah.
¤¤¤
Berada di rumah tanpa suaminya membuat Ghina merasa sangat bosan, tapi dia tidak bisa memaksa Louis untuk tinggal lagi karena sudah dua hari Louis meninggalkan pekerjaannya. Sekarang Ghina sedang duduk di ruang tengah sambil menonton tv dan memakan camilan hanya saja dia tetap merasa bosan.
Biasanya dia menonton tv sambil memeluk suaminya, tapi sekarang Louis belum pulang dan Lily juga sedang pergi kuliah. Menghela nafasnya panjang Ghina melirik jam yang ada di dinding dan melihat waktu masih menunjukkan pukul sebelas.
Masih lama sekali Louis akan pulang Ghina benar-benar bosan.
Meraih ponselnya yang ada di meja Ghina mencari nomor suaminya dan mencoba untuk menelpon, tapi tidak ada jawaban dan dia malah mendapat pesan dari Louis.
Aku sedang meeting sayang
Tiga puluh menit lagi aku telpon ya?
Memasang wajah cemberutnya Ghina mematikan tv yang sedang dia tonton lalu melangkahkan kakinya menuju kamar. Baru ingin menaiki tangga Ghina sudah melihat mertuanya yang baru saja pulang.
"Eh Papa"
Liam mendongak lalu tersenyum pada menantunya.
"Mau kemana Ghina?" Tanya Liam
"Ke kamar, Papa sudah mengantar Mami Alisha?" Tanya Ghina
"Sudah tadinya Papa mau ke kantor, tapi sepertinya Papa butuh istirahat." Kata Liam
Ghina mengangguk faham lalu membiarkan mertuanya itu berjalan lebih dulu.
Kalau sudah begini dapat dipastikan Louis akan pulang lama karena Liam tidak ke kantor.
"Aku kangen Louissss"
Ghina menutup wajahnya dengan bantal, dia ingin menangis saja rasanya.
Benar saja tak lama setelahnya Ghina terisak pelan karena sangat merindukan suaminya padahal baru beberapa jam saja mereka berpisah.
"Baby kamu jangan begini kan Daddy lagi kerja." Kata Ghina sambil mengusap perutnya
Mengusap air matanya Ghina mencoba untuk memejamkan matanya dan menarik selimut agar bisa menutupi tubuhnya.
Lebih baik dia tidur saja.
¤¤¤
Pukul satu siang Louis sudah menyelesaikan semua urusan pentingnya sehingga dia bisa pulang setelah mengatakan pada sekretarisnya untuk menelpon kalau ada sesuatu. Membawa tas miliknya Louis berjalan keluar ruang kerjanya dan dia tersenyum setiap ada karyawan yang menyapanya.
Sampai di luar Louis bergegas masuk ke dalam mobil miliknya dan melaju meningalkan area perkantoran. Sekitar dua puluh menit di perjalanan Louis akhirnya sampai juga di rumah senyuman manisnya langsung terbentuk, dia tidak sabar bertemu dengan istrinya.
Setelah memarkirkan mobil miliknya Louis segera masuk ke dalam rumah dan menaiki tangga, tapi sebelum masuk ke dalam kamar dia berpapasan dengan Liam.
"Sudah pulang Louis?" Tanya Liam
"Sudah Dad." Kata Louis sambil tersenyum
"Ajak istri kamu makan tadi waktu Daddy ajak makan siang dia bilang mau makan sama kamu." Kata Liam
"Iya Dad"
"Yasudah Daddy mau keluar sebentar." Kata Liam
Sekali lagi Louis menganggukkan kepalanya dan sesaat setelah Liam pergi barulah dia masuk ke dalam kamar. Hal pertama yang dia lihat adalah Ghina yang tengah berbaring sambil meletakkan pipinya dibantal dan menghadap tepat ke arahnya.
__ADS_1
Tapi, Ghina terlihat sedang menangis.
"Sayang"
Mendengar hal itu Ghina langsung bangun dan menghapus air matanya lalu menghampiri suaminya. Dengan wajah cemberut Ghina memeluk Louis dengan sangat erat.
"Kamu kenapa nangis?" Tanya Louis sambil mengusap kepala Ghina dengan sayang
"Kangen, kamunya lama banget gak pulang-pulang." Keluh Ghina
Tersenyum tipis Louis melepaskan pelukannya lalu mengajak Ghina untuk kembali duduk di tepian ranjang.
"Kangen?"
Ghina menganggukkan kepalanya dengan wajah lucu membuag louis gemas sekali melihatnya.
"Aku juga kangen." Kata Louis
"Aku juga lapar." Kata Ghina lagi
Mendengar hal itu Louis tertawa dan mencubit pelan pipinya.
"Mau makan apa hm?" Tanya Louis
"Tadi Bibi masak capcay aku mau makan itu aja." Kata Ghina
"Baiklah ayo kita turun." Kata Louis
Ghina tersenyum dan menganggukkan kepalanya lalu mencium pipi Louis berkali-kali.
"Suapin yaa?"
Ya ampun menggemaskan sekali.
Dengan senyuman Louis menganggukkan kepalanya lalu merangkul Ghina dengan sayang dan keduanya pergi ke ruang makan. Sampai disana Louis langsung mengambilkan makan untuk istrinya dan tak lupa menyiapkan minum juga.
Dia mengambil lebih karena Ghina sering kali makan dengan sangat lahap ketika dia suapi.
"Kamu enggak makan?" Tanya Ghina
"Kamu dulu sayang." Kata Louis
"Em sama kamu jugaa makannya berdua gantian habis suapin aku kamu makan." Kata Ghina dengan wajah cemberut
"Iya baiklah sayang sekarang kamu dulu yang makan ayo aaa"
Tersenyum senang Ghina membuka mulutnya dan menerima suapan dari suaminya dengan senang hati.
Satu per satu suapan Ghina terima hingga makan siangnya habis tak tersisa lalu dengan penuh semangat Ghina mengatakan dia ingin menyuapi suaminya.
Tentu saja Louis tidak bisa menolak.
"Em Louis besok kamu ke kantor lagi?" Tanya Ghina sambil menyuapi suaminya
"Iya aku ke kantor, tapi aku akan pulang cepat seperti sekarang." Kata Louis
"Janji ya?" Kata Ghina sambil menatapnya dengan penuh harap
"Iya sayang janji." Kata Louis
Tersenyum senang Ghina menyuapi suaminya lagi, dia akan sering-sering menyuapi suaminya.
"Louis"
"Iya"
Ghina terdiam sesaat lalu menaruh sendok yang dia gunakan dan menatap suaminya dengan senyuman tipis.
"Aku boleh ikut kamu ke kantor tidak? Aku... aku janji tidak akan ganggu nanti aku menunggu di tempat waktu itu, boleh ya?"
Kalau sudah begini Louis tidak akan bisa memberikan penolakan.
__ADS_1
¤¤¤
Aku updateee💞