Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Kisah yang Baru


__ADS_3

Masuk ke dalam apartemen miliknya Louis kembali mencium Ghina dan mendorongnya untuk ke dalam sesaat setelah dia menutup pintu, bibirnya terus bergerak dengan penuh kelembutan di atas bibir Ghina yang membuatnya candu. Secara refleks Ghina melingkarkan tangannya di leher Louis lalu keduanya bergerak mundur hingga Ghina tak sadar bahwa Louis sudah membuka pintu lainnya.


Masuk ke dalam sebuah kamar Louis mendorong tubuh Ghina hingga keduanya jatuh di atas ranjang, tidak ada perlawanan hingga Louis menjauhkan wajahnya sebentar. Menatap mata Ghina serta pipinya yang terdapat bekas air mata Louis tersenyum tipis lalu mengusap pipinya dan kembali mendaratkan ciuman di bibirnya.


Seakan sudah kehilangan akal sehatnya tangan Louis berpindah ke kemeja Ghina dan berniat membuka kancingnya satu persatu hingga suara Daddy nya terngiang dengan jelas dan membuat Louis berhenti.


'Gadis cantik itu diperkosa pacarnya sendiri ketika acara ulang tahun temannya Daddy benar-benar merasa kasihan pada Ghina, gadis yang baik'


Menjauhkan wajahnya Louis terengah begitu juga dengan Ghina yang langsung menghirup oksigen sebanyak-banyaknya. Beranjak dari atas tubuh Ghina Louis membuka kemeja miliknya lalu menutupi tubuh Ghina tadi dia sudah membuka kancing kemejanya.


Dia pasti gila kalau sampai melakukan hal yang sama dengan apa yang pernah Alden lakukan.


"Aku akan ambilkan baju disini ada beberapa pakaian milik Lily." Kata Louis


Setelah mengatakan hal itu Louis pergi meninggalkan Ghina yang menatap kemeja pria itu di tubuhnya. Mengambil kemeja itu Ghina meletakkan dipinggiran ranjang lalu memasang lagi kancing kemejanya yang terbuka.


Tak butuh waktu lana Louis kembali dengan membawa pakaian milik adiknya.


"Hanya ada sweater dan celana panjang." Kata Louis


"Tidak papa terima kasih banyak, kamu juga harus mengganti pakaian." Kata Ghina


Meskipun melepas kemejanya Louis masih mengenakan kaos putih polos.


"Ghina"


"Iya"


"Aku minta maaf karena hampir melakukan hal yang tidak seharusnya." Kata Louis pelan


Louis menatap Ghina yang hanya mengangguk singkat lalu dengan ragu melangkahkan kakinya ke kamar mandi meninggalkan Louis yang benar-benar merasa bersalah.


Bodoh sekali dirinya karena sampai berbuat sejauh itu pada Ghina beruntung dia masih bisa mengendalikan dirinya.


'Sadarlah Louis!'


Menunggu Ghina cukup lama Louis langsung berdiri ketika wanita yang dia tunggu keluar dari kamar mandi dengan mengenakan pakaian milik adiknya. Berjalan mendekat Ghina mendongak lalu mengucapkan terima kasih pada Louis.


"Jangan seperti itu lagi Ghina kamu bisa sakit." Kata Louis


Ghina tersenyum tipis lalu menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Kemari akan aku buatkan teh hangat." Kata Louis


"Tidak perlu Louis." Kata Ghina pelan


"Tidak papa kamu butuh sesuatu yang hangat setelah hujan-hujanan." Kata Louis


Tidak bisa memberikan penolakan Ghina mengikuti langkah kaki Louis hingga mereka sampai di dapur dan Ghina duduk sambil menunggu Louis membuatkan dia gelas teh hangat. Cukup singkat karena sesaat setelahnya Louis kembali dan memberikan teh hangat untuknya.

__ADS_1


"Terima kasih banyak kamu selalu membantu aku." Kata Ghina


"No problem"


"Kenapa kamu bisa ada disana?" Tanya Ghina


"Papa kamu menelpon beliau bilang kamu tidak tadi izin untuk pergi ke kantor makanya saya mencari kamu dan secara kebetulan kamu mengatakan akan menemui teman kamu di cafe dekat sini." Kata Louis


"Maaf aku bohong sama Papa dengan menggunakan nama kamu dia akan marah kalau tau aku menemui Cassandra." Kata Ghina pelan


"Tidak masalah kamu boleh melakukannya." Kata Louis


Ghina tersenyum lalu memijat pelan dahinya, pikiran dan hatinya benar-benar kacau.


"Kamu ingin aku mengatakan sesuatu pada orang tua kamu? Sepertinya kamu sedang tidak dalam keadaan baik untuk pulang ke rumah." Kata Louis


"Apa kamu mau?" Tanya Ghina pelan


"Sure asal kamu mau janji satu hal." Kata Louis


"Janji apa?" Tanya Ghina


"Jangan melakukan hal yang menyakiti diri kamu sendiri dan aku akan biarkan kamu tinggal di apartemenku." Kata Louis


"Lalu kamu?" Tanya Ghina


"Aku bisa tinggal, tapi kalau kamu merasa tidak nyaman aku akan pulang asalkan kamu berjanji tidak akan pergi dari sini sampai aku datang lagi besok dan jangan melakukan hal yang membahayakan." Kata Louis


Louis mengangguk lalu mengeluarkan ponselnya untuk menghubungi Farhan sebelumnya dia mengatakan kalau Ghina sedang pergi foto copy.


"Halo Uncle"


'Iya Louis, bagaimana? Ponsel Ghina tidak aktif saya cemas sekali'


"Ghina ada bersama saya tadi ponselnya habis batrai dan sepertinya malam ini kami harus lembur kalau diizinkan Ghina boleh menginap di rumah saya? Kami perlu mengerjakan sesuatu yang mendesak." Kata Louis membuat keheningan tercipta untuk beberapa saat


'Iya tentu, minta Ghina menghubungi saya setelah ponselnya hidup'


"Baik Uncle"


Setelah mematikan ponselnya Louis menatap Ghina yang tersenyum tulus padanya lalu mengucapkan terima kasih.


"It's okay, sekarang aku tanya kamu mau aku pulanh atau disini?" Tanya Louis


"Aku mau sendiri." Kata Ghina


"Kalau gitu aku akan pulang, tapi kamu tidak akan melakukan sesuatu kan?" Tanya Louis memastikan


"Tidak, aku tidak akan melakukan hal yang membahayakan aku masih memikirkan orang tuaku." Kata Ghina membuat Louis tersenyum mendengarnya

__ADS_1


"Aku akan pesankan makanan untuk kamu nanti malam." Kata Louis


"Tidak perlu Louis." Kata Ghina


"Perlu agar kamu tidak keluar dan tidak kelaparan, jangan buat Uncle Farhan memarahiku kalau kamu sampai sakit." Kata Louis


Ghina tersenyum lalu mengangguk patuh saja membuat Louis menatapnya kemudian berdiri dan mendekat padanya. Setelah mengusap sayang kepala Ghina dia menarik wanita itu ke dalam pelukannya membuat Ghina memejamkan matanya.


"Apapun masalahnya jangan pernah berpikir untuk pergi Ghina karena pergi tidak akan bisa menyelesaikan masalah, hadapi semuanya bersamaku." Kata Louis


Setelah pelukannya terlepas Louis mengusap pipi Ghina dengan sayang membuat Ghina berdiri lalu menciumnya lagi. Awalnya terkejut, tapi setelahnya Louis memejamkan mata dan membalas ciuman yang Ghina berikan padanya.


Saat merasa nafasnya hampir habis Ghina menjauhkan wajahnya dan menatap Louis yang tersenyun sambil mengusap bibir bawahnya dengan lembut.


"Don't be sad"


"Tidak, kamu sudah membuat aku merasa lebih baik." Kata Ghina


"Aku senang mendengarnya kalau gitu aku akan pesankan makanan untuk kamu." Kata Louis


Berniat mengambil ponsel miliknya Louis menoleh kala Ghina memanggil namanya dan dia dapat melihat gadis itu tersenyum. Berjalan mendekat Ghina mencium pipinya lalu menatap Louis dengan penuh ketulusan.


"Louis"


"Iya"


"Apa hanya aku yang memakai cincin?" Tanya Ghina sambil mengangkat jari manisnya


"Kamu mau aku juga memakainya?" Tanya Louis


"Hm"


"Kamu sudah memutuskan siapa pemenangnya?" Tanya Louis yang dijawab Ghina dengan anggukan


"Kamu, aku tidak akan pernah kembali pada Alden." Kata Ghina


Louis menatapnya dengan senyuman lalu meraih tangan Ghina dan mengusapnya dengan sayang.


"Kalau gitu kita harus melangsungkan pertunangan atau kamu mau langsung lamaran?"


Ghina tersenyum mendengarnya, dia sudah mendapatkan keputusannya.


Tidak ada lagi Alden dia harus menjalani kehidupannya dengan sesuatu yang pasti.


Dengan Louis yang benar-benar menghargai dia layaknya seorang wanita dan tidak peduli dengan masa lalunya.


Kisahnya dengan Alden telah usai sudah saatnya dia menulis kisah yang baru bersama dengan Louis.


¤¤¤

__ADS_1


Akhirnya Ghina sudah memutuskannn!!!


__ADS_2