Dalam Dekapannya

Dalam Dekapannya
Baby


__ADS_3

Suapan demi suapan Ghina terima, dia sedang menikmati makan siang bersama suaminya dan kali ini Ghina sedang ingin disuapi makanya Louis dengan telaten menyuapi istrinya. Semakin dekat dengan hari kelahiran membuat Louis betah sekali di rumah dan tidak mau beranjak dari sisi Ghina.


Tentu saja hal itu sangat dimaklumi oleh Liam hingga dia tidak memaksa Louis untuk pergi ke kantor selama kehamilan Ghina yang sudah memasuki bulan kesembilan apalagi dia tau kalau terkadang prediksi Dokter tidak selalu benar. Dulu juga ketika Alisha melahirkan Lily itu lebih cepat satu minggu dari yang telah Dokter perkirakan.


Jika kalian penasaran sekarang Liam dengan Alisha sudah sangat dekat, mereka benar-benar tidak mau pisah.


Kembali lagi pada Ghina dan Louis yang masih menikmati sarapan hanya berdua karena Lily sudah pergi ke kampus dan Liam serta Alisha sudah berangkat ke kantor, ya Alisha memang selalu ikut suaminya ke kantor. Tadi Ghina bangun lebih siang makanya mereka telat sarapan dan hanya makan berdua saja.


"Em sudah Louis"


Hampir habis hanya tersisa sedikit makanan di piring membuat Louis tidak memaksa.


"Sudah kenyang?" Kata Louis sambil meletakkan sendoknya lagi


Ghina bergumam pelan seraya menganggukkan kepalanya sebagai jawaban.


"Yaudah minum dulu." Kata Louis


Menerima air putih yang suaminya berikan Ghina langsung meminumnya hingga habis tak tersisa dan meletakkan lagi gelasnya di meja.


"Louis habis ini aku mau jalan-jalan." Kata Ghina


"Jalan-jalan kemana?" Tanya Louis


"Mau emm ke taman." Kata Ghina dengan senyuman


"Boleh nanti kita kesana." Kata Louis


"Sekarang?"


"Nanti kamu habis makan." Kata Louis sambil mengusap pipi Ghina dengan sayang


Ghina tersenyum dan mengangguk faham lalu dia mengatakan kalau ingin kembali ke kamar. Dengan bantuan sang suami Ghina menaiki tangga dan pergi ke kamar mereka yang ada di atas.


Sampai di kamar Ghina langsung duduk di tepian ranjang lalu mengusap perut buncit nya dengan sayang membuat Louis tersenyum melihatnya.


"Louis"


"Hm ada apa?" Tanya Louis yang kini sudah duduk disampingnya


"Kamu sudah memikirkan nama untuk anak kita?" Tanya Ghina


"Sudah"


"Apaa? Nama untuk anak perempuan atau laki-laki?" Tanya Ghina


"Dua-duanya aku sudah siapkan." Kata Louis dengan senyuman


"Hm kasih tauu." Pintar Ghina


"Rahasia"


Mendengar itu Ghina langsung cemberut dan mencubit pelan lengan suaminya.


"Ish kasih tauuu." Kata Ghina


Baru ingin menolak Louis langsung melihat Ghina yang memasang wajah sedihnya membuat dia tidak bisa memberikan penolakan.

__ADS_1


"Baiklah akan aku beri tau." Kata Louis


Wajah Ghina berubah senang senyuman manisnya mengembang dengan sempurna dan dia menatap suaminya dengan antusias.


"Apaa? Cepat katakan aku penasaran." Kata Ghina dengan sangat antusias


"Nama untuk anak perempuan kita Lauren." Kata Louis


"Bagus, lalu kalau laki-laki?" Tanya Ghina lagi


"Lalu kalau laki-laki akan aku beri dia nama...."


"Alan"


Louis menatap Ghina ketika mendengar seruan itu dan dia dapat melihat senyuman manis di wajahnya.


"Baiklah Alan." Kata Louis


"Kamu mau namanya siapa tadi?" Tanya Ghina


"Hm sekarang jadi rahasia." Kata Louis


Ghina mengerucutkan bibirnya sebal lalu kembali memeluk suaminya dan menyandarkan kepala di dada bidangnya.


"Louis aku takut." Kata Ghina


"Apa yang kamu takutkan sayang? Tidak perlu takut selama ada aku." Kata Louis sambil mengusap pipinya dengan sayang


"Louis aku akan baik-baik saja kan? Aku sering mendengar kalau ada banyak wanita yang pergi setelah melahirkan karena pendarahan atau....."


"Tapi...."


"Ghina dengar, kamu tidak boleh banyak fikiran, kamu ingat? Dokter bilang kalau fikiran itu bisa mempengaruhi kesehatan kamu dan juga baby kita." Kata Louis


"Hm maaf"


"Sekarang bersiap kita pergi ke taman." Kata Louis


Senyuman manis Ghina kini mengembang dengan sempurna dan dia langsung berjalan ke arah lemari lalu mengambil sweater panjang di dalam sana. Setiap kali akan keluar Louis selalu meminta dia untuk memakai pakaian yang panjang dan hangat.


Setelah selesai Ghina menghampiri suaminya lalu tangannya digenggam dengan sayang dan bersama-sama keduanya berjalan keluar kamar. Jarak taman tidak terlalu jauh makanya Louis mengizinkan karena kalau cukup jauh dia tidak akan memberikan izin.


"Bagaimana setelah dari sana kita pergi beli ice cream?" Tanya Ghina


Louis tersenyum dan mencubit pelan pipi istrinya.


"Baiklah Mommy Ghina"


Tawa kecil Ghina terdengar dia memeluk lengan suaminya dan menyandarkan kepalanya disana.


°°°


Ghina tidak pernah tau kalau melahirkan akan sesakit ini rasanya benar-benar sulit untuk digambarkan, sepulang dari taman Ghina pergi ke kamar mandi dan disana dia merasakan perutnya sangat sakit hingga Louis langsung membawanya ke rumah sakit. Sampai sana Ghina di bawa ke ruang rawat untuk beberapa saat sebelum akhirnya dia pindah ke ruang persalinan.


Disana ada Louis yang menemani dan memberikan semangat untuknya, tapi Ghina benar-benar merasakan sakit. Semua tenaganya dia kerahkan untuk melahirkan bayi mungil yang ada di dalam perutnya.


Dia harus bertahan demi Louis dan anaknya.

__ADS_1


Saat suara tangisan mulai terdengar disitulah Ghina merasa sangat lega, dia berhasil melahirkan anaknya dengan selamat.


"Sayang anak kita.... Dia sudah lahir"


Ghina tersenyum tipis sambil menatap Louis yang terlihat begitu senang wajahnya berbinar dan pria itu masih menggenggam sayang tangan miliknya.


"Ghina bertahanlah sayang tetap buka mata kamu ya?" Kata Louis


Ghina tak memberikan tanggapan, tapi dia tetap menurut dan berusaha membiarkan matanya agar tetap terjaga meskipun rasanya sangat berat, dia mengantuk.


"Lihat dia bayi kita yang tampan, dia laki-laki sayang." Kata Louis


Senyuman manis Ghina terbentuk dia merasa sangat senang ketika mendengarnya.


°°°


Kabar Ghina yang sudah melahirkan membuat semua orang merasa sangat senang dan sekarang di ruang rawat sudah ada orang tua Ghina serta Gibran yang langsung datang begitu mendengar kabar bahwa Ghina sudah melahirkan. Di ranjang rumah sakit Ghina terbaring sambil menatap yang lainnya dengan senyuman tipis di wajahnya.


Tubuhnya masih terasa lemas dan tidak bertenaga, tapi melihat semua keluarga yang sangat bahagia ketika menatap raut wajah anaknya membuat Ghina merasa senang dan lega disaat yang bersamaan. Di dekatnya ada Louis yang dengan setia menemani bahkan sejak tadi pria itu terus mengusap tangannya dengan sayang.


"Baby Alan akan menjadi kesayangan semua orang." Kata Louis


Ghina tersenyum mendengarnya dia menatap tangannya yang digenggam oleh suaminya.


"Aku haus"


Perkataan itu membuat Louis langsung mengambilkan minum untuknya dan memberikannya pada Ghina.


"Sudah"


Kembali meletakkan minum di meja yang ada di dekatnya Louis tersenyum dan mengusap pipi Ghina dengan tangannya.


"Ghina dia menggemaskan sekali sayang." Kata Dara dengan penuh semangat


"Dia mirip kamu sedikit." Kata Gibran


Ghina tertawa kecil lalu memejamkan matanya ketika Mama nya mengusap dahinya dengan penuh kelembutan.


"Kelihatannya baby Alan akan sangat mirip dengan Louis." Kata Dara


"Aku senang kalau dia mirip denganku Ma." Kata Louis dengan senyuman


"Setelah ini kamu harus banyak istirahat sayang jangan mulai melakukan pekerjaan dulu." Kata Dara


Ghina hanya mengangguk sebagai jawaban.


"Terima kasih banyak Louis kamu sudah memberikan kebahagiaan untuk anak Mama dan kami semua." Kata Dara


"Ma kenapa berterima kasih?" Kata Louis merasa tidak enak


Ghina benar-benar hanya bisa memperhatikan mereka dalam diam juga senyuman diwajahnya.


Bahagianya benar-benar telah sempurna.


°°°


Updateeee🥰

__ADS_1


__ADS_2