
Hari ini adalah hari dimana aku akan pergi meninggalkan keluargaku, ayah bunda dan musuhku (mimi ) adiku yang paling aku sayang dan aku benci.
Di dalam kamar aku melihat adikku yang duduk ditepi ranjang memandang foto kami, aku melihat wajah adikku yang tampak sedih dan hampir menangis, aku masuk dan memeluk dia dari belakang
" heey musuh! kamu tau aku pergi untuk apah, aku pergi agar kau bisa sepenuhnya menguasi kamar ini dan kasih sayang ayah dan bunda, harusnya kamu bahagia aku pergi"
mimi menjawab dengan bahasa dia sehari-hari
" dasar kampret aku tidak menyukaimu karna ayah dan bunda selalu memperhatikanmu dan mengabaikanku, tapi aku benar benar tidak ingin kamu pergi "
mimi menangis dan memeluku
" mi aku titip ayah dan bunda kamu harus ubah sifat manjamu itu kasian ayah dan bunda kamu harus janji, dan satu lagi jangan pernah kamu copot atau kamu ganti poster oppa oppa ku ini "
mimi memukul kepalaku dan tertawa " dasar kaka sialan,kamu pergi. akan aku bakar semua poster ini dan foto2 ini, karna itu semua membuat mataku sakit selama ini "
__ADS_1
jawab mimi smabil nunjuk poster dan foto foto oppa kesayanganku. tanpa aku sadari bunda melihat kami dari balik pintu dan menangis, mimi melihat itu dan dia memanggil bunda lalu bunda ikut duduk diantara aku dan mimi, kami menangis dan berpelukan sangat lama. bunda memegang pipiku dan mimi lalu bunda mencium kami berdua bergantian.
" kalian malakiat bunda, jika dari kalian ada yang meninggalkan bunda itu sangat menyakitkan. tapi? era pergi demi cita citanya juga mi, kita doakan kakamu ini Baik baik saja disana dan cepet berkumpul dengan kita" lalu aku dan mimi mencium bunda, kami keluar dan memasukan koperku ke mobil lallu pergi menuju bandara.
Bandara Soekarno hatta.
" ayah bunda , aku akan pergi aku janji aku akan balik ke indonesia dengan membawa gelar sarjanaku untuk kalian" aku memeluk ayah dan bunda.
" haay sialan kau akan pergi tapi tidak besrikap manis denganku ". mimi marah karna aku tidak memeluknya.
" lihat bunda si tua ini emg tidak ada manis manisnya denganku". mimi mengadu kebunda.
" kenapah bunda memberiku adik kurang aja seperti ini." jawabku.
Ayah memisahkan kami agar tidak baku hantam di bandara. " owh astaga anak sulung ayah " ayah memluku.
__ADS_1
" kamu harus hati2 disana jaga diri kamu baik2 kabari kami setelah kau sampai dan bersama kedua temanmu itu, " aku memeluk ayah dan bunda mimi memekuku dari belakang.
" kaka jangan lupa VC aku setiap jam " ucap mimi sambil menangis.
" siap kapten, kamu harus jaga ayah bunda untuku mi aku sayang kalian" jawabku
" bunda ayah, aku harus pergi sekarang" lalu mreka melepas pelukanku, ayah bunda menciumku mimi juga.
" kamu harus baik baik aja nak kami menyayangimu" ucap bunda lallu menciumku.
" kamu sulungnya ayah, jadilah kuat dan brani seperti ayah" ayah memeluku.
" kaka aku sayang kamu ". mimi menangis dan melambaikan tangan, lalu aku pergi meninggalkan mreka dengan sangat berat hati.
Di dalam pesawat aku memandangi foto keluargaku dan menangis " ayah bunda mimi maapkan aku yang menutipi ini dari kalian " membersihkan darah dihidungku, dan aku beristirahat.
__ADS_1